Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 79


__ADS_3

Kyai Ghufron sudah bersiap rapih dengan sorban di lehernya dan juga baju kokoh putih yang menjadi ciri khasnya, kyai Ghufron memang tidak pernah memakai baju warna lain selain putih dan hitam.


Ghufron menemui Heru yang sudah berada di ruang tamu.


"mari pak Heru"


"loh nak Nashwa nggak jadi ikut pak kyai? "


"Nashwa ada seminar dari sekolah menyuruh dia untuk ikut serta jadi nggak bisa ikut acara adik pak Heru"


"waduh kok mendadak ya pak kyai? padahal mamanya Ali sudah sangat antusias kalau calon mantunya ini akan ikut serta"


"saya juga ndak tahu pak Heru si Nashwa bilangnya juga dadakan baru semalam, tapi katanya acaranya ndak lama cuma dua jam"


"begitu ya pak ya sudah kalau gitu kita berangkat saja dulu nanti biar sopir yang jemput nak Nashwa kemari"


"jadi ngerepotin pak Heru"


"enggak pak kyai dari pada istri saya ngambek nanti pak sepanjang acara pak malah saya yang pusing "


"he he he kalau urusan wanita ndak ada yang bisa ngalahin ya pak Heru"


"betul pak kyai, ya sudah mari pak kyai kita berangkat sekarang"


Kedua calon besan itu naik ke dalam satu mobil yang sama dan sama-sama duduk di depan seperti dua orang sahabat.



__ADS_1


Erika mencatat banyak hal yang di sampaikan narasumber di acara seminar hari ini, meskipun hatinya berada jauh di angan-angan ingin berjumpa dengan kekasih hatinya tapi otaknya tetap harus bekerja dan menyimak apa saja yang tengah di sampaikan karena nantinya akan di sampaikan kembali kepada anak-anak didiknya di sekolah.



Erika menerima kotak makan yang di sediakan panitia acara tapi Erika tidak memakannya karena memang belum lapar, acara kembali di lanjutkan hingga jam yang sudah di tentukan. Ponsel Erika ternyata dalam keadaan mati karena semalam lupa untuk di isi daya. Dengan menaiki motor Erika pulang ke rumah, sudah tidak ada lagi angan-angan di otaknya untuk hadir di acara keluarga Ali, karena tidak mungkin juga di jam segini masih keburu.



"habis ini mandi, sholat langsung tidur capek banget" gumam Erika, motor memasuki area lapangan pondok yang luas, ada beberapa mobil berjejer di depan pondok, itu adalah pemandangan lumrah setiap hari karena para wali santri yang sedang sambang anak-anak merek yang mondok memang memarkirkan mobil mereka di sana.



Erika merebahkan tubuhnya di atas kasur kemudian mencolokkan ponselnya pada chargeran yang ada di atas meja.




" اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ"



Setelah berdoa Erika memakan sesuap kemudian fokus pada ponselnya, tiba-tiba ponsel berdering dan nama "hubby " yang muncul di layar ponselnya.



"assalamualaikum mas " sapa Erika dengan hati berbunga-bunga


__ADS_1


"*waalaikum salam my wife, sayang aku di pondok nih*"



"loh ngapain mas? bukannya mas ada acara hari ini? "



"*aku jemput kamu sayang, mama tuh udah uring-uringan gara-gara kamu tadi nggak ikut bareng abah*"



"oh jadi mama nih yang uring-uringan? "



"*ya sebenarnya sih mas juga tadi kecewa pas lihat papa cuma abah tadi, tapi mas sekarang disini menjemput calon istri mas yang sudah sangat mas rindukan* "



"gombal, ya udah aku siap-siap dulu ya mas "



"*iya sayang... assalamualaikum*... "



"waalaikum salam mas "

__ADS_1


__ADS_2