Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 64


__ADS_3

"ini baju mama, critanya mama beli ini tapi kekecilan jadi sama mama nggak di pake"


"terus yang ini punya mama juga? "


Erika sangat malu mendapati ada satu set pakaian dalam wanita di tangan Ali.


"enggak lah, ini aku beli pas kemaren kita ke boutique itu"


"jadi kamu simpen ini sama kamu? "


"ketinggalan di mobil"


"oh... "


"ya udah sana mandi habis ini kita sarapan terus balik ke pondok"


"iya"


Erika kembali menutup pintu kamar kemudian segera mandi.




"mah... kita tunggu Erika"



"mama nggak sabar Al, masakan Erika enak banget" Reni kembali menyomot makanan yang sudah tertata di atas meja dengan garpu dan sendok di kedua tangan nya.



"mama nggak sopan loh" Ali



"iya iya mama berhenti "



Erika dengan pakaian yang diberikan oleh Ali tadi terlihat anggun, gamis dengan bagian bawah yang menjuntai menutupi tubuh bagian bawah Erika sampai mata kaki.



"mah tuh liat calon mantu mama cantiknya masyaallah " Heru menyenggol lengan istrinya yang matanya masih saja jelalatan ingin mengambil makanan di atas meja.


__ADS_1


"aargh.... cantiknya calon mantu mama " Reni sedkit berlari ke arah Erika dan memeluknya



"gamis ini muat sama kamu loh untung mama masih simpen "



"iya mah"



"ayo sayang kita sarapan dari tadi mama udah nyemilin masakan kamu hi hi hi"



"iya mah"



Mereka semua melakukan sarapan bersama pagi ini, setelah sarapan semua orang bersiap untuk pergi kembali ke pondok.



Ali dan Heru duduk di depan sedangkan Erika dan Reni duduk di kursi belakang. Reni menyiapkan beberapa makanan untuk Alisyah. Perjalanan selama satu jam di tempuh dengan suka cita, tidak hanya Ali dan keluarganya, Erika juga merasa senang bisa merasakan kehangatan di tengah keluarga yang lengkap.




Mobil parkir tepat di depan rumah Erika, tanpa aba-aba Erika turun lebih dulu setelah Heru mematikan mobilnya.



Erika berlari ke dalam rumah.



"assalamualaikum abah... abah.... " Erika melepaskan sepatunya sambil berteriak-teriak memanggil abahnya.



Dari arah dalam rumah keluar seorang laki-laki paruh baya yang sangat Erika rindukan.



"abah... " Erika menghambur ke pelukan abahnya sambil menangis.

__ADS_1



"ha ha ha ini kenapa toh pulang-pulang kok malah nangis " Kyai Ghufron membalas pelukan putrinya yang kini telah beranjak dewasa itu.



"hiks... hiks... hiks... "



"assalamualaikum pak kyai" Heru, Reni dan Ali mendekati kyai Ghufron dan Erika yang masih berpelukan.



"waalaikum salam... monggo pak Heru silahkan masuk, wes to nduk ada tamu ini loh kok kayak anak kecil kamu ini"



Erika sesenggukan melepas pelukan abahnya.



"kenapa sayang? " Reni memegangi kedua pundak Erika dan menenangkan gadis itu.



"nggak papa mah, Erika masuk dulu mah"



"iya sayang"



*ya Allah anakku sudah se akrab itu dengan orang tua Ali, apakah memang ini sudah saatnya melepaskan putriku untuk menikah dan melanjutkan hidupnya bersama pria pilihannya? ya Allah apa aku sanggup*? (Ghufron)



Ali dan kedua orang tua nya mengikuti kyai Ghufron masuk dan duduk di ruang tamu, beberapa saat kemudian Salsa datang dengan Aab dan nampan di tangan Salsa yang berisikan teh dalam cangkir.



"ini pengantin barunya" Reni



Salsa dan Aab tersipu mendengar julukan yang di berikan Reni pada mereka berdua.

__ADS_1



"silahkan di minum pak buk"


__ADS_2