Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 32


__ADS_3

Besok adalah hari perkemahan di mulai, perkemahan di lakukan di bumi perkemahan luar kota, Erika menyiapkan semua kebutuhan dengan teliti agar tidak ada yang tertinggal satu pun.


Nggak tega ninggalin abah sendirian di rumah, biasanya kalau aku harus keluar dan menginap aku tidak akan se khawatir sekarang ini karena ada Salsa di rumah bersama abah, tapi sekarang Salsa sudah di rumah suaminya rasanya kasihan meninggalkan abah sendirian. (Erika)


Erika membuat status di kolom WhatsApp nya. Lagu dari Melly Goeslow yang berjudul bunda.


Beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk.


hubby 📨 : kangen umi ya sayang?


Erika 📨 : pasti


hubby 📨 : sabar ya...


Erika 📨 : iya


Sudah hampir seminggu Ali selalu mengirim pesan mesra pada Erika, sepertinya Erika mulai terbiasa dengan kehadiran Ali di kehidupannya, bahkan Erika sudah tidak keberatan lagi saat Ali memanggilnya dengan sebutan "sayang".


mau sekeras apapun aku melarang Ali memperlakukan aku dia tidak akan mau berhenti, jadi biarkan saja asalkan dia tidak melanggar syarat yang pernah aku ajukan padanya. (Erika)


ring...ring...ring...


"hemmm penganten baru nggak ada kabar sama sekali loh..." suara Erika terdengar cempreng


"eh orang kalau baru aja angkat telepon biasanya salam loh ini ngomel di duluin" Salsa


"iye iye assalamualaikum ukhti...."


"waalaikum salam... kenapa neng status nya galau gitu"


"iya nih Sa, besok aku mau pergi dampingin anak-anak kemah aku nggak tega ninggalin abah sendirian"


"ya Allah kasihan abah, gimana kalau aku nginep sana Er?"

__ADS_1


"emang di bolehin sama mas Aab sama pakde juga?"


"ya belum tahu orang aku juga belum nanya, bentar ya aku tak tanya sama mas Aab, jangan di tutup dulu telponnya"


"iye"


satu menit.... dua menit.... tiga menit...


"Er"


"iya Sa gimana boleh?"


"maaf Er mas Aab ndak ijinin"


"ya udah Sa nggak papa, aku nggak tega kalau ninggalin abah sendirian mending aku cancel buat nggak ikut kemah aja"


"loh jangan, kamu ikut aja"


"enggak Sa kasihan abah di rumah sendiri, ya udah Sa assalamualaikum..."


Erika menuju kamar abah nya untuk membicarakan tentang dirinya yang mengundurkan diri mendampingi kemah.


"abah..."


"kamu nduk, masuk"


Erika masuk kemudian duduk bersama pak kyai di tepi ranjang yang sudah usang itu.


"ono opo nduk?"


"ada apa nduk?"


"bah Nashwa nggak jadi ikut kemah ya"

__ADS_1


"kenapa?"


"kasihan abah sendirian"


"he he kamu itu lucu wong abah sudah besar kok kasihan sendirian, ndak apa-apa nduk kamu ikut kemah saja "


"nanti abah nggak ada yang ngurusin"


"abah bisa mengurus diri abah sendiri nduk"


"bah... kalau abah pengen nikah lagi Nashwa setuju kok bah biar ada yang ngurusin abah"


"kalau memang niatnya cuma buat ngurus abah sudah dari dulu nduk abah menikah lagi, tapi embuh abah masih tidak bisa menerima orang lain di hati abah ini, umi mu itu ratunya di istana hati abah"


Erika berkaca-kaca mendengar penuturan abah nya yang sangat dalam itu, Nashwa memeluk abah nya dengan erat menumpahkan tangis nya di sana.


"aku kasihan sama abah, anak-anak abah nggak ada yang bisa mengurus abah sebaik umi mengurus abah hiks... hiks..."


"ha ha ha jangan risau kan abah nduk yang penting adalah kalian putri-putri abah semua bahagia, abah sudah sukses membahagiakan satu putri abah, pr abah masih ada tiga lagi, kamu, mbak mu sama adikmu kalau abah sudah selesai menyerahkan tanggung jawab mengurus kalian kepada suami kalian nanti baru lah abah akan tenang dan tidak khawatir lagi"


"Nashwa selalu bersama abah, Nashwa nggak akan ke mana-mana"


"putri kecilku ini masyaallah... sangat sayang sekali dengan abah nya ya "


"abah maafin Salsa belum bisa mengabdi sepenuhnya kepada abah"


"loh Salsabila kapan dateng nduk?"


Erika mendongak ke arah seseorang yang duduk di lantai memegangi lutut abah nya.


"kamu dateng-dateng itu salam bukan nangis hiks... hiks..." omel Erika


"iya iya Assalamualaikum... hiks... hiks..."

__ADS_1


Erika dan Salsabila sama-sama menangis di pangkuan abah nya, sedangkan abah malah tertawa bahagia melihat tingkah laku kedua gadis di depannya itu.


__ADS_2