Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 83


__ADS_3

Lila dengan kesal pergi meninggalkan Ali yang masih dengan bangganya melihat ke arah Erika yang nampak anggun dengan gaun kebaya bridesmaids nya. Erika memang sangat berbeda ketika sedang mengenakan make up.


"ciyeeee ngelihatin sampek kayak gitu" Alisyah menyenggol lengan Ali yang sangat fokus melihat ke arah Erika yang sedang mahir membawakan acara di depan semua tamu undangan.


"calon kakak ipar kamu the best lah"


"abang beneran mau nikah sama ning Nashwa? "


"pake di tanyain lagi? ya beneran lah"


"abang nggak lagi mainin ning Nashwa kan? "


"kok gitu sih tanyanya? kamu nggak yakin sama abang? " Alisyah sukses membuat Ali berpaling dari keseriusannya memandang Erika


"abang lupa? abang nggak pernah serius sama siapa pun, Michele? "


"Sa.... kok bahas Michele sih? " Ali menatap serius ke arah adik perempuannya itu


"Michele sampai bela-belain ke Indonesia loh demi abang tapi abang nggak seserius itu"


"kali ini beda dong Syah, masa abang main-main sama Erika? abang nih serius sama dia"


"alhamdulillah kalau abang memang serius, itu tandanya abang udah berubah"


"iya dong Syah, eh kalau ada kak Erika jangan bahas cewek lain mana pun ya"


"iya bang beres "




"capek sayang? " Ali duduk di sebelah Erika berjarak satu kursi, Ali menaruh minuman di kursi itu untuk Erika



"buat aku mas? "



"iya, minum gih"



"bismillahirrahmanirrahim... " Erika menyeruput minuman dingin berwarna oranye itu, Ali tak hentinya menatap gadis berhijab di samping kanannya itu



"alhamdulillah... seger banget "



"biar di terusin sama MC aslinya sayang kamu capek"

__ADS_1



"nggak apa-apa mas udah tanggung jawab aku menyelesaikan tugas ini, aku suka kok"



"ya udah deh terserah kamu aja, asal kamu nggak kecapean "



"insyaallah enggak mas"



"uuuuu mantu mama.... " Reni berhambur bersama anak laki-lakinya dan gadis cantik berhijab itu.


Reni duduk tepat di samping kiri Erika kemudian memeluk dengan sayang gadis muda itu.



"capek sayang? " Reni benar-benar menghawatirkan Erika



"enggak mah, Erika suka kok"



"yakin? nggak mau istirahat dulu? "




"ya udah deh iya terserah kamu aja, habis acara ini mama mau bawa kamu biar bisa istirahat "



"iya mah"



Erika berdiri dan melanjutkan acara demi acara sampai satu jam selanjutnya akhirnya acara telah usai.



Kyai Ghufron berpamitan kepada pihak keluarga untuk pulang terlebih dahulu.



"abah duluan ya nduk"


__ADS_1


"nggeh bah atos-atos"


"*ya bah hati-hati* "



Ali mencium punggung tangan kyai Ghufron kemudian di lanjut dengan Erika.


Setelah menyalami kyai Ghufron Erika ikut mengantar sampai kyai Ghufron dan pak Heru meninggalkan tempat.



"ayo sayang mama bawa kamu ke kamar biar bisa istirahat"



"iya mah"



Ali juga mengikuti kemana Reni dan Erika pergi.



"abang mau ke mana? "



"abang kan juga harus istirahat mah"



"iya tapi kamu punya kamar sendiri, sana ke kamar kamu jangan ganggu mama sama mantu mama"



"iya mah"



Ali berbalik menuju kamarnya yang ada di seberang kamar Erika.



Ali melempar tubuhnya di atas kasur empuk yang tersedia di kamar ini.



Kembali Ali teringat dengan pertanyaan adiknya



"*abang beneran mau menikah sama ning Nashwa*? "

__ADS_1



"Alisyah aja sampek g percaya kalau gua serius, apa dulu gua emang se bercanda itu sama urusan Cinta? Tapi emang baru Erika sih yang kayaknya sukses merubah gua jadi jauh lebih baik dari gua yang dulu "


__ADS_2