
Ali mulai mempelajari buku yang di berikan kepala sekolah padanya. Tidak sulit baginya memahami semua yang ada di buku panduan mengajar, karena IQ Ali yang memang tinggi dan juga hobi olahraganya yang membuat semua menjadi lebih mudah.
Ali menerapkan apa yang di ajarkan di buku kepada anak-anak kelas X yang menjadi kelas pertamanya mengajar. Semua anak cewek mulai berteriak karena mengetahui guru olahraganya yang baru adalah seorang pemuda ganteng dan gagah.
"pagi anak-anak nama saya Ali, saya adalah guru olahraga kalian yang baru" Ali memperkenalkan dirinya pada anak didik barunya yang tengah berbaris rapi di depannya, posisi Ali yang memegang bola basket menambah kesan keren di mata para siswi.
"ya ampun pak Ali ganteng banget sih"
"kaya oppa oppa korea "
Para siswi itu histeris sembari mengeluarkan kata-kata memuji untuk Ali.
Ali yang memang sudah terbiasa dengan pujian bahwa dirinya ganteng lah, cakep lah, tampan lah, tidak mengeluarkan ekspresi apapun hanya senyum palsu yang di sungging kan di sudut bibirnya.
Ali memulai pelajaran olahraga dengan cepat agar segera selesai dan meninggalkan kebisingan yang terjadi di lapangan.
Ali mencontohkan permainan basket kepada anak didiknya dengan lihai, karena sebelum menjadi guru olahraga Ali memang sudah mempunyai hobi bermain basket, tak heran tubuhnya menjadi bagus dan kekar.
itu kan anak pak kyai yang menyita ponselku, aku kerjain dia ha ha (Ali)
Ali tak sengaja melihat Erika yang baru datang ke sekolah dengan membawa beberapa buku di tangannya. Ide jahil pun keluar dari otak Ali, dengan sengaja bola yang seharusnya masuk ke ring malah menghantam tangan Erika dan membuat buku yang di bawa Erika jatuh berhamburan.
"astaghfirullah..." Erika
Senyum puas terpancar di wajah Ali melihat Erika yang kesusahan menahan bukunya agar tidak jatuh semua.
Dika berlari ke arah Erika dan membantu Erika memunguti buku yang jatuh.
"Bu Erika nggak papa"
"enggak Dika, siapa sih yang main basket sampek kena Ibu kayak gini?"
"itu Bu Er guru olahraga kita yang baru"
Erika melihat ke arah Ali yang sedang puas cengengesan di seberang lapangan sana.
Pasti dia sengaja karena aku menyita ponselnya (Erika)
"ya sudah makasih ya Dika,"
"mau saya bantu bawa bu?"
"enggak terima kasih"
__ADS_1
Erika melanjutkan perjalannya ke arah kantor dan menguasai dirinya agar tidak marah.
"hati-hati Pak Ali " Dika mengulurkan bola kepada Ali dengan wajah masamnya.
"kamu suka sama guru itu?" Ali
"kalo iya kenapa pak?"
"nggak papa selamat berjuang"
*Ya allah... bukunya kotor semua lagi, dasar anak begajulan, nggak tahu sopan santun, nyebelin banget tuh orang* (Erika)
"pagi Bu Er..."
"eh Pak Roy pagi juga Pak"
"enggak Pak Roy makasih"
Pak Roy nyelonong masuk ke ruangan ku dan duduk di hadapan ku.
"ini saya punya sesuatu buat Bu Erika"
Pak Roy memberikan sebuah kotak makanan berwarna biru muda kepada ku.
__ADS_1
"apa itu Pak Roy?"
"makan siang buat Bu Er, Bu Er kan nggak pernah makan di luar"
"saya udah bawa sendiri Pak"
"yah masa di tolak sih? rejeki nggak boleh di tolak loh Bu"
*astaghfirullah...ni orang nggak ada capeknya gangguin aku mulu* (Erika)
"ya udah Pak Roy saya terima ya terima kasih"
"sama-sama Bu Er...saya seneng banget loh"
"Pak Roy ada jadwal ngajar kan"
"oh iya saya permisi ngajar dulu ya Bu Erika yang cantik assalamualaikum..."
"waalaikumsalam..."
Pak Roy keluar dan menuju kelas yang akan menjadi tempatnya mengajar hari ini.
__ADS_1
"terus kotak makan dobel gini buat apa coba? hadeuh pusing"