Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 37


__ADS_3

Ali tidak membiarkan Erika membawakan belanjaannya ke bagasi mobil jadilah Erika hanya menata-nata apa yang Ali berikan padanya di bagasi mobil.


"udah selesai"


"kami beli mie instan satu kardus buat apa?"


"buat dimakan soalnya sekarang aku suka mie instan"


"sekarang suka mie instan? emangnya dulu nggak suka?"


"bukannya aku nggak suka tapi aku nggak pernah makan, baru di pondok aku tahu rasanya mie instan itu enak, masuk!"


Erika menuruti perintah Ali untuk masuk ke mobil kembali.


"kenapa kamu nggak pernah makan mie instan?" Erika kembali menanyakan yang menurutnya belum tuntas


"mama nggak pernah kasih aku makan mie instan"


Ali melajukan mobilnya.


"kenapa?"


"kata mama nggak sehat"


hemmm orang kaya (Erika)


ring...ring...ring...


Ponsel Ali berbunyi terlihat wajah Rendi terpampang di layar ponsel itu.


"ada telpon nih dari Rendi"


"kamu tolong angkat ya aku lagi nyetir"

__ADS_1


"kan bisa minggir dulu bentar"


"entar kita jadi makin lama loh perjalanannya nggak nyampek-nyampek ini"


iya juga (Erika)


"assalamualaikum kak Rendi..."


"waalaikum salam...eh kamu Er yang angkat, Ali nyetir ya?"


"iya kak, ada yang mau di sampein?"


"sayang kamu spiker dong aku mau ngomong sama Rendi" Ali sengaja berteriak memanggil Erika dengan sebutan sayang agar Rendi mendengarnya, Erika yang melotot ke arah Ali karena kesal mendengar Ali yang berteriak memanggilnya sayang.


Erika menuruti Ali untuk menyalakan speaker ponselnya agar terdengar suara CS nya itu yang berada di seberang sana.


"hai bro udah nyampek mana lu?" Rendi


"siap bro, lu jagain tuh adek gua baik-baik ya"


"pasti lah, ya udah assalamualaikum..."


"waalaikumsalam..."


Sambungan telepon terputus, sekarang giliran Erika yang akan ngomel ke Ali karena Ali sengaja di depan Rendi bilang sayang.


"kamu melanggar janji" Erika


"janji apa sayang?"


"kamu harusnya nutupin hubungan kita kan dari orang lain tapi kenapa kak Rendi tahu?"


"dari awal juga Rendi udah tahu kalau aku ngejar kamu, lagian cuma Rendi kok jangan marah ya"

__ADS_1


"nggak bisa gitu dong tetep aja itu melanggar kesepakatan kita"


"iya iya terus aku harus gimana nih biar kamu nggak marah?"


"au ah"


"ih ngambek loh, kamu kalau ngambek cantik loh pengen aku...ci..."


"astaghfirullah... nggak boleh sana-sana jauh-jauh dari aku " belum Ali menyelesaikan perkataannya yang sengaja di ganting Erika sudah heboh menjauhkan dirinya dari Ali.


"ci apa? kan aku belum selesai ngomong"


"emangnya ci apa?"


"pengen aku cintai sepenuh hatiku ha ha ha"


"dasar"


"ha ha ha oh iya kenapa kamu panggil Rendi kakak? bukannya kita semua seumuran?"


"enggak lah kak Rendi itu kakak kelas aku dua tahun di sekolah dulu, kak Rendi itu temennya mbak Nia"


"Loh berarti kita beda dua tahun dong soalnya aku sama Rendi seumuran"


"iya kali"


mukanya baby face banget aku kira dia seumuran aku ternyata seumuran mbak Nia (Erika)


wah pas nih kalau aku sama Erika beda dua tahun jadi lebih tua aku kan cocok jadinya, jadi aku bisa memimpin dia nanti (Ali)


"sayang... jangan marah ya"


"hem... enggak" jawab Erika lembut

__ADS_1


__ADS_2