
Reni mengantarkan mukenah ke kamar Ali untuk Erika.
Erika segera menggunakannya untuk sholat isyak, setelah sholat Erika duduk di atas sajadah dan melafalkan beberapa doa yang dia panjatkan kepada tuhan yang maha Esa, di tujukan untuk ibunya yang sudah di surga dan ayahnya serta semua saudara dan teman dekat Erika.
Setelah sholat Erika di kejutkan dengan hadirnya Ali yang duduk di shofa kamarnya.
"kamu nggak sholat? "
"udah di kamar tamu tadi, nih aku bawain buah sama susu"
"buat apa? aku udah kenyang"
"kamu kan sedang bertamu ke rumahku nih aku harus pastiin kamu nggak kelaparan "
"enggak kok, udah sana kamu balik ke kamar kamu"
"ini kan kamar aku he he"
"nggak usah ngadi-ngadi malam ini kamar ini kamar aku"
"iya deh sayang calon istriku yang sholihah, ini dimakan yah"
"insyaallah nanti kalau laper"
"ya udah ini gini doang nih nggak ada acara cipika-cipiki atau apa gitu? "
"kamu" Erika melotot
"iya iya maaf ya udah aku ke kamar dulu ya "
Erika mengantar Ali sampai di depan pintu, Ali sudah keluar kamar kemudian Erika akan menutup pintunya yang terhalang tangan Ali yang menarik ujung hijab Erika.
__ADS_1
"aku sayang kamu dik, selamat malam" Ali mencium ujung hijab Erika dengan mata yang tetap memandang netra Erika.
astaghfirullah hati aku... nggak boleh Erika kamu nggak boleh salah tingkah di depan Ali.
Erika menutup pintu perlahan setelah Ali melepas hijab Erika yang tadinya di tarik.
Kiyai Ghufron masih khusyuk bermunajat di atas sejadah yang terbentang di atas lantai kamarnya. Air mata tak hentinya bercucuran dari kedua mata yang sudah mulai layu dan sedikit menurun itu.
Wajah yang sudah mulai keriput terlihat pucat karena usia yang sudah tidak muda lagi.
Kiyai Ghufron menyudahi bacaan doanya dengan lafadz "al-fatihah "
Lindungi di mana pun semua putri-putri ku berada, engkau maha segalanya*.
Kyai Ghufron kembali menitikkan air matanya mengingat ketiga putri kandungnya yang masih menjadi tanggung jawabnya.
"abah... "
__ADS_1
"Salsabila, belum tidur to nduk? "
Salsa masuk ke kamar pak kyai Ghufron dan duduk di lantai dengan orang yang sudah merawat dirinya dengan tulus tanpa harapan balas budi.
"abah kenapa? "
"ndak apa-apa nduk ngapain kamu jam segini keluyuran di luar kamar mu? "
"Salsa habis ngambilin mas Aab minum bah, abah belum tidur mikirin Erika? "
"bagaimana pun anak itu yang selalu bersama abah selama ini, lihatlah kakak dan adikmu, Namira sama Nia mereka lebih memilih jalan mereka masing-masing, abah tidak pernah melarang keinginan semua putri abah selagi semuanya masih di batas normal, abah menghormati setiap keputusan anak abah termasuk kamu juga to nduk"
"nggih bah"
"menurutmu bagaimana Ali itu? kamu pasti sudah tahu kalau Ali sedang dekat dengan saudarimu Nashwa, abah tidak melarang asal semua masih wajar"
__ADS_1
"Ali sepertinya pria yang baik bah"