Ali Dan Erika

Ali Dan Erika
Bab 77


__ADS_3

Hubby : pagi sayang....


Erika : Assalamualaikum....


Hubby; he he waalaikum salaam maaf kelupaan


Erika : kebiasaan ih


Hubby : iya nih maaf ya, aku mau ijin pulang ya?


Erika : pulang? ngapain?


Hubby : ada acara di rumah sodara sayang


Erika : udah pamit abah?


Hubby : udah sayang, semalam


Erika : oh ya udah, mau berangkat jam berapa?


Hubby : siangan dikit, nanti habis ro'an aku prepare


Erika : berapa hari di rumah?


Hubby : lima enam hari


Erika : lama banget


Hubby : iya kan pernikahannya besar-besaran sayang


Erika : oh ok


Hubby : udah nih gitu aja?


Erika : terus?


Hubby : nggak ada acara perpisahan atau apa gitu


Erika : nggak ada, Alisyah juga ikut mas?


Hubby : huh akhirnya kata-kata "mas" keluar dari kamu dari tadi nggak manggil mas sama sekali kayak ada yang kurang


Erika : hemmm


Hubby : hemmm


Erika : aku tanya loh mas


Hubby : he he iya iya.... iya Alisyah ikut sayang


Erika : jangan lupa Alisyah suruh bawa buku pelajarannya kan dua minggu lagi udah ujian, kalian di rumah hampir seminggu trus seminggu kemudian Alisyah harus langsung ujian


Hubby : iya sayang nanti aku bilangin dia


Erika : ya udah aku nyuci dulu mas


Hubby : iya sayang, Assalamualaikum....


Erika : waalaikum salam mas...




"masa iya ning Nashwa bilang gitu? " Alisyah



"nih lihat chatnya sama Abang" Ali menunjukkan ponselnya kepada adiknya yang sedang sama-sama duduk di dapur karena tadi nggak sengaja bertemu.


__ADS_1


"ih iya loh, ning Nashwa care juga ya bang? "



"iya dong kan calonnya Abang, Abang mana pernah salah pilih"



"yeee yang dulu itu bule yang pernah ke rumah hayo dia kan gitu orangnya "



"dulu kan abang masih nggak tahu tuh kalau wanita yang baik itu kayak gimana"



"terus itu kak Cristie? "



"udah-udah nggak usah di bahas lagi, kmu udah beberes? "



"udah bang"



"jangan lupa pesan dari calon kakak ipar kamu tadi apa?"



"iya bang, aku inget bawel banget deh"



"di ingetin malah bilang bawel dasar bocah"




pintu dapur rumah Erika terbuka, dapur rumah dan dapur pondok memang menyambung, ketika pintu dapur rumah di buk akan langsung masuk ke area dapur pondok.



"kalian kok ngobrol di dapur? "



"nggeh pak kyai tadi nggak sengaja ketemu sama adek" Ali tampak sangat menghormati calon ayah mertuanya itu.



"ndak mau ngobrol di dalam? "



"enggak pak kyai di sini saja"



"oh ya sudah, kalian di jemput jam berapa? "



"siang pak kyai"



"ya sudah kalau gitu Ali bisa ikut saya ke kolam? saya mau kasih makan ikan"

__ADS_1



"nggeh pak kyai"



"kamu balik nduk ke pondok"



"nggeh"



Alisyah kembali ke pondok Putri seperti perintah dari sang kyai. Ali membantu membawa pelet ikan yang tadinya di pegang oleh Ghufron, mereka berdua menyusuri petak demi petak kolam yang berisikan ikan lele.



"Ali"



"dalem ..."



"saya ini mau tanya ya tapi kamu jangan tersinggung "



"enggeh pak kyai"



"panggil abah seperti putriku memanggilku "



"nggeh bah" Ali begitu bergetar memanggil dengan sebutan abah



"kamu nantinya mau kerja apa untuk menafkahi putriku? "



"saya akan ikut papa bekerja di kantor"



"ya ya ya"



"lalu untuk apa ilmu yang kamu pelajari dari pondok ini? "



Ali terdiam tidak dapat menjawab apa yang di tanyakan calon mertuanya kepadanya.



"saya.... "



"assalamualaikum pak kyai, ada tamu"



Seorang santri senior mengabarkan bahwa Ghufron telah mendapatkan kunjungan seseorang.

__ADS_1


__ADS_2