
Ali di wakilkan oleh Reni menyematkan sebuah cincin berlian biru tua di jari Erika dan juga kalung ber liontin permata yang sama seperti cincinnya.
"mah ini berlebihan " Erika merasa perhiasan yang dia terima sangat berlebihan
"enggak sayang ini semua khusus buat calon mantu mama yang berkilau seperti berlian"
"bu Reni bagaimana kalau cincinnya saja sementara dan sisanya nanti saat pernikahan mereka" Ghufron juga merasa ini sangat berlebihan.
"tapi pak kyai? "
"gapapa mah, cincin udah cukup sebagai simbol bahwa Erika sudah menerima lamaran Ali" akhirnya Reni luluh dengan bujukan dari Ali.
Reni kembali menyimpan kalung ke dalam kotak perhiasan berwarna hitam yang dia bawa.
Mereka semua diliputi rasa bahagia yang sama apalagi kedua muda-mudi ini.
Malam ini semua anak pondok mendapatkan hak spesial untuk makan apapun yang mereka mau, dengan khusus Heru menyiapkan bermacam-macam makanan di lapangan, puluhan gerobak berbagai jenis makanan berjejer di sepanjang lapangan.
Riuh para santri mengantri makanan yang mereka mau.
"terima kasih pah" Erika secara khusus mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Heru di sela-sela mereka duduk di ruang tamu.
"untuk apa nak? "
"untuk kebahagiaan yang sudah papa bagi dengan semua santri pondok"
"papa senang melakukannya nak"
"alhamdulillah semoga ini menjadi ladang pahala untuk papa dan keluarga "
"aamiin nak"
Ali : makasih ya dik
__ADS_1
*My Wife : makasih buat apa mas*?
Ali : sudah mau menerima lamaran mas
*My Wife : sama-sama mas, aku juga makasih*
Ali : buat apa dik?
*My Wife : sudah mau berjuang buat aku*
Ali : kamu memang pantas di perjuangkan kok, kamu suka cincinnya?
Ali : tidak ada yang mampu menandingi kemewahan kamu dik
*My Wife : kamu berlebihan*
Ali : enggak ah itu sepadan
*My Wife : jadilah lebih dewasa dari aku ya mas bimbing aku bersamamu ke surganya Allah agar kelak di akhirat aku masih tetap menjadi istrimu*
__ADS_1
deg!
Jantung Ali rasanya mau copot membaca satu kalimat dari Erika terkesan ringan tapi sangat dalam menusuk tepat di dada Ali.
Rendi yang menangkap gelagat aneh dari Ali menghampiri sahabatnya itu.
"kenapa lu? "
"masa Erika chat gua kayak gini, sumpah kayak ada banyak pisau menancap sekaligus di dada gua, kok ngilu-ngilu gimana gitu rasanya"
"coba liat? " Ali menyerahkan ponselnya kepada Rendi, setelah membaca isi pesan Erika Rendi tersenyum.
"dalam agama kita ketika seorang muslimah meninggal dan masuk surga maka di sana dia akan di sandingkan dengan suaminya yang sholeh dan beramal baik, sedangkan seorang muslim yang meninggal akan di berikan pasangan berupa bidadari yang cantik"
"kenapa suami nggak bisa berkumpul dengan istrinya? "
"kayaknya bisa seperti Firman Allah yang artinya 'dan orang-orang yang beriman dan keimanannya diikuti oleh anak-anak dan cucu mereka maka Allah akan menghubungkan mereka tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka, tiap-tiap orang terhubung dengan apa yang mereka kerjaan (QS. Ath-thur \[52\].(21). Dari ayat tersebut dapat di pahami bahwa jika seorang mukmin dan keimanannya di tiru oleh semua keluarganya insyallah di akhirat Allah akan mengumpulkan keluarga itu bersama-sama tanpa mengurangi sedikitpun amal baik mereka"
"sekarang gua paham maksud Erika, thanks ya bro lu udah bikin gua paham tentang hal ini"
__ADS_1
"sama-sama gua juga mau adek gua nantinya bisa bahagia dunia dan akhirat "