
"maaf ya bu Linda" Ali
"gapapa pak Ali"
"dik kenapa ngambek sih? "
"nggak ngambek"
"kalau nggak ngambek kenapa manyun? "
"nggak mas... kalau nggak ada yang penting aku pulang aja"
"eh kok gitu sih, tadi bu Linda bilang katanya kamu mau minta maaf? emang iya? "
"tadinya sih iya tapi jadi kesel sekarang soalnya mas cuekin aku terus dari tadi"
"satu per satu sifat kamu muncul, seneng deh lihatnya "
"kok gitu? "
"itu tandanya kamu nyaman sama aku"
Mereka sama-sama diam
"kenapa pada diem? " Linda
Mereka masih saja diam tidak ada yang menjawab.
"ada yang mau minum apa gitu? sekalian nih saya buatin"
"boleh minta kopi bu Linda? " Ali
"boleh dong pak, bu Er mau apa? "
"air dingin deh bu biar adem"
"ok deh, tunggu ya"
Linda meninggalkan mereka berdua di ruang TU, Ali berpindah posisi duduk di sebelah Erika tapi tidak berdekatan.
"sayangnya mas jangan manyun terus dong" Ali menghadap ke arah Erika
"mas jangan ngambek lagi soal uang itu"
"enggak sayang... malah mas juga nggak mau bahas lagi soal itu"
"ya udah"
"sekarang kamu yang jangan ngambek"
Erika menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya
"enggak mas, tadi kesel aja sama mas karena cuekin aku"
"sampek nangis gitu? " Ali menggoda Erika
"nggak nangis"
__ADS_1
"terus tadi ngapain di toilet lama gitu? "
"habisnya mas sih gitu"
"gitu gimana? "
"udah ah nggak mau bahas lagi"
"ok deh nggak bahas"
"mas ikhlas kan soal uang itu?"
"iya sayang... cukup ya nggak ada bahas soal ini lagi "
"iya mas"
"*iya Er mbak mau kenalin mas Ibra ke abah, gimana menurutmu*? "
"ya Bagus sih mbak, abah kan maunya mbak Nia duluan yang nikah"
"*iya doain mas Ibra mau ya soalnya mbak Nia susah banget bujukin dia dari kemarin* "
"*Er mbak pengen tahu mukanya calon adek ipar mbak Nia nih yang mana sih*? "
"hehe tengil mbak dia "
"*gapapa mbak Nia pengen lihat* "
"iya nanti aku kirim fotonya ke mbak Nia"
"*di tunggu ya... ya udah mbak tutup dulu ya assalamualaikum*... "
"waalaikum salam... "
__ADS_1
bip
Panggilan terputus, Erika mengutak-atik ponselnya dan memilih satu foto dirinya dan Ali, Erika mengirim ke nomor Nia.
ping!
Nia membuka pesan dari adiknya itu.
"kok kayak pernah lihat tapi di mana ya? " Nia mencoba mengingat dimana pernah bertemu dengan Ali
"oh iya dia kan cowok ganteng yang kasih aku bunga pas di nikahan Salsa, ganteng banget calonnya si Erika "
Nia sibuk sendiri dengan pikirannya sampai tak melihat bahwa Ibra sudah masuk ke kamar kos nya.
"liatin apa sih serius amat? " Ibra memeluk Nia dari belakang
"nih mas calonnya si Erika"
Nia memperlihatkan foto di ponselnya kepada Ibra.
"kamu nggak punya bahasan lain kecuali pernikahan adikmu itu? " Ibra mendadak sewot
"ya maaf mas, ini kan emang momen yang pas buat kita juga supaya bisa ngobrol sama abah soal hubungan kita"
"aku nggak akan ketemu sama ayah kamu dalam waktu dekat ini "
"terus kapan mas? kita udah pacaran tiga tahun loh mas"
"kalau kamu emang udah ngebet pengen nikah silahkan aja nikah dengan orang lain, sorry aku belum siap"
__ADS_1
"mas mas jangan ngomong gitu, ok ok aku nggak bahas ini lagi aku minta maaf mas"