
Semua guru mendapat pesan singkat dari Linda bahwa Erika harus di rawat beberapa saat di klinik terdekat.
Ali menjadi semakin merasa bersalah telah melakukan hal seperti semalam kepada Erika.
Kegiatan di perkemahan tetap berjalan meskipun tiga guru tidak mendampingi jalannya setiap acara.
Ali juga tetap menjalankan tugasnya untuk menjadi pembina anak didiknya. Rendi selalu mendampingi sahabatnya itu untuk memastikan bahwa Ali tidak melakukan hal yang aneh-aneh.
"lu mau cerita sesuatu?" Rendi menepuk pundak Ali di sela-sela jam istirahat kegiatan.
"enggak Ren, gua khawatir sama Erika, pasti karena kejadian semalam"
"habis ini kita jengukin dia" Rendi melihat jam tangan di tangan kirinya.
"rasanya gua nggak sanggup" Ali mengusap wajahnya dengan kasar
"ada apa? kayaknya kemarin kalian baik-baik aja"
"gua udah... arrghh sudahlah semua memang salahku"
"nggak papa kalau lu belum siap untuk cerita, nanti jam istirahat kita jenguk Erika sekalian bawain mereka makan siang"
"lu sendiri aja Ren"
"udahlah ayo... "
Ali tidak menjawab Rendi, mereka meneruskan kegiatan sampai dhuhur datang.
Setelah berbicara kepada guru lain akhirnya mereka sepakat bahwa Rendi dan Ali akan menggantikan Roy di tempat Erika dirawat.
Ali menghentikan langkah kakinya setelah hampir saja masuk ke dalam ruangan rawat Erika, klinik kecil yang sederhana dimana Erika beristirahat di sebuah ruangan yang jauh dari kata mewah.
"ayo... ngapain berhenti disini?"
"lu duluan aja Ren, kalau Erika udah sadar lu tanya apa dia mau ketemu sama gua?"
"iya deh"
Ali duduk di sebuah kursi panjang yang berada di luar ruangan Erika. Hatinya harap-harap cemas menunggu persetujuan dari Erika.
"assalamualaikum..." Rendi
__ADS_1
"waalaikumsalam pak Rendi" Linda dan Erika
"gimana dik? apanya yang sakit?" Rendi mendekat ke arah Erika
"nggak ada kak, mungkin aku cuma kecapekan"
"pak Roy, biar gantian saya yang disini, pak Roy bisa balik ke perkemahan" Rendi
"saya disini saja pak Rendi, saya akan menjaga bu Erika"
"pak Roy kan ketua panitia gimana bisa pak Roy ninggalin tanggung jawab "
"hemm ya sudah saya balik, bu Erika cepat sembuh ya kalau butuh apa-apa bu Er bisa telepon saya"
"iya pak Roy, terima kasih atas semua bantuannya"
"waalaikumsalam..." Erika, Linda dan Rendi
Setelah memastikan Roy pergi dari ruangan Erika barulah Rendi berani bertanya tentang Ali kepada Erika.
"dik ada yang mau ketemu" Rendi
"siapa kak?"
"Ali"
"aku nggak mau ketemu kak"
__ADS_1
"jangan gitu dik ndak baik, Ali di luar kalian harus selesaikan permasalahan kalian"
"apa dia cerita sama kak Rendi?"
"ndak, dia sama sekali ndak ngomong apa pun ke kakak"
"kakak nggak bohong kan?"
"ndak dik, aku juga heran sama dia biasanya dia mau cerita apa pun ke kakak, dari semalam kakak udah coba bujukin dia biar cerita ke kakak tapi sampai sekarang hasilnya masih nihil"
*alhamdulillah* *dia nggak cerita ke siapa-siapa tentang kelakuannya* (Erika)
"boleh ya Ali masuk? kalian harus selesaikan masalah kalian ya?"
Akhirnya Erika mengangguk mengiyakan permintaan Rendi.
Rendi keluar dari ruangan Erika untuk memanggil Ali yang masih saja duduk di luar ruangan.
"sana masuk" Rendi
"yakin lu?"
"iya udeh sana masuk"
Ali sendirian masuk ke ruangan Erika.
"saya di luar ya bu Er kalau butuh apa-apa panggil saya di depan ya "
"iya bu Linda"
__ADS_1