Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 47


__ADS_3

"ehm...!"


Erika menoleh ke sumber suara, ternyata Linda sudah berada di belakangnya.


"saya tahu kalau ada something antara bu Er sama pak Ali"


"something apa bu Linda ada-ada aja" Erika tetap mengelak.


"tunggu saja sampai saya punya bukti" Linda pergi meninggalkan Erika yang ketakutan akan rahasia antara dirinya dan Ali.


gawat! bu Linda udah curiga beneran sama saya ini (Erika)




🎶🎶🎶🎶


api unggun sudah menyala...


api unggun sudah menyala...


api...api...api api api


api unggun sudah menyala...



suara nyanyian anak-anak bergemuruh riuh mengelilingi api unggun yang besar dan memancarkan api yang besar pula.



"assalamualaikum wr.wb..." Ali dan Erika



"selamat malam para peserta perkemahan, masih pada semangat kan?" teriak Ali



"masih..." jawab semua peserta



"ok bagus! malam ini kak Ali dan kak Erika akan membawakan sebuah permainan, apa kak Erika nama permainannya?" Ali



"iya namanya adalah nyatakan cintamu, jadi semua peserta disini boleh menyatakan rasa cintanya, karena ini bersifat universal jadi kalian bebas menyatakan cinta kalian kepada siapa saja, yang ada disini boleh yang di rumah juga boleh, pokonya universal yah jadi nggak melulu kepada pasangan"



"bener banget kata kak Erika, langsung saja yang mau maju pertama kali untuk menyatakan cintanya ayo ayo buruan"



byur...byur...



tiba-tiba hujan deras mengguyur area perkemahan, api unggun seketika mati dan semua peserta dan pembina kalang kabut menyelamatkan barang-barang masing-masing.



Acara malam ini menjadi gagal total dan berganti menjadi kehebohan di malam hari, tiba-tiba lampu padam akibat listrik yang mati mendadak menambah ke riuhan semua peserta perkemahan.


__ADS_1


Setelah beberapa saat hujan berhenti tapi lampu tak kunjung menyala, semua anak sudah kembali ke tenda masing-masing setelah tadi semua berkumpul menjadi satu di tenda induk.



Jam menunjukkan pukul sebelas malam, semua anak sudah sepi tertidur di tenda masing-masing, para guru berkumpul di tenda induk menikmati kopi dan juga teh hangat.



Para guru duduk melingkar, Roy mengambil satu botol plastik air mineral dan menaruhnya di tengah.



"ayo kita main truth or dare" tantang Roy, semua orang terdiam tidak ada yang menanggapi



"saya nggak ikut pak saya mau istirahat" Erika



"semua harus ikut tidak terkecuali" Roy tegas memerintah



Erika tidak menjawab tapi urung meninggalkan tempat itu, Roy mulai memutar botol dan botol itu berhenti tepat menghadap dirinya sendiri.



"pak Roy truth or dare?" Santi



"truth" Roy




"apa yang membuat pak Roy suka sama bu Erika?" Ali



"semua yang ada di bu Erika layak untuk di sukai"



"kenapa bahas saya sih?" Erika mulai kesal



"maaf bu Erika ini hanya permainan, lanjut"



Roy memutar lagi botol dan ternyata botol berhenti di arah Erika.



"bu Erika truth or dear?"



"dear"



"bu Erika harus menyatakan perasaan ibu di depan semua orang" Roy

__ADS_1



"ok! hari ini saya sangat lelah dan saya sangat ingin beristirahat"



"kok seperti itu, maksud saya perasaan cinta"



"tadi pak Roy kan nggak bilang harus perasaan cinta kan? ok, lanjut"



Erika memutar botol dan berhenti di depan bu Santi.



"bu Santi truth or dare?"



"truth"



"siapa yang bu Santi suka disini?" Linda



"suka dalam hal apa nih?"



"cinta"



"jujur pak Ali"



Semua orang terdiam mendengar pengakuan dari Santi yang sangat mengejutkan.



*udah makin ngawur nih permainan* (Ali)



*bu Santi suka sama pak Ali? tapi pak Ali kan pacar aku, astaghfirullah Erika sadar ngomong apa kamu barusan? tapi kenapa dada rasanya sesek ya, eh dada jangan aneh-aneh deh ya kamu nggak seharusnya sesek kayak gini bikin orang bengek aja* (Erika)



"lanjut " Santi memutar botol dan botol itu kembali menghadap ke Santi



"truth or dare?" Roy



"truth"



"nggak akan ada yang tanya lagi sama kamu terserah kebenaran apa yang kamu ingin utarakan" Rendi

__ADS_1


__ADS_2