
Erika memeluk perut Reni dan sekuat tenaga menariknya agar mundur dari pertikaian itu tapi Reni yang memang notabene lebih tinggi dan lebih besar dari Erika sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.
"mama cukup mah udah mah.... "
"Alisyah jangan Alisyah lepaskan dia... "
Teriakan Erika sama sekali tidak dihiraukan oleh kedua orang yang itu.
"mama kesel pah masa dia bilang Erika kampungan dia bilang aku nantinya hanya akan menjadikan Erika seperti pembantu, gimana aku nggak kesel pah? "
"bener dia ngomong gitu? " Heru
"iya pah masa dia dateng-dateng udah ngebully kak Erika aja wajar dong mama marah" Alisyah
FLASHBACK ON
Erika terlempar sampai jatuh ke lantai kemudian di bantu Ali untuk berdiri.
"ada apa ini? " Ali
"pisahin mama mas" Ali dan Heru gercep menarik dua wanita yang tidak lain adalah Reni dan Alisyah
Mereka menarik Reni dan Alisyah keluar aula dan kemudian masuk ke kamar hotel.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
"aku nggak mau tahu pokoknya papa putus hubungan kerjasama sama suaminya Jessy aku nggak sudi pah "
"mama.... " Erika duduk di antara Reni dan Alisyah
"mama tenangin diri dulu ya mah jangan marah lagi, coba ikutin Erika"
Erika menarik nafas kemudian diikuti Reni lalu menghembuskan pelan-pelan.
Erika menuntun Reni untuk membaca taawudz beberapa kali.
"udah lebih tenang mah? " Heru
Erika tertawa cekikikan melihat tingkah Reni
"kok kamu bisa-bisanya ketawa? " Ali
"maaf-maaf... mama Reni yang cantik... " Erika menggenggam kedua tangan Reni yang ada di pangkuannya
"tidak semua orang akan suka kepada kita mah, mau sebaik apapun kita jika orang itu tidak suka maka akan tetap tidak suka tapi mau seburuk apapun kita kalau mereka suka maka akan tetap suka, tidak perlu menjelaskan kebaikan kita kepada semua orang mah... Erika bahagia sekali mama sampai segitunya membela Erika tadi juga Alisyah, " Erika menarik tangan gadis belia yang juga duduk di sisi Erika.
"kamu dan mama saja sudah cukup, aku tidak butuh orang lain untuk percaya bagaimana aku cukup orang sekitar saja aku tidak butuh kepercayaan orang lain"
__ADS_1
"hwaaa.... kenapa kamu begitu baik? " Reni menangis sejadi-jadinya kemudian berpelukan dengan Erika dan Alisyah, Erika malah kembali tertawa melihat tingkah Reni yang menurutnya sangat lucu itu.
"kamu tadi jatuh karena terdorong oleh mama? mana yang sakit? " Reni memeriksa tubuh Erika
"gapapa mah nggak ada yang sakit kok"
"maafin mama ya hiks... hiks... hiks... mama bikin malu"
"he he he" Erika tak henti-hentinya tertawa melihat air mata Reni yang tidak ingin berhenti tapi mulutnya masih saja mengoceh.
*entah sejak kapan aku tidak menyadari bahwa Erika telah sukses mengambil hati keluargaku, mama dan Alisyah sampai segitunya membela Erika yang di bully oleh teman arisan mama itu, bahagia sekali melihat pemandangan yang sangat menyejukkan hati* (Ali)
"tinggal urusan sama nenek nih, nenek pasti ngomel karena mama bikin onar" goda Ali
"mama bakalan bilang kalau Jessy menghina cucu menantunya, ibu pasti membela mama"
*memang benar sih nenek pasti bakalan membela mama, apalagi tante Jessy sudah menghina keluarganya nenek nggak mungkin tinggal diam* (Ali)
"udah-udah sekarang kamu benahin dandanan sama bajumu mah" Heru
"tapi papa janji harus putisin kerjasama dengan suaminya Jessy"
__ADS_1
"iya mah.... astaghfirullah.... "