
apa yang udah gua lakuin? gua udah janji nggak akan sentuh dia, tapi gua malah cium dia dengan paksa. Kenapa gua bodoh banget, pasti sekarang hatinya sangat hancur (Ali)
Ali tidak mengejar Erika karena pasti Erika butuh waktu sendiri, Ali hanya memastikan bahwa Erika selamat sampai tenda, setelah melihat Erika sudah masuk ke tenda akhirnya Ali merasa lega.
Ali duduk di bawah pohon, terdiam tanpa melakukan apapun. Pikirannya kacau mengingat perlakuannya kepada Erika barusan.
"bodoh! aarrghh...." Ali berteriak meluapkan kekesalannya.
"ada apa?" Rendi menepuk pundak Ali dan menjajari Ali.
"gua udah ngelakuin sesuatu yang bodoh Ren"
"lu berantem sama Erika gara-gara Santi?"
"lebih tepatnya karena kebodohan gua sendiri Ren"
"gua nggak akan tanya apa masalah lu yang terpenting sekarang lu tenangin diri dulu, setelah itu baru berpikir apa yang harus lu lakuin selanjutnya, karena kalau kita dalam keadaan yang kalut keputusan yang kita ambil hanya akan menjadi pelampiasan kemarahan dan itu pasti bikin nyesel pada akhirnya"
"iya Ren"
"ayo balik ke tenda"
"lu duluan aja, gua mau disini dulu"
"ya udah"
Erika langsung berbaring di samping Linda biasanya tidur, lampu yang mati membuat Erika leluasa menumpahkan air matanya yang terus berderai tanpa suara.
__ADS_1
*ya Allah ampuni hamba mu ini yang sudah sangat menjijikkan, hamba sangat kotor bantu hamba menyingkirkan lumpur yang menodai diri hamba, ampuni semua yang telah hamba lakukan ya Allah*...
*Abah... Erika kangen abah, maafin Erika bah sudah membuat abah kecewa, Erika salah bah maafkan Erika bah... hiks...hiks*... (Erika)
Di tempat lain....
Pak kyai masih khusuk dengan wiridnya ketika suara sebuah benda jatuh di ruang tamunya. Pak kyai Ghufron beranjak dari tempatnya bermunajat menuju sumber suara, terlihat foto putri tengahnya tergeletak di lantai dengan kaca di bingkai foto yang pecah berceceran dimana-mana.
Ghufron memungut foto itu.
"ya Allah aku berlindung kepada Mu atas keselamatan, kesehatan dan juga keberkahan semua putri-putri ku aamiin..."
Kyai Ghufron kembali lagi ke kamarnya setelah meletakkan foto Erika di meja.
Hari mulai merayap pagi, semua orang bergegas melakukan sholat subuh begitu juga dengan Erika dan yang lain. Setelah sholat subuh Iqbal memberikan ceramah beberapa menit, setelah ceramah selesai semua orang kembali ke tenda masing-masing. Erika merasakan matanya sembab dan kepalanya terasa pusing karena mungkin semalaman tidak tidur dengan benar.
"bu Er mau masak apa nanti?" Linda
__ADS_1
"apa aja bu Lin..."
Belum Erika menyelesaikan pembicaraannya tubuh Erika sudah tumbang di tengah lapangan.
Linda yang panik sampai berteriak-teriak di pagi buta yang dingin itu.
"tolong pak bu Erika pingsan" teriakan Linda membuat semua orang menghampirinya termasuk Ali, dengan cekatan Ali mengangkat tubuh Erika yang masih berbalut mukenah itu. Awalnya Rendi melarang namun Ali tetap mengangkat tubuh Erika ke tenda induk.
Linda memberi wewangian minyak kayu putih di pelipis dan menghirupkan nya di bawah hidung Erika sebagai usaha agar Erika cepat siuman.
Ali terlihat sangat khawatir atas kondisi Erika saat ini, ingin rasanya Ali memeluk gadis yang sudah di buatnya menangis semalaman dan meminta maaf kepadanya.
Linda menyentuh dahi Erika dan terasa hawa panas di sana.
"badannya panas pak" Linda
"gimana kalau kita bawa ke puskesmas terdekat?" Roy
"iya pak begitu lebih baik" Santi
"ya sudah saya siapin mobil dulu, bu Linda ikut sama saya, bu Santi tetap disini dengan yang lain ya" Roy
"iya pak"
"biar saya aja yang anterin dia ke puskesmas" Ali
Rendi menarik tangan Ali.
"udah biar sama pak Roy aja dulu lagian bu Linda juga sama dia kan?"
"ok lah"
__ADS_1
Roy memarkirkan mobil tepat di depan tenda induk, Roy turun dan berniat untuk menggendong Erika tapi kesempatan itu telah di ambil oleh Ali yang sudah sigap dengan tubuh Erika di pelukannya.