
"jadi bagaimana pak kyai? " Heru meminta persetujuan sang calon besan.
"maaf sebelumnya pak Heru saya tidak bisa memberi ijin kalau selama itu, Nashwa juga harus mengajar dan lagi anak-anak sebentar lagi akan ujian to? "
"baiklah pak kyai saya mengerti, tapi apa boleh jika dua hari pada hari resepsi nak Nashwa menginap di sana? toh ada pak kyai juga di hari itu karena pak kyai mengisi tausiah di tempat adik saya"
setelah berdiam lama akhirnya Ghufron memutuskan sebuah keputusan
"ya sudahlah Nashwa akan berangkat bersama saya di hari itu"
"alhamdulillah.... jadi hari itu saya akan kesini untuk menjemput pak kyai dan nak Nashwa"
"iya pak Heru, monggo di minum teh nya"
"enggeh pak kyai"
*Hubby : hemmm berasa udah berhari-hari nggak ketemu kamu dik*
Erika : he he he kamu lebay, baru juga beberapa jam lalu
*Hubby : kamu* **bikin** *rindu*
Erika : jangan rindu, rindu itu berat
*Hubby : astagfirullah calon istri mas sweet banget, suka nyontek dialog film*
Erika : he he he biar kayak anak muda jaman sekarang mas 😁
*Hubby : nggak sabar pengen cepet-cepet hari sabtu*
Erika : emangnya kenapa hari sabtu?
__ADS_1
*Hubby : abah nggak bilang*?
Erika : bilang apa mas?
*Hubby : papa minta ijin abah ngajak kamu ikut acara ini, tapi abah nggak ijinin kalau selama itu jadi papa minta abah untuk ngajak kamu di acara resepsinya soalnya abah juga ngisi tausiah di sana nanti*
Erika : abah nggak bilang apa-apa mas
*Hubby : belum paling dik*
Erika : ya udah mas aku tidur yah udah malam
*Hubby : iya sayang... jangan lupa baca doa*
*Hubby : waalaikum sayang*....
Erika : mas.... 😓
*Hubby : he he he iya iya sayang maaf. waalaikum salam*....
Erika mematikan data ponselnya kemudian menaruhnya di atas nakas yang berada di samping ranjang single bed miliknya.
__ADS_1
Erika mencoba memejamkan mata tapi rasanya bayangan Ali menari-nari di otaknya
"astagfirullah kenapa kebayang mas Ali terus sih, udah Erika kamu harus tidur besok udah harus ngajar lagi"
Beberapa waktu kemudian Erika sudah terlelap.
"kopiny bu Er" Linda nyelonong masuk ke ruangan Erika yang tidak tertutup
"makasih bu Linda... "
"tumben bu Er mau kopi? "
"nggak tahu nih bu Er mata kayak pengen merem aja dari tadi"
"hemmm saya tahu nih pasti bu Er nggak semangat hari ini karena nggak ada sang pujaan hati yaitu pak Ali iya kan? "
"apaan sih bu Linda... nggak kayak gitu kok" Erika mengaduk-aduk kopi di hadapannya dengan sendok kecil yang di bawakan Linda beserta kopi tadi.
"ciye... yang kangennya udah sampek ke ubun-ubun, padahal belum sehari loh nggak ketemu
"apa ini ciye ciye? " Roy masuk dengan muka garangnya ke ruangan Erika
"eh pak Roy" Linda mendadak menjadi diam kemudian pamit keluar dari ruangan Erika
"saya permisi dulu bu Er"
"iya bu Linda, pak Roy ada yang bisa saya bantu? "
"saya mau bu Erika ikut di acara penyuluhan di hari sabtu besok"
"sabtu pak? maaf pak Roy saya nggak bisa karena ada acara"
"lalu saya harus menyuruh siapa lagi? "
"pak Roy? "
"ini seminar untuk wanita, tentang daerah kewanitaan dan haid dan sebagainya, apa saya yang harus ikut? "
"tapi saya ada acara pak"
"nggak lama bu Er cuma dua jam, ok saya anggap bu Er setuju "
__ADS_1
"tapi pak.... "
Roy sudah pergi menjauh