Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 72


__ADS_3

Ali menunggu Erika di gerbang depan sekolah, Ali memainkan barang di tangannya beberapa kali.


"mas" Erika mengejutkan Ali yang sedang bersandar di tembok gerbang.


"astaghfirullah kaget aku dik"


Erika tersenyum melihat tingkah Ali yang menurutnya lucu.


"nih"


"apa ini? " Erika menerima paper bag berwarna hitam dan mengintip isinya.


"hp kamu nggak bisa di benerin jadi aku cariin hp buat kamu, bukan hp yang Bagus banget sih tapi lumayan kok "


"loh kenapa kamu beliin aku hp? ini sebenarnya nggak perlu "


"nggak apa-apa sayang, apa kamu mau hp mas aja biar mas yang pake hp ini? "


"eh enggak nggak mas, aduh beneran nggak perlu kayak gini sih... ok aku ganti ya pake uang aku" Erika mencari struk belanjaan di dalam paper bag itu


"eh apaan nggak usah, aku beli ini dengan uang tabunganku sendiri kok bukan minta sama papa atau mama"


"tapi ini berlebihan mas, pake uang tabungan mas lagi"


"nggak apa-apa, tadinya uang itu mas tabung buat biaya kabur dari pondok tapi sekarang udah nggak pengen kabur"


"ih pengen kabur katanya, kenapa pengen kabur? "


"ya tadinya belum bisa menerima kalau aku harus berada di pondok setiap saat, di bandingkan kehidupanku sebelumnya, hidup di pondok menjadi hukuman terburuk yang di berikan papa kepada ku "


Mereka berjalan beriringan menuju pulang.


"tapi sekarang semuanya berbanding terbalik, rasanya aku ingin selalu di sini, bersama mu" Ali menghentikan langkahnya dan menatap Erika yang berada di sampingnya. Erika juga menatap dalam netra Ali.


"astaghfirullah... " Ali memalingkan wajahnya ke sembarangan arah, Erika sangat malu hingga kepalanya tertunduk


astagfirullah... aku harus bisa menahan keinginan ku untuk menciumnya, Erika sangat manis dan menggemaskan, tatapan matanya yang lugu ah sial kenapa pernikahan ku harus di tunda (Ali)


__ADS_1



Satu minggu berlalu setelah Ali membelikan ponsel baru untuk Erika. Ghufron yang memang tidak begitu mengerti tentang teknologi tidak menyadari bahwa putrinya menggunakan ponsel baru. Erika juga menggunakan softcase yang warnanya sama dengan ponsel lamanya. Ghufron jadi tidak bisa menyadari jika putrinya telah berganti ponsel.



"abah... " Erika membuka pembicaraan di sela-sela makan malam mereka.



"ada apa nduk? "



"mas Ali beliin Nashwa hp baru"



"buat apa? "




"berapa harganya? "



"Nashwa nggak tahu bah, dia nggak mau kasih tahu, Nashwa udah nolak tapi mas Ali maksa"



"bukannya abah melarang untuk menerima barang dari Ali tapi abah merasa ini sudah berlebihan, bagaimana menurutmu nduk? "



"enggeh bah Nashwa juga ngrasa gitu, tapi mas Ali nggak mau aku balikin uangnya "


__ADS_1


"memangnya kamu punya uang? " Ghufron melirik anak gadisnya dengan mata menggoda



"insyaallah ada bah tapi nggak banyak"



"ya sudah, kamu tanya berapa harganya terus nanti abah bantu kalau uangmu kurang ya nduk? "



"nggeh bah"



"nduk kita ini orang kecil sedangkan Ali orang kaya, yang abah takutkan adalah mereka merasa kamu memanfaatkan Ali untuk keuntungan kamu semata "



"nggeh bah Nashwa tahu, ini semua juga bukan Nashwa yang minta sama mas Ali kok dan Nashwa punya itikat baik untuk membayar hp itu"



"abah senang kamu memahami ini nduk"



"nggeh bah"



"*maem seng akeh cek gak kuru* "


"makan yang banyak biar nggak kurus"



"nggeh bah he he"

__ADS_1


__ADS_2