
"saya akan meneruskan permainan dari pak Ali dan bu Erika tadi waktu di acara api unggun, saya akan menyatakan cinta saya kepada pak Ali" Santi
"makin nggak kondusif udah bubar" Ali
"tunggu pak Ali, kita harus menghormati bu Santi dalam hal ini, silahkan bu Santi"
"pak Ali..." Santi memegang tangan Ali yang berada di sampingnya. Ali menolak pegangan tangan Santi
"maaf bu Santi jangan seperti ini kita bukan muhrim"
"ok, saya tidak akan membuang waktu, pak Ali saya suka sama kamu, apa kamu mau jadi pacar saya?"
Semua orang terbelalak mendengar ajakan Santi kepada Ali.
"permainan macam apa ini, udah saya nggak ikut" Rendi dan Iqbal berdiri meninggalkan mereka, Erika dan Linda juga berdiri meninggalkan permainan ini.
Akhirnya semua orang bubar tanpa menuntaskan acara ini, yang tersisa hanya Roy dan Santi, Santi menangis kemudian Roy menenangkannya.
"bu Santi tenang aja saya akan bantu bu Santi, dan pak Ali akan menjadi pacar bu Santi "
"pak Roy yakin?"
__ADS_1
"iya, saya yakin"
Di tempat lain...
Erika mengambil peralatan mandinya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
"bu Er mau saya temenin?" Linda
"nggak bu Linda, saya berani kok"
"ini udah tengah malam loh"
"nggak papa bu Linda saya udah biasa"
nggak seharusnya aku merasa kacau seperti ini, ada apa denganku? itu hak bu Santi kalau dia suka sama Ali, toh Ali juga bukan suami ku kenapa aku harus merasa kesal, ya allah tolong hilangkan rasa kesal ini aku tahu setan telah menggoda hatiku, audzubillahiminassyaitonirrojim... audzubillahiminassyaitonirrojim...audzubillahiminassyaitonirrojim... (Erika)
tak terasa air mata menggenang di kedua mata Erika.
Setelah sampai di dalam kamar mandi Erika menangis sejadi-jadinya. Entah apa yang tengah terjadi pada batin gadis yang dulunya bahkan selalu masa bodo dengan urusan cinta.
"bu Linda bu Erika mana?" Ali
__ADS_1
"mending pak Ali susulin dia deh bu Erika ke kamar mandi sendirian"
Tanpa menjawab Linda Ali melesat dengan cepat menuju kamar mandi, ada satu kamar mandi yang tertutup, Ali tidak mengetuknya tapi menunggu di depan kamar mandi, Ali mendengar isak tangis seseorang.
ya tuhan Erika menangis, belum apa-apa aku sudah membuatnya menangis seperti ini (Ali)
Ali memilih diam dan membiarkan Erika meluapkan kesedihannya, Ali tetap menunggu di depan kamar mandi tanpa bersuara.
Setelah hampir setengah jam pintu kamar mandi terbuka, mata mereka bertemu.
Ali mendorong Erika kembali masuk ke kamar mandi dan menutupnya lagi, Ali memeluk Erika dengan erat kemudian mencium bibir Erika yang terasa panas karena menangis, sesaat Erika sama sekali tidak merespon sedetik kemudian Erika tersadar kemudian mendorong tubuh Ali dengan kuat, tangis Erika semakin menjadi.
"apa yang kamu lakukan? " teriak Erika dalam tangisnya
"maaf " Ali mendekat tapi Erika berteriak
"jangan mendekat! mundur kamu, jangan sentuh aku" Erika menangis dengan keras.
"ok ok aku nggak akan sentuh kamu, aku akan keluar"
Ali perlahan keluar dari kamar mandi dan menenangkan dirinya di luar di depan kamar mandi.
__ADS_1
astaghfirullah ya allah ampuni aku, apa yang udah aku lakukan? Ali mencium ku dan aku hanya diam? astaghfirullah... hiks...hiks... (Erika)
Erika keluar dari kamar mandi dan langsung berlari kembali ke tenda tanpa menghiraukan Ali yang masih menunggu nya di depan pintu.