
Semua orang benar-benar di buat sibuk dengan acara pernikahan Salsa dan mas Aab ini karena memang keduanya adalah santri abah di pondok. Semua santri senior juga ikut membantu menata segala hal.
"emangnya siapa sih yang nikah?" Ali
"anak pak kyai" Rendi (satu-satunya sahabat Ali di pondok)
"Erika?" Ali mengehentikan pekerjaannya menata kursi di lapangan.
"bukan, Salsabila"
" yang suka masak sama Erika itu?"
"iya"
"dia kakaknya Erika apa adiknya sih? kelihatan sepantaran"
"Salsa itu anak angkat pak kyai, ya emang sepantaran sama Erika"
"o..."
"tahu nggak anak-anak pak kyai cantik-cantik loh"
"Erika? iya sih dia cantik "
"bukan cuma Erika, ada Nia juga Namira, mereka kakak dan adiknya Erika, mereka semua cantik-cantik"
__ADS_1
"lu cepet ya kalau ngomongin soal yang cantik"
"ha ha ha... eh lu beneran pacaran sama Erika?"
"iya lah"
"nggak percaya gua soalnya si Erika itu nggak boleh pacaran sama pak kyai"
"kenapa nggak boleh?"
"ya emang dalam islam nggak ada istilah pacaran"
"trus kalau suka sama cewek gimana?"
"ya ta'aruf terus kalau udah klop langsung nikah"
"kenapa? lu mau nikah sama Erika?"
"nggak ah dia galak ha ha ha"
"Erika emang galak tapi kalau lagi serius ngaji masyaallah... damai banget lihatnya, kalau aja dia mau sama gua, gua juga mau sama dia"
"enak aja lu, Erika punya gua"
"eh cewek jaman sekarang nggak butuh janji butuhnya cincin melingkar di jari, nggak butuh mawar butuhnya mahar ha ha ha"
__ADS_1
"sialan lu"
"ayo cepetan udah mau maghrib"
Acara pernikahan Salsa dan mas Aab akan di laksanakan siang ini di pondok pesantren. Salsa nampak cantik dengan balutan kebaya putih yang pas dengan tubuhnya, riasan MUA yang membuat Salsa terlihat semakin cantik dan membuat orang-orang pangling karena memang Salsa sebelumnya tidak pernah memakai make up yang tebal.
Mas Aab begitu gagah dengan jubah dan sorban yang melilit di kepalanya, meskipun tidak mengenakan setelan jas atau tuxedo seperti kebanyakan pengantin pria pada umumnya tapi pesona mas Aab tidak kalah maskulin.
Aku beserta kakak dan adikku mengenakan gamis yang sama, mulai dari hijab yang warnanya sama sampai sandal kami juga sama, karena memang dari awal kami sudah merencanakan akan mengenakan gamis yang sama. Yang membedakan kami hanya gaya berhijab, aku yang selalu konsisten dengan hijab pasmina polos ku, mbak Nia dengan hijab syar'i nya dan Namira dengan pasmina plisket favorit nya. Kami hanya berbeda model hijab tapi dengan warna yang sama.
Abah juga tak kalah gagah dengan balutan jas serta sarung khas pak kyai dan sorban yang di kalungkan di leher. Keluarga mas Aab sudah hadir semua untuk menyaksikan prosesi akad nikah antara mas Aab dengan Salsa.
Acara akad nikah berlangsung secara sakral sekaligus khidmat, terlihat Erika berkali-kali mengusap air matanya mendengar lantunan doa pernikahan di bacakan oleh penghulu. Dan tanpa di sadari Erika sepasang mata tak hentinya menatap ke arah dirinya dengan takjub.
Erika cantik banget dengan make up dan baju yang sesuai dengan tubuhnya, sialan apa gua beneran suka sama dia ha ha (Ali)
__ADS_1
"hayo liatin siapa" Rendi menepuk pundak Ali dengan kuat sampai sang empunya pundak terkaget dan mengumpat ke arah Rendi.