Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 54


__ADS_3

"ya udah kita nggak putus" suara Erika yang lirih hampir tidak terdengar oleh Ali, jika saja deru mobil sedikit lebih keras lagi Ali akan benar-benar tidak mendengar apa yang Erika katakan.


"bener?" Ali


"iya... ih nyebelin banget sih udah dibilang iya juga " Erika terlihat sewot karena dia salah tingkah


"alhamdulillah..."


"kali ini kalau kamu melanggar apa saja yang aku syaratkan dulu aku beneran bakalan mengakhiri hubungan ini" ancam Erika


"maaf ya sekali lagi, aku nggak akan janji lagi tapi doain aku bisa memegang persyaratan dari kamu dan tidak mengingkarinya"


"aamiin..."


bahkan aku tidak bisa menghindari dosa yang sebenarnya bisa aku tinggalkan, aku tidak bisa munafik jika sebenarnya aku juga sudah mulai mencintai Ali bahkan aku sendiri pun tidak tahu kapan dan bagaimana ini dimulai (Erika)


Perjalanan terhenti karena hujan semakin deras dan arus lalu lintas menjadi sangat lambat karena jalanan yang licin dan tak jarang ada tanjakan.


"macet?" Erika


"iya kayaknya, di depan pada berhenti semua, bentar coba aku telepon Rendi dulu"


tut...tut...tut...


"assalamualaikum...ya Al?"


"waalaikum salam, di depan ada apaan? kenapa macet gini?"


"ada polisi di depan kasih anjuran biar jalannya pelan-pelan aja soalnya jalanan licin"


"ok"


"assalamualaikum..." Erika menegur Ali dengan matanya yang melotot karena Ali hanya berkata ok kepada Rendi untuk mengakhiri percakapan mereka


"assalamualaikum..." Ali nyengir sambil mengucapkan salam kepada Rendi yang ada di seberang sana.


"waalaikumsalam..."


bib !


"jangan jadi kebiasaan nggak ngucap salam" Erika


"iya sayang maaf, makasih ya udah di ingetin"


"iya"

__ADS_1




*ya Allah sampai kapan nih di jalan terus, dari tadi nggak nyampek-nyampek kalau jalannya merayap kayak gini, mana udah gelap mendung pula* (Erika)



"mikirin apa?" Ali menopang dagunya dan menghadap ke arah Erika yang sepertinya mulai bosan



"kok nggak berhenti-berhenti ya hujannya?"



"hujan itu anugerah dari Allah di syukuri aja, pasti ada hikmahnya kok"



"iya sih, tapi kayaknya ini udah masuk waktu sholat maghrib deh"




"eh iya udah masuk waktu nih"



tok...tok...tok...



Seseorang mengetuk kaca mobil Ali, Ali menurunkan sedikit kaca mobilnya karena masih hujan, laki-laki itu membawa payung dan menenteng kantong plastik berisi makanan.



"ada apa pak?" Ali



"di depan ada kecelakaan kalau mau turun dulu turun aja nih saya habis beli ketoprak tadi, macetnya masih lama" laki-laki itu setengah berteriak karena suaranya sama-sama keras dengan air hujan yang jatuh di atap mobil Ali.


__ADS_1


"iya pak makasih"



Laki-laki itu melanjutkan perjalanannya ke mobil-mobil lain untuk mengatakan hal yang sama.



"mau turun? tuh disana kayaknya ada musholah" Ali menunjuk keluar jendela dan Erika mengikuti arah jari Ali yang mengarah ke sebuah musholah kecil yang gelap akibat padam listrik.



"boleh"



Ali mencari-cari payung di mobilnya tapi ternyata tidak ada.



"nggak ada payung kita lari aja ya"



"iya"



Ali lebih dulu turun kemudian membukakan pintu untuk Erika yang kemudian mereka lari bersama ke tepi jalan, dan secepat kilat melesat ke arah musholah yang telah gelap.



"mau jamaah?" Erika



"sholat sendiri-sendiri aja"



Erika lebih dulu masuk kemudian mengambil wudhu dan sholat, Ali memberikan cahaya lampu ponselnya agar sedikit ada penerangan di dalam musholah.



*bukannya aku nggak mau sholat jamaah bareng kamu tapi aku merasa belum layak di bandingkan kamu, kamu akan menjadi makmum ku tapi aku belum begitu fasih dan lancar membaca bacaan sholat. Maaf* (Ali)

__ADS_1


__ADS_2