Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 69


__ADS_3

Hubby : aku ingin layak bersanding dengan kamu


Erika : ok


Hubby : ok apa dik? jangan marah dong, kamu tahu kalau aku selalu sayang kamu, keluarga aku juga semuanya suka sama kamu, aku udah bertekad supaya aku bisa menjadi lebih baik dari hari-hari kemarin supaya kita bisa bersama-sama dapat ridha dari Allah di dalam pernikahan kita nanti


Erika : iya aku tahu


Hubby : jangan marah ya aku akan bilang ke mama sama papa tentang abah


Erika : bilang apa?


Hubby : aku pengen serius sama kamu tapi kamu temenin aku ya selagi aku dalam fase melayak kan diri agar pantas bersanding dengan kamu dik


Erika : jangan bahas antara layak dan tidak, semua manusia di mata Allah derajat nya sama tidak ada yang lebih tinggi atau pun lebih rendah


Hubby : iya ustadzah... calon istri aku yang cantik, dik aku boleh minta satu hal?


Erika : apa?


Hubby : aku pingin kamu panggil aku dengan sebutan mas, kamu mau?


Erika : nggih mas


Seperti mendapatkan sebuah hadiah jackpot Ali sangat kegirangan


"yes yes yes argh... yes"Ali berjingkrak kegirangan melihat isi pesan dari Erika yang bersedia memangnya dengan sebutan "mas"


"brisik lu Al" Rendi yang tengah tidur sampai terbangun karena ulah Ali yang kegirangan


"he he sorry sorry "


"ada ape sih lu? "


"pokonya hari ini gua bahagia banget, lu cepet sembuh dong gua mau traktir lu makan semau lu di mana aja dan sebanyak apapun "

__ADS_1


"iya iya tunggu gua baikan gua tagih janji lu"


"siaaap"




Dua hari setelah chat panjang Ali dan Erika orang tua Ali datang ke kediaman Erika bersama dengan nenek Ali juga.



Mereka berniat untuk menjadikan Erika sebagai menantu mereka.



Setelah cukup basa-basi akhirnya Heru mengutarakan maksud kedatangan mereka.




"saya *manut* saja apa yang menjadi keputusan bapak-ibu toh saya ini pihak perempuan jadi trima-trima saja selagi keputusannya itu baik untuk masa depan anak-anak "



"alhamdulillah kalau begitu menurut pak kyai, lalu bagaimana selanjutnya? apakah mau langsung kita nikah kan? "



"kalau itu bagaimana mereka saja pak Heru"



"nak Erika bagaimana? " Heru memberikan keputusan penuh pada Erika dan Ali untuk hal ini

__ADS_1



"sebelumnya Erika mau minta maaf jika nanti ada salah kata yang terucap dari Erika, abah... papa... langsung saja Erika tidak buru-buru untuk menikah, mas Ali bilang beliau pingin menjadi "orang" dulu dan Erika menghargai keputusan mas Ali toh Erika juga punya kakak perempuan yang seharusnya lebih dulu menikah dari Erika. Bagaimana pah? abah? "



Heru hanya mengangguk setuju dengan keputusan Erika.



"bagaimana pak kyai? " Heru



"kalau mereka yang menjalani saja sudah mengambil keputusan seperti itu kita mau apa lagi bukan begitu pak Heru? "



"iya pak kyai, tapi ijinkan kami melakukan satu hal untuk perjodohan ini"



"apa itu pak Heru? "



"begini pak Kyai saya berniat mengikat calon mantu saya ini dengan ikatan pertunangan apa boleh? " Reni akhirnya angkat bicara



"ini dalam islam seperti khitbah atau lamaran jadi saya akan mengijinkan proses ini "



"alhamdulillah... "

__ADS_1


__ADS_2