Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 42


__ADS_3

Erika yang tengah khusuk dengar wirid nya samar-samar mendengar suara seperti perut yang keroncongan, Erika menoleh ke pintu tenda dan ada Ali di sana. Erika menyudahi sholat malam nya dan menghampiri Ali.


"bikinin mie instan dong" Ali


"kamu mie instan mulu nggak baik buat kesehatan"


"aku kan kemarin beli yang bisa di makan setiap hari itu"


"meskipun bisa di makan tiap hari tetep aja itu tepung, lagian jam segini udah laper aja"


"aku diare gara-gara minum kopi tadi"


"pantesan pucat gitu, kamu berapa kali buang air besar?"


"tujuh kali ada kayaknya"


"astaghfirullah... tunggu sini bentar" Erika kembali masuk dan mencari sesuatu di tas nya.


"nih olesin ke perut kamu" Erika memberikan minyak telon kepada Ali agar mengusapkannya ke perut Ali supaya merasa hangat.


"nggak mau bantuin aku buat gosokin di perut aku gitu?"


"bukan muhrim"


Erika kemudian nyelonong ke dapur untuk membuatkan mie instan karena memang belum ada nasi yang bisa di makan.


Erika menghampiri Ali yang sedang berada di bawah pohon sedikit jauh dari tenda, Erika membawakan semangkuk mie instan dan segelas teh hangat.


"nih dimakan biar perut kamu nggak kosong soalnya dari tadi udah di keluarin semua kan isinya"

__ADS_1


"makasih sayang... calon istri hubby..."


Terdengar suara murottal dari desa sebelah tempat mereka berkemah.


"syahdu banget rasanya, makan di bikinin calon istri, di temenin pula, sambil denger suara murottal satu kata yang kurang"


"apa?"


"SAH"


Erika memalingkan wajahnya dan menyembunyikan senyumnya dari Ali yang tengah menggodanya.


"udah gombalnya habis ini kamu bangunin yang lain kita sholat subuh berjamaah"


"iya sayang..."


"aku duluan ya mau bangunin anak-anak biar semua sholat jamaah"


Erika menurut dan tetap duduk di sana menunggu Ali selesai makan.


Ali dan Erika kompak membangunkan semua guru dan disusul membangunkan murid-murid agar semuanya bisa sholat subuh berjamaah.




Pagi ini adalah acara jelajah bagi semua yang tengah mengikuti perkemahan, semua guru sibuk menyiapkan materi yang sudah di bagi-bagi, hari ini yang giliran jaga di tenda adalah Edo dan Santi, jadi tersisa tujuh guru yang akan mengikuti kegiatan penjelajahan dan juga ada beberapa alumni yang ikut menjadi pendamping.


__ADS_1


Roy sedang sibuk berdebat bahwa dirinya akan bersama Erika berjaga di pos empat tapi Ali menolah dan mengajukan dirinya yang akan bersama Erika.



"yang harusnya di pos empat itu saya sama bu Erika pak Ali sama bu Linda di pos Lima" Roy



"saya kan nggak begitu paham materi yang ada di pos lima pak mangkanya saya yang seharusnya di pos empat bersama bu Erika" Ali



"kalau gitu pak Ali dan bu Linda pindah saja di pos empat saya sama bu Erika di pos Lima kan beres"



"astaghfirullah kalian! pak Roy pak Ali biar saya yang memutuskan sendiri dengan siapa saya akan berjaga"



"nah gitu lebih baik" Ali



"saya sama pak Rendi aja di pos tujuh, bu Linda tetap sama pak Ali di pos empat dan pak Roy biar sama pak Iqbal, udah kan clear urusannya"



"tapi bu Erika"

__ADS_1



"maaf pak Roy menurut saya itu yang paling adil, ayo pak Rendi"


__ADS_2