Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 63


__ADS_3

Ali yang melihat Erika tersipu merasa hatinya senang.


"ini teh buat kamu sama papa, sekarang kamu bawa ini ke meja kamu minum di meja sama papa" Erika menyerahkan nampan berisi dua cangkir teh kepada Ali


"katanya tadi minta ditemenin? "


"kan udah ada mbok Ijah iya kan mbok? " Erika


"iya den biar mbok yang temenin eneng di dapur"


"ya udah deh, titip calon istri Ali ya mbok"


"tenang atuh aden... mbok jagain dengan baik"


"udah sana"


"iye iye"


Ali berlalu dengan nampan di tangan nya.


Erika dan mbok Ijah melanjutkan memasak makanan untuk semua orang, semua makanan hampir matang dan sang surya sudah mulai menampakkan sinarnya.


"loh Erika bantuin mbok Ijah masak? jadi malu kan ini mama baru bangun soalnya mama lagi datang bulan" Reni masih lengkap dengan piyama dan sandal tidurnya menghampiri Erika dan mbok Ijah di dapur.


"bukan eneng yang bantuin mbok Nya tapi mbok yang bantuin eneng soalnya ini yang masak eneng semua Nya"


"waduh idaman banget sih " Reni memeluk Erika dengan gemasnya.


"mama nggak sabar pengen cobain masakan calon mantu mama, mama mau pamer ke temen-temen arisan mama besok kalau mama bakalan punya mantu yang cantik, jago masak, sholehah lagi iya kan mbok? "


"iya Nya"


"ya udah mama mau mandi dulu setelah itu kita sarapan bareng ya"

__ADS_1


"iya mah"


Setelah selesai masak Erika pamit kepada mbok Ijah untuk mandi.


Erika melewati ruang santai dimana disana ada Ali dan Heru.


"sayang! "


Erika berhenti karena merasa panggilan sayang itu di tujukan untuknya. Ali menghampiri Erika yang sudah akan menaiki tangga.


"kamu mau mandi? "


"iya tapi aku g ada baju ganti lagi"


"nggak apa-apa kamu mandi aja aku cariin baju gantinya"


"iya, aku nyapa Om Heru dulu ya"


Erika melirik Ali kemudian berjalan ke arah papanya Ali.


"om... "


Erika menyalami tangan Heru.


"nak... duduk"


Erika duduk di seberang Heru yang sedang melihat-lihat berita di ponselnya.


"semalam Om ke rumah kamu Om kira kalian semua udah pulang nggak tahu nya masih di sini"


"iya Om"


"nak.... Om boleh minta tolong sama kamu? "

__ADS_1


"minta tolong apa Om? "


"bimbing Ali menjadi lebih baik, dia seorang laki-laki dan nantinya akan menjadi seorang pemimpin, entah itu pemimpin perusahaan atau rumah tangga. Om ingin dia lebih dewasa dan Om lihat dia sangat nurut dengan kamu nak"


"seharusnya bukan saya Om yang membimbing Ali tapi hatinya sendiri, ketika dia mau pasti dia akan berubah dengan sendirinya. Om do'akan saja agar keputusan Om menaruhnya di pondok akan menjadikan dia orang yang lebih baik lagi "


"kamu benar tapi setidaknya dia menjadikan kamu sebagai motivasi nak, kamu bisa bantu dia menjadi lebih baik"


"insyaallah Om"


"pasti ngomongin aku" Ali duduk di sebelah Heru.


"enggak papa cuma tanya-tanya sama ning Erika "


"jangan panggil ning Om, Erika aja"


"iya nih papa, Erika kan calon mantu papa"


Erika melototin Ali yang dibalas tawa oleh Ali.


"Om Erika pamit mandi dulu "


"oh iya silahkan nak"


Erika mengundurkan diri dari area ruang santai menuju kamar Ali untuk mandi.


Tok... tok... tok...


Erika membuka pintu kamar Ali yang di ketuk daei luar oleh seseorang.


"nih baju gantinya"


"cepet banget dapat dari mana? "

__ADS_1


__ADS_2