
Ali menerima paket kilat dari orang tuanya yang berisi beberapa setel baju olahraga milik Ali, semalam setelah mendapat persetujuan dari pak kyai untuk menjadi guru olahraga, Ali segera menghubungi orang tuanya melalui pengurus pondok untuk mengirimkan pakaian olahraga miliknya secara kilat agar besok bisa langsung memakainya karena untuk membeli yang baru maka akan mengurangi uang sakunya.
Orang tua Ali sangat senang mendengar bahwa anaknya mau membantu disana, karena sebelumnya Ali adalah orang yang tidak begitu perduli pada sekitarnya. Tapi sekarang bahkan dia mau menjadi guru olahraga disana secara cuma-cuma.
(ingat kata CUMA-CUMA ya reader 😂)
Aku menyiapkan perlengkapan ku untuk mengajar pagi nanti setelah itu aku membantu Salsa memasak di dapur agar cepat selesai sebelum sholat subuh nanti.
Salsa menyiapkan kotak makan ku dan ada beberapa lagi kotak makan disana. Tradisi di pondok memang seperti itu, bagi santri pondok yang mau mengajar di sekolahan akan mendapatkan bekal, karena mereka yang mau mengajar di sekolah tidak di bayar dengan penuh selayaknya guru yang lain, melainkan seikhlasnya saja dan juga tidak setiap bulan mendapatkan upah itu. Semua itu karena sekolahan masih satu yayasan dengan pondok jadi akan lebih meringankan pihak pondok jika ada santri yang mau tulus membantu mengajarkan ilmunya secara cuma-cuma.
"itu kotak makannya kayak lebih deh Sa"
"enggak Er emang segini"
__ADS_1
"kan biasanya cuma tiga sama punyaku jadi empat"
"kata abah ada guru baru dari pondok, ituloh anak orang kaya yang waktu itu tuh..."
"o... orang kota itu? ngajar apa dia?"
"olahraga katanya"
"jangan menilai orang dari luarnya Er soalnya banyak yang nipu ha ha ha"
"iya sih, eh udah adzan ayo subuhan dulu"
__ADS_1
Aku dan Salsa meninggalkan dapur dan menunaikan sholat subuh berjamaah dengan semua santri putri di musholah pondok.
Kegiatan selanjutnya yaitu tausiah dan ngaji kitab yang biasanya di pimpin salah satu ustadzah di pondok, sedangkan di musholah putra, abah lah yang memimpin sholat dan tausiah pagi setiap harinya.
Jam menunjukkan pukul setengah enam tanda pengajian harus usai dan semua santri akan bersiap untuk pergi ke sekolah begitu juga aku, aku harus segera bersiap untuk pergi mengajar di sekolah.
Ali telah siap dengan pakaian olahraga dan juga sebuah kertas jadwal yang di pegang nya, seseorang bernama Iqbal yang telah memberikan jadwal itu pagi buta tadi, dan kebetulan hari ini adalah jam pertama Ali harus mengajar olahraga.
Ali sangat antusias untuk mengajar mengingat dia harus mendapatkan uang untuk bisa kabur dari pondok. Ali bergegas ketika jam sudah menunjukkan pukul 06:45, karena jarak sekolah dengan pondok memang tidak begitu jauh, Ali memilih berjalan kaki yang bertujuan untuk meregangkan ototnya karena memang sebenarnya olahraga bukanlah bidangnya.
Di jalanin aja dulu, nanti juga pasti ada buku panduannya gua tinggal ngikutin aja apa yang ada di buku, dan nanti gua juga akan searching di internet tentang olahraga dari laptop sekolah.
(Ali)
Setelah sampai di sekolah Ali terlebih dulu di panggil ke kantor untuk diperkenalkan kepada dewan guru lainnya, setelah itu Ali mulai mengajar pada jam pertama di kelas X.
__ADS_1
nggak ada tanda tangan kontrak atau apa gitu? langsung ngajar aja? emang ya sekolah menengah ke bawah sangat berbeda dengan sekolah elit, ya sudahlah pokoknya gua ngajar aja biar cepet dapet duwit. (Ali)