Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 16


__ADS_3

"berarti Bu Erika menerima cinta saya?"


"loh loh kok jadi kesana-kemari ngomongnya?"


"katanya tadi Bu Erika suka sama makan siangnya? berarti suka juga dong sama pernyataan saya"


"pernyataan apa ya Pak Roy?"


"I 🖤 U"


"ha ?" Erika


"eh eh apa-apaan ini enak aja bilang I🖤U ke pacar orang " Ali tiba-tiba hadir di antara Erika dan Roy


"maksud Pak Ali siapa?" Roy


"Bu Erika lah" Ali


Erika hanya kebingungan melihat tingkah kedua guru di hadapannya.


"udah Pak Roy saya dan Bu Erika pacaran loh"


"yang bener Bu Erika?"


"bukan tapi...tapi..."


"tapi tapi apa udah ayo"


Ali hampir akan memegang pergelangan tangan Erika


"eh nggak boleh pegang bukan muhrim" Erika refleks menyembunyikan tangannya ke dada.


"ya udah ayo aku halalin" Ali


Erika membelalakkan matanya mendengar penuturan Ali yang pasti hanya bercanda itu.



*Hari ini surprise banget di sekolah bikin capek jiwa raga* (Erika)



Aku merebahkan tubuhku di kasur dan mencoba memejamkan mataku.



"Er..."



"iya Sa masuk"

__ADS_1



Salsa sudah duduk di sampingku berbaring.



"tumben rebahan?"



"capek banget Sa hari ini, riweuh di sekolah tadi"



"riweuh kenapa?"



"masa Pak Roy bilang kalo aku nerima pernyataan cinta dia? belum lagi tuh orang kota ngaku-ngaku jadi pacarku segala, pusing kepalaku Sa sekarang"



"ha? bener-bener riweuh dong"



"heem"




"halu ah, dia orang kota modern nggak cocok sama gadis kampung"



"gadis kampung otak internasional dong iya kan Er"



"apaan ada istilah kayak begitu, maksa kamu"



"he he he nggak papa lah, ayo sholat dulu habis itu bisa rebahan"



"iya"


__ADS_1


Aku bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu tapi ternyata aku datang bulan, akhirnya aku memutuskan untuk mandi kemudian merebahkan tubuhku yang ternyata berasa sangat capek karena efek haid ku.



"eh di tungguin malah tidur lagi"



"aku haid Sa"



"oh ya udah, istirahat sana"



"apa?" Ali terkaget mendengar penuturan teman pondok yang sama-sama mengajar di sekolahan.


"emangnya kamu nggak tahu? kalau ngajar di sekolah itu nggak di bayar?"


"sumpah gua nggak tahu, sial tahu gini gua nggak mau ngajar disana"


"jangan gitu nggak baik loh, kan bagus kalau kita menyalurkan ilmu kita kepada anak-anak itu apalagi kalau kita ikhlas "


"gua kan butuh duwit"


"kamu kan orang kaya, kamu butuh uang buat apa?"


"itu urusan gua, udah ah gua mau ngundurin diri aja"


"eh jangan, kan sayang pahalanya banyak loh mengajarkan orang hal baik itu"


"bodoh amat"


Ali meninggalkan temannya itu dan langsung saja menuju rumah pak kyai, tapi ternyata di rumah pak kyai sedang ada tamu yang ternyata adalah orang tua Ali.


"mama papa?"


"Ali...anak mama yang handsome ya ampun gimana kabarmu nak? kamu kurusan Ali, mana adik kamu?"


"Alisyah di pondok putri mah, suruh panggil aja pasti di panggilin"


Ali menyalami kedua orang tuanya kemudian turut duduk bersama mereka di ruang tamu rumah pak kyai.


"Ali papa punya sesuatu buat kamu"


"apa pah?"


Pak Heru merogoh sakunya dan mengeluarkan amplop coklat dan memberikan kepada Ali.


"duwit? buat apa pah?"

__ADS_1


"itu bonus buat kamu karena kamu sudah mau mengabdi di pondok dengan cara mengajar di sekolah secara cuma-cuma"


wah kalau gini sama aja di gaji, ok deh aku akan terusin mengajar di sekolah (Ali)


__ADS_2