
Tok...tok... tok...
"nduk sudah subuh, ayo abah tunggu sholat jamaah "
Erika beberapa kali mengerjap karena kantuk yang hebat, dia meraba jam weker yang berada di samping tempat tidurnya.
Dengan sedikit menyipitkan matanya Erika mulai sedikit jelas melihat angka-angka yang tertera dan betapa kagetnya dia melihat jam sudah menunjukkan waktu subuh.
"astaghfirullah udah subuh? "
Bergegas Erika mengambil handuk dan mandi kemudian melakukan jamaah subuh bersama semua santri-santri.
"abah kok nggak bangunin Nashwa jam tiga? "
"la wong kamu anteng banget tidurnya, ngorokmu ituloh sampek kedengeran ke kamar abah hi hi hi"
Kyai Ghufron cekikikan sendiri sembari terus mengasah goloknya agar segera tajam.
"loh mosok Nashwa ngorok to bah? "
Erika memberhentikan tangannya yang sedang memotongi sayuran dan melihat ke arah sang ayah dengan rasa tidak percaya.
"di bilangin kok ndak percaya, wong abah sampek ndak bisa tidur dengerin ngorok mu itu"
"perasaan Nashwa nggak ngorok kok bah"
"ya apa kamu tahu wong kamu merem ha? "
"iya juga ya, abaaah mosok Nashwa ngorok sih bah"
__ADS_1
"hi hi hi"
Kyai Ghufron memang suka menggoda putrinya itu, padahal sama sekali Erika tidak mengeluarkan suara ketika tidur.
"kamu masak apa lagi to nduk? "
"tumis kangkung ini loh bah"
"makanan yang di kirimkan mamae Ali masih banyak itu mau di apain? "
"abah yang makan, Nashwa udah kenyang ngelihatnya aja bah, dari kemarin pas di sana makanan mereka begitu semua apa nggak sayang ya bah uangnya, piringnya itu besar bah tapi makanannya cuma seuprit enakan makan masakan Nashwa kemana-mana "
"namanya juga gengsi nduk kalau ndak kayak gitu mereka akan merasa bahwa mereka ndak setara. Astaghfirullah gara-gara kamu abah jadi ngomongin orang"
"he he he afwan abah... "
"masih bah senin baru masuk langsung ujian"
"ya sudah hari libur mu buat istirahat sana biar nanti nunggu ujian ndak ngantuk kalau ngantuk murid-murid mu nanti contekan semua"
"nggeh abah... abah mau ke mana? "
"ke depan sebentar mau lihat santriwan-santriwan main voli ituloh kok rame sekali"
"ya sudah habis ini abah makan ya udah Nashwa siapin"
__ADS_1
"iya... "
Erika melihat punggung sang ayah yang semakin membungkuk saja kian hari, matanya tiba-tiba sembab dan terasa panas.
*ya Allah panjangkanlah umur abah dan anak-anaknya agar kami semua bisa selalu bersama dan saling menjaga aamiin*...
Setelah menyelesaikan masakannya Erika segera makan dan kemudian mulai membuka-buka buku pelajaran nya di kamar.
Kemarin setelah acara di hotel selesai Ali beserta keluarganya juga Erika langsung bergegas pulang karena nenek Ali yang menyuruh agar mereka memberikan penjelasan kepada beliau perihal keributan di pesta hari ini.
Setelah Reni menceritakan dengan menggebu-gebu kepada sang mertua akhirnya nenek Ali pun memahami.
"cucu Oma gapapa? "
Nenek Ali membelai kepala Alisyah yang ada di hadapannya.
"it's okay Oma " Alisyah menempelkan kepalanya di pangkuan sang nenek
"cucu menantu Oma juga gapapa? "
Erika turut duduk bersama mereka di kasur Oma.
"nggak ada yang akan bisa menyakiti Erika selagi ada mama, Alisyah juga Oma yang selalu bersama Erika Oma"
"aaaaa menantu mama sweet banget " Reni juga duduk bersama mereka bertiga dan saling berpelukan.
__ADS_1
Ali hanya berdiri di ambang pintu dan menyaksikan adegan hangat di depannya.