
"setahu Salsa bah meskipun dia nakal tapi dia sayang sama Erika"
"apa dia cerita tentang hal ini sama kamu nduk?"
"mboten bah tapi perhatian Ali ke Erika yang membuat Salsa yakin kalau Ali sayang sama Erika"
"mungkin sudah waktunya abah melepaskan putri-putri abah untuk berumah tangga, ya sudah kamu balik ke kamarmu"
"enggeh bah"
Salsa kembali ke kamarnya kemudian menghubungi Erika, mata Salsa melirik jam dinding di kamarnya.
"udah hampir tengah malam pasti Erika sudah tidur"
Salsa akhirnya urung untuk menghubungi Erika.
Jam menunjukkan pukul tiga pagi, seperti biasa mata Erika sudah mulai terbangun, dimanapun Erika berada jika jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi maka dengan sendirinya Erika akan terbangun untuk menunaikan sholat malam.
Erika bergegas mengambil wudhu kemudian menunaikan sholat tahajud, sholat tasbih dan sholat hajat.
Beberapa saat kemudian dari kejauhan Erika mendengar suara murottal subuh berkumandang.
"alhamdulillah sudah subuh"
Entah mengapa Erika malah mengambil ponselnya dan mencari nomor bernama kan "hubby"
Panggilan tersambung tapi belum di angkat, Erika kembali mencoba lagi hingga tiga kali barulah seorang di seberang sana menjawab panggilan telepon darinya.
"*halo*... "
"assalamualaikum... bukan halonya dulu"
"*eh calon istri mas yang telpon, kenapa sayang kangen ya*? "
"udah subuh nih bangun sholat subuh"
"*ok deh calon istri, ya udah nih aku bangun*"
"mau sholat jamaah? "
__ADS_1
"*emmm... kamu duluan aja deh*"
"ok, assalamualaikum "
"*waalaikum salam*... "
*kalau Erika ngajakin gua jamaah pasti gua kena mental, gua bener-bener nggak siap, nggak pd juga* (Ali)
Akhirnya mereka berdua melakukan sholat subuh sendiri-sendiri.
Setelah sholat Ali menghampiri Erika ke kamarnya.
tok... tok... tok...
Erika segera membuka pintu karena mungkin saja yang datang adalah Reni.
"pagi sayang... " Ali
"aku kirain mama"
"kam di suruh juga"
"iya nggak apa-apa itung-itung belajar"
"mama belum bangun? "
"belum, tadi aku bangunin dia sholat subuh tapi katanya lagi halangan jadi papa yang bangun "
"oh... kamu mau temenin aku? "
"kemana? di kamar? "
"ih bukan, temenin aku ke dapur ya aku mau masak"
__ADS_1
"eh nggak usah nanti juga ada si bibik bentar lagi juga bangun"
"nggak apa-apa aku udah biasa habis subuh masak biar pas abah selesai tausiah bisa langsung makan"
"ya udah deh ayo aku temenin di dapur"
Ali dan Erika menuju dapur untuk memasak beberapa makanan khas rumahan. Sekitar lima belas menit berlalu terdengar derap langkah kaki menuju dapur.
"loh aden ngapain di dapur? loh ada si eneng juga?"
"lagi masak mbok" Ali
"tapi kan ada si mbok den"
"nggak apa-apa mbok biar hari ini calon mantu mama-papa yang masak"
"ih " Erika melirik tajam ke arah Ali yang hanya cengengesan.
"oh... ini calonnya aden? "
"iya dong bik, sholihah kan? doakan ya bik kita jodoh"
"aamiin aden... semoga eneng ini jodohnya aden"
"Erika bik" Erika mengulurkan tangannya ke arah mbok Ijah dan mencium punggung tangan dari mbok Ijah
*subhanallah sopannya si eneng ini, semoga beneran menjadi jodohnya den Ali* (mbok Ijah)
"semoga neng Erika beneran jadi jodohnya den Ali" doa mbok Ijah
"aamiin... " Ali dengan lantang mengaminkan doa mbok Ijah
*aamiin*... (Erika)
__ADS_1
dalam hati Erika mengaminkan doa dari mbok Ijah