
"mas... "
ping!
Notifikasi pesan whatsapp masuk di ponsel Ali, di lihatnya pesan siapa yang masuk ternyata dari "my wife" Ali antusias sampai mengganti posisinya dari yang tadi rebahan kini tengkurap.
"iya sayang... "
"abah tanya berapa harga hp ini? "
"nggak mahal"
"mas... "
"apa sayang... "
"abah loh yang nanya"
"ya udah iya, empat juta"
"mahal loh itu mas, abah suruh bayar ke kamu mas"
"nggak usah dik, aku tulus ikhlas beliin buat kamu "
"dari pada abah suruh balikin hp nya gimana? "
"sebenarnya nggak usah dik beneran"
"besok kita ngobrol ya di kantin"
"siap sayangku..."
"mas ajak kak Rendi ya biar aman"
"iya sayang... sampai jumpa besok calon istri mas..."
"sampai jumpa juga mas..."
Erika sedikit tergesa-gesa menuju kantin karena Ali sudah menunggu di sana bersama Rendi.
"bu Linda repot nggak? "
"enggak bu Er, ada apa? "
"temenin saya ke kantin yuk bu... "
"ya udah ayo"
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan menuju kantin yang memang sudah sepi karena semua murid sudah kembali ke kelas.
"tuh mereka" Rendi melihat Erika dan Linda datang ke kantin, setelah sampai merek duduk di kursi di hadapan Ali dan Rendi.
"ini ada apa? " Linda
"nggak ada apa-apa bu Linda, saya cuma mau ngobrol sama pak Ali" Erika
"oh... saya jadi obat nyamuknya... " Linda memang selalu sukses membuat suasana menjadi hangat
"he he he ini mas" Erika menaruh amplop coklat di atas meja di hadapan mereka semua
"apa ini dik? " Ali
"itu uang hp mas"
"ini uang dari abah mas"
"ya allah dik... dik... jadi ngrepotin abah loh"
"nggak semua mas, separuh uang aku separuhnya uang abah"
"kok jadi nggak menghargai pemberian mas gini ya dik? "
"loh bukan gitu mas jangan salah paham"
"terus apa coba kalau kayak gini? "
"Ali lu jangan baper dulu dong... dengerin gua" Rendi akhirnya menengahi Erika dan Ali yang sedang berdebat.
__ADS_1
"maaf ya dik biar kakak jelasin ke Ali dulu menurut versi kakak" Rendi
"iya kak"
"gini loh bro... pak kyai atau Erika nggak bermaksud buat nggak ngehargain pemberian dari lu tapi lu tahu sendiri kan maaf ya sebelumnya pak kyai kan pihak perempuan dan lu pihak laki-laki lu anak orang kaya dan lu juga tahu sendiri keadaan pak kyai gimana maaf dalam segi ekonominya. Bukan maksud gua menghina pak kyai tapi mungkin itu yang di pikirkan pak kyai, pak kyai takutnya kalau anggapan orang-orang kepada Erika tuh jelek, pak kyai takut di kira cuman manfaatin lu doang bro"
"iya mas bener banget apa kata kak Rendi"
"bukannya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain? kenapa musti mikir gitu sih lagian Erika juga kan calon istri aku yang nantinya apapun milik aku akan jadi milik dia juga"
"iya mas aku tahu tapu kita kan belum nikah loh sekarang"
"apa bedanya? "
"mas.... di trima ya uang nya"
"enggak"
"mas... "
"enggak dik"
"ya udah kalau gitu hp nya aku balikin"
"loh kok gitu sih"
"mangkanya terima uangnya ya"
"ya udah gini aja, uangnya aku trima" Ali mengambil amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya, Ali membagi uang utu menjadi dua.
"ini tolong kamu kasih abah ini shodaqoh dari mas buat pondok dan yang ini buat kamu ini nafkah dari mas buat kamu ok? "
__ADS_1