Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 3


__ADS_3

"Sa..."


"hem...?"


"kalo kamu udah nikah jangan lupain aku sama abah ya "


aku dan Salsa sedang sama-sama tiduran di kamar Salsa.


"kamu ngomong apa sih Er, kamu, abah, mbak Nia sama si Namira adalah satu-satunya yang aku punya di dunia ini, selain kalian tidak ada lagi yang ada di hatiku"


"ciye... yang bener, mas Aab gimana? ha ha ha"


"kalau mas Aab juga ada di hatiku tapi ada ruang tersendiri untuk dia Er"


"eh bucin "


"aaarrggg.... malunya aku Er..."


"ih malu kenapa? kita udah lebih dari 1000 bab yang pernah kita berdua curhatin"


"iya sih tapi aku masih ndak nyangka kalau mas Aab juga mau ta'aruf sama aku, aku kira dulu mas Aab suka sama mbak Nia"


"nyatanya mereka sama-sama nggak sreg kan "


"mungkin memang aku jodohnya mas Aab ya Er"


"iya aamiin..."


tok...tok...tok...


"sopo Sa?"


"siapa Sa?"


"ndak tahu Er, siapa?"


Salsa berteriak menanyakan siapa yang berada di balik pintu dan mengetuknya.

__ADS_1


"abah"


"loh abah Sa" aku dan Salsa tunggang langgang saling berebut hijab yang sudah entah dimana tadi kita menaruhnya


"cepet lo Er kamu itu eh kok pake hijab ku to"


"yowes ah cepetan abah wes ngenteni"


"ya sudah ah cepetan abah sudah nungguin"


aku dan Salsa berlarian menuju pintu kamar Salsa.


"abah... wonten nopo bah?"


"abah... ada apa bah?"


"kalian berdua belum pada makan ya kan?"


"he he enggeh bah" jawabku cengengesan


"kalian berdua itu kebiasaan kalau udah ghibah ndak inget waktu"


"Erika nih bah he he he" si Salsa dengan muka konyolnya menyalahkan aku tanpa dosa


"ye... kamu duluan yang..." belum selesai aku bicara abah sudah memotongnya.


"podo wae wes ndang maem karo bar iki abah njaluk tulung "


"sama saja udah sana pada makan setelah ini abah minta tolong"


"nggeh bah"


aku dan Salsa sama-sama turun kemudian makan, Salsa mengambil nasi sedikit sekali dan makan lamaaaa banget.


"Sa kamu diet?"


"eeemmm kayanya lenganku semakin besar deh Er"

__ADS_1


"ha ha ha seorang Salsa diet? lihat tuh pipi udah kempong kaya nenek-nenek masih aja diet, kalau udah tinggal se biji sapu lidi baru nyesel loh"


"mosok se Er aku kurus tapi kok rasanya berat semua iki"


"berat karena banyak dosa ha ha ha" aku pergi meninggalkan Salsa dengan berlari membawa piringku yang berisikan makanan untukku malam ini.


"Erika..." teriak Salsa


°_° °_° °_° °_° °_° °_°


Pagi ini aku berangkat ke sekolah lebih pagi karena hari ini adalah jadwal ku sebagai guru piket, aku menata keperluanku di meja guru piket, setengah tujuh pagi aku sudah standby duduk manis di mejaku dan menunggu murid-murid ku berdatangan.


Aku mulai sibuk ketika anak didik ku yang mulai datang berhamburan, ada yang tidak memakai dasi, ada yang tidak memakai ikat pinggang, ada yang tidak memasukan pakaiannya ya tuhan...kenapa mereka seperti sengaja membuatku sibuk. Huufffttr....


Aku akhirnya masuk ke kelas X yang ada jadwalku mengajar hari ini.


"selamat pagi ibu guruku yang cantik dan sholehah..."


"Dika...kenapa kamu duduk di atas meja? turun"


"enggak bu soalnya aku takut tenggelam dalam cintamu"


hemm ni bocah masih pagi sudah nge gombal (Erika)


"ciye...."


"sweet banget..."


"huuu huuu huuu"


"wkwkwk huuu huuu huuu..." sorak-sorai mereka semua membuat keramaian di kelas


"diam semuanya, Dika turun"


"iya bu..."


Aku pun memulai kelas setelah semua anak tenang dan terkendali.

__ADS_1


__ADS_2