
Karena Ali tadi sempat merampas kopi dari tangan Roy jadilah Ali terpaksa menenggak habis kopi di dalam gelas plastik itu.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam, semua peserta kemah telah tertidur di tenda masing-masing termasuk para guru pendamping, guru perempuan tidur terpisah di dalam tenda khusus yang memang sengaja di buat untuk keperluan wanita. Sedangkan yang laki-laki berada di luar tenda tertutup itu, tidur menjadi satu.
Tapi tidak dengan Ali, sudah hampir lima kali Ali bolak-balik ke kamar mandi yang berada jauh dari perkemahan, Ali mengalami diare karena meminum kopi. Ali sampai tidak bisa tidur karena merasakan perutnya yang selalu saja mulas.
Jam tiga dini hari, Erika yang memang terbiasa bangun pada jam ini sudah duduk kebingungan karena tidak enak jika dia harus membangunkan Santi atau Linda untuk menemani dia ke kamar mandi, Erika memutuskan keluar tenda siapa tahu salah satu guru yang berasal dari pondok juga mempunyai kebiasaan bangun pada sepertiga malam.
Tidak ada yang bangun sama sekali, tapi Erika melihat Ali berjalan dari kejauhan menuju tenda, Erika keluar dan menunggu Ali sampai di tenda.
"kamu kenapa bangun?" Ali
"aku mau ke kamar mandi"
"ayo aku anter"
"bener?"
"iya"
Erika menatap wajah Ali yang terlihat pucat.
__ADS_1
"kamu habis dari mana?"
"dari kamar mandi juga" jawab Ali singkat
Erika mengambil handuk dan peralatan mandi lainnya dan juga sendal. Erika berjalan beriringan dengan Ali dengan jarak sekitar satu meter.
"kamu mandi?"
"iya"
"jam segini?"
"iya"
"enggak kayaknya seger, lagian juga aku udah terbiasa" Erika
Mereka akhirnya sampai di kamar mandi, Erika masuk ke kamar mandi dan Ali berjaga di luar, Ali memainkan ponselnya agar tidak bosan, Ali memang sudah tidak merasakan mulas setelah tujuh kali buang air besar tapi sekarang perutnya melilit karena lapar.
laper lagi jam segini (Ali)
Setelah beberapa saat Erika keluar dalam keadaan yang sangat segar, Ali sampai tak berkedip melihatnya, Erika yang salah tingkah sampai melempar hijab nya ke arah wajah Ali.
__ADS_1
"nggak boleh kayak gitu lihatnya" omel Erika
Ali tersenyum kepada Erika kemudian mencium hijab Erika yang sudah di pakai Erika semalaman ini.
"sini" Erika meminta kembali hijabnya
"enggak, aku akan simpan hijab kamu ini karena wanginya mengilhami "
"apaan mengilhami yang ada bau asem soalnya udah aku pake dari tadi"
Ali malah berjalan mendahului Erika dan tidak merespon perkataan Erika, Erika sedikit berlari agar sejajar dengan langkah Ali.
"sini hijabnya"
"enggak biar aku yang simpen buat kenangan"
"aneh-aneh aja kamu"
Mereka kembali ke tenda dan masih tidak ada yang bangun, Erika masuk ke tenda khusus dan menyimpan pakaian yang telah di pakainya karena sudah berganti pakaian dan hijab baru di kamar mandi saat selesai mandi tadi.
Erika menunaikan sholat malam nya dengan khusuk karena meskipun sepi setidaknya Erika tidak sendiri. Ali mengintip apa yang Erika lakukan, niat hati untuk meminta di buatkan mie instan oleh Erika malah Ali melihat kekhusukannya Erika dalam melakukan sholat malam.
__ADS_1
salah satu penyesalan gua adalah di usia gua yang sekarang gua masih belajar ilmu agama yang seharusnya udah gua kuasai sejak dini, kalau aja gua nggak terlambat mempelajari semua ini pasti sekarang gua bisa jadi imam buat Erika dan juga gua bisa lebih baik lagi (Ali)