Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 68


__ADS_3

"jawab abah nduk"


Erika menundukkan pandangannya dari tatapan mata sang ayah.


"Nashwa nggak tahu bah, Nashwa merasa kalau sama dia hati Nashwa menjadi tenang, Nashwa juga nggak tahu apa yang ada di dalam hati Nashwa itu logis atau nggak hiks... hiks... "


Ghufron merangkul putrinya itu dengan hati yang bergemuruh, ada rasa bahagia, sedih dan juga takut.


"wes wes nggak usah nangis" Ghufron menyeka air mata putrinya yang sudah sangat sesenggukan.


"abah marah? "


"nggak nduk, abah mau tanya lagi, apa kamu sudah siap kalau harus menikah? "


"menikah? "


"iya nduk kamu dan Ali sudah besar sudah sama-sama dewasa kalau tidak segera di halal kan akan menimbulkan fitnah nduk"


"kalau Nashwa menikah siapa yang jagain abah? hiks... hiks... hiks... "


Erika kembali menangis kali ini lebih keras dari yang tadi.


"ha ha ha abah ini bukan anak kecil lagi kenapa kamu harus khawatir sama abah? "


"Nashwa nggak mau ninggalin abah "


"itu bisa di bicarakan baik-baik nanti sama keluarga Ali kalau memang kamu setuju menikah dengan dia"


"huu huu huu hiks... hiks... hiks... "




Sehari setelah pembicaraan penting antara ayah dan anak di tengah malam yang sunyi itu, Erika terlihat lebih bahagia lagi. Setelah pengajian malam yang rutin di lakukan di pondok, Erika merebahkan dirinya di atas kasur sembari memainkan ponselnya.


__ADS_1


Erika : assalamualaikum...



*Hubby : waalaikum salam, iya dik*



deg!



Lagi-lagi jantung Erika terasa tidak karuan setiap Ali memanggilnya dengan sebutan "dik". Erika segera menghalau perasaan tidak karuan yang ada di hatinya, kemudian menata kembali nafas dan hatinya.



Erika : sebenarnya hubungan ini mau di bawa kemana?



*hubby : kok tiba-tiba tanyanya gitu*?




*hubby : apa abah marah*?



Erika : enggak, tapi abah tanya apa hubungan ini serius?



*hubby : aku serius tapi aku belum berani melamar kamu*


__ADS_1


Erika merasa kecewa dengan balasan chat dari Ali, rasa ngilu di dalam hatinya membuat air matanya menetes tanpa disadari, Erika tidak membalas pesan dari Ali karena merasa dirinya hanya sepihak merasakan kebahagiaan atas lampu hijau yang diberikan oleh sang ayah.



Di tempat lain...



*Kemana ya si Erika kok nggak bales chat aku? padahal udah di read tapi kenapa nggak dibales*?



Ali sangat gelisah karena tidak kunjung mendapat balasan chat yang baru saja dia kirim. Pasalnya walaupun status mereka pacaran tapi tidak pernah sama sekali mereka saling kirim balas chat setiap hari dan se serius kali ini.



*apa aku salah ngomong ya*?



Ali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ali kembali mengecek isi pesan yang tadi dia kirim.



*jangan-jangan dia salah paham sama isi chat aku tadi, ah sial aku harus memperbaiki ini*.



Di kamar Erika...



ting...!



Erika membuka pesan yang masuk dan itu dari Ali.

__ADS_1



*Hubby : jangan salah paham sama kata-kata ku tadi, aku belum berani melamar kamu karena aku merasa belum pantas menjadi Imam kamu, ilmu agama kamu lebih dari aku bahkan kamu yang mengajari aku banyak hal tentang islam, aku cuma ingin aku pantas bersanding dengan kamu, aku pengen bisa jadi Imam kamu, aku selalu menolak setiap kamu mau kita sholat jamaah itu karena aku malu, bacaan sholat aku masih belepotan dan aku juga nggak hafal banyak surat*


__ADS_2