
Meskipun Erika menolak tapi Reni tetap menarik Erika masuk ke kamar Ali yang berada agak jauh dari kamar Reni tapi berada di lantai yang sama.
"ini kamar Ali yang nantinya akan menjadi kamar kamu juga"
astaghfirullah tante Reni beneran bikin aku malu tanpa tedeng aling-aling, ya Allah bantu aku menguasai diri agar bisa tetap tenang (Erika)
Erika yang hanya diam membuat Reni bertanya-tanya apakah ada kata-kata nya yang salah.
"kenapa nak apa mama salah ngomong? "
"enggak mah eh maksud Erika bukan gitu tapi.. aaarrgghh... astagfirullah " Erika memalingkan tubuhnya karena Ali mendadak keluar dari kamar mandi hanya mengenakan lilitan handuk di bagian bawah tubuhnya.
Erika berlari keluar kamar Ali dan menenangkan dirinya di luar kamar.
"maaf sayang mama lupa kalau Ali sedang mandi" Reni mengikuti Erika keluar kamar.
"nggak apa-apa mah"
"ya udah ayo turun kita tunggu Ali di ruang TV aja"
Mereka berdua turun dan mulai duduk di shofa ruang TV.
"papanya Ali lama banget ya jam segini belum pulang "
"nggak apa-apa mah kita tunggu aja"
Ali menuruni tangga mengenakan kaos putih dengan celana pendek selutut, terlihat santai tapi tetap casual.
"seger banget, sayang kamu mau mandi? " Ali duduk di sebelah mamanya dan bukan di sebelah Erika
"iya Er kamu mandi gih sekalian nunggu papa nya Ali pulang "
__ADS_1
"iya mah"
"ayo aku anter"
Erika melotot ke arah Ali
"anter ke kamar aku maksud nya"
"Erika mandi dulu mah"
"iya sayang"
Erika berjalan lebih dulu di depan Ali yang mengikutinya dari belakang.
Bau harum parfum Ali menyeruak di hidung Erika, bau parfum yang hampir beberapa waktu ini familiar di hidung Erika.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar Ali kemudian Ali menutup pintunya.
"enggak"
"jangan berani macam-macam kamu kalau kamu nggak mau aku teriak "
"teriak aja kamar ini kedap suara kok he he"
"keluar! "
"enggak"
Ali mengambil handuk putih dari lemari dan menaruhnya di atas ranjang.
"aku cuma mau ambilin handuk buat kamu sayang... aku udah janji dan itu nggak akan pernah aku langgar lagi"
__ADS_1
Erika masih diam saja di tempatnya berdiri.
"udah sana mandi, aku keluar yah aku tunggu kamu di bawah sama mama"
Ali meninggalkan Erika sendirian di kamarnya yang luas.
"astaghfirullah untung dia nggak macem-macem "
Erika mengambil handuk yang di ambilkan Ali untuknya kemudian masuk ke kamar mandi dan mulai mandi.
Setelah hampir setengah jam Erika keluar dari kamar Ali menuju ke ruang TV di mana Ali dan Reni masih setia menunggunya di sana.
"gimana sayang? udah segeran kan? "
"iya mah"
"kamu mau coklat hangat? aku ambilin ya bentar " Erika belum menyetujui perkataan Ali tapi Ali sudah melesat ke dapur.
"dasar anak itu, gimana Alisyah di pondok Er apa masih suka nangis?"
"udah enggak mah, Alisyah udah mulai kerasan"
"sukur deh kalau gitu"
"ini coklat hangat nya, satu untuk mama satu untuk calon istri aku yang sholehah "
"makasih sayang... oh ya mama mau tanya sesuatu dong? "
"tanya apa mah? " muka Ali dan Erika berubah serius
"ha ha ha kalian jangan serius-serius gitu mama cuma mau tanya panggilan sayang Ali ke Erika apa dan juga Erika ke Ali panggilnya apa? "
__ADS_1