Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 21


__ADS_3

"sialan lu bikin kaget aja"


"lu ngeliatin siapa sih?"


"pacar gua dong" kata Ali dengan bangganya


"gua curiga jangan-jangan lu pacaran cuma sepihak"


"maksud lu?"


"ya lu nganggap nya pacaran tapi Erika enggak"


"sialan lu ngledekin gua mulu lu"


"Ali jangan kebiasaan ah mengumpat gitu, kalau nggak suka istighfar aja lebih enak di dengar"


"iya iya pak ustad sorry"


Sama seperti Ali dan Erika, Rendi juga mengajar di sekolahan, selain di sekolah Rendi juga guru ngaji jadi tak jarang kalau ada yang memanggil Rendi dengan sebutan pak ustad.


Ali meninggalkan Rendi sendirian menuju tumpukan bunga yang tertata rapi di pojokan ruangan, Ali mengambil satu tangkai bunga mawar asli dari sana.




Setelah prosesi akad nikah semua tamu undangan duduk di kursi yang telah di sediakan, Erika menemani Salsa untuk berganti pakaian di kamar bersama MUA, Nia dan Namira duduk terpisah, mereka duduk di kursi bersama para tamu yang lain.



Di tempat lain...



Ali memanggil salah satu santri putra yang masih kecil, kira-kira SMP kelas satu itu.



"ada apa kak?"



"Dendi kamu tolong kasih bunga ini ke cewek yang duduk disana ya yang pake kerudung pink ituloh, nanti kakak kasih uang jajan"



Anak kecil itu celingukan mencari seseorang yang di maksud Ali, setelah menemukannya Dendi mengangguk-angguk.



"ok "



"ok bagus nih aku kasih 20.000 mau?"


__ADS_1


"mau"



Setelah menerima uang dari Ali, Dendi segera mendekat ke arah gadis yang dituju.



"mbak, ini ada bunga dari dia" Dendi menunjuk ke arah Ali yang masih berdiri disana.



Ali melambai ke arah gadis itu tapi betapa kagetnya Ali karena ternyata gadis yang menengok ke arah dirinya bukanlah Erika, sadar bahwa dia salah orang Ali kemudian menautkan kedua tangannya tanda meminta maaf kemudian pergi meninggalkan tempatnya dari tadi berdiri.



*siapa cewek itu? tadi perasaan Erika pake baju kayak gitu, tapi kenapa jadi orang lain sih, sial malu banget gua* (Ali)



Ali pergi kembali ke kamar pondok dan mulai melucuti pakaiannya karena kegerahan, dengan hanya memakai kaos dalam Ali mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghasilkan udara dan agar membuatnya sedikit adem.



"gerah banget dah, masa bisa salah orang sih, perasaan tadi Erika pakai baju kayak cewek itu deh ah sial banget dah gua hari ini"



"di cariin lu malah disini"




"ayo keluar, lagi pada ribet juga diluar malah enak-enakan di mari"



"gerah Ren, lu aja sana gua mau ngadem bentaran"



"enggak ah ayo kesana, tadi kayaknya gua liat keluarga lu deh"



"beneran lu?"



"iya bener"



"ok ok gua ikut"


__ADS_1


Dengan segera Ali memakai kembali bajunya dan mengikuti Rendi untuk turun dan menuju rumah pak kyai.



"kok ke rumah pak kyai?" Ali



"udah sana masuk"



Ali yang di dorong oleh Rendi akhirnya masuk ke kamar tempat MUA berada, disana telah ada kira-kira empat orang laki-laki diantaranya ada Iqbal di tambah Rendi dan Ali jadi enam orang.



"lah ngapain disini Rendi"



"he he gua disuruh pak kyai cari orang buat jadi pagar bagus "



"hah? pagar bagus? enggak nggak mau gua"



"ayo mas di ganti pakaiannya sama yang ini, cepetan ya mas udah di tungguin"



mbak MUA itu memberikan dua buah beskap kepada Ali dan Rendi kemudian meninggalkan mereka di dalam kamar.



"nggak mau gua Ren ah lu apaan sih"



"udah nggak papa ada pagar ayu nya nanti kita bisa ngobrol sama pagar ayu"



"cewek mulu lu"



"yakin lu nggak mau?"



"nggak nggak apaan"



"ada Erika loh jadi pagar ayu nya"

__ADS_1


__ADS_2