
"kamu sudah siapin jamuan nduk?" abah
"sampun bah, Nashwa mandi dulu bah gerah"
"ya sudah"
Hari ini abah menyuruhku untuk menyiapkan beberapa makanan untuk keluarga pak Heru yang akan datang mengantarkan putranya untuk mondok, aku tidak tahu apa istimewanya pak Heru dengan keluarganya itu yang pasti abah terlihat sangat antusias menyambut kedatangan mereka.
"Er "
"hemm"
"mau ada tamu ya? banyak bener buah sama jajanannya"
"iya Sa, kamu baru balik?"
"iya nih"
"dibeliin apa aja sama ibu nya mas Aab?"
"rahasia bwek..."
"awas ya kalau aku kelar mandi tak obrak-abrik kamarmu"
Pagi tadi Ayah dan ibunya mas Aab datang ke rumah dan mengajak Salsa berbelanja, pakde Salim membiarkan istrinya dan calon mantunya berbelanja berdua, sedangkan beliau singgah dan berbincang banyak hal dengan abah salah satunya membicarakan tentang keputusan ta'aruf yang mas Aab dan Salsa jalani.
Aku keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambutku dengan handuk, aku duduk di depan meja rias di kamarku dan mulai memoles pelembab pada wajahku agar tidak kusam, juga menyapukan hand body ke tangan dan kaki ku, pekerjaan yang rutin aku lakukan setelah mandi, aku tidak pernah menggunakan perawatan khusus untuk wajah dan tubuhku karena aku sangat bodoh dengan hal seperti itu.
tok...tok...tok...
__ADS_1
"Nashwa..."
"dalem..." aku tergesa-gesa memakai hijabku karena abah memanggilku, dengan setengah berlari aku membuka pintu kamarku dan menemui abah.
"ada apa bah?"
"sudah selesai mandinya?"
"sampun"
"sudah sholat?"
"belum bah, ini tadi mau sholat terus abah dateng"
"ya sudah kamu sholat jamaah sama keluarganya pak Heru ya di musholah rumah saja"
"nggih bah"
Aku sudah melihat istri pak Heru dan ibunya disana.
"bu harus ya sholat disini pake mukenah kucel ini? nggak banget bu mana bau keringet lagi bu mukenah nya"
aku mendekat ke arah istri pak Heru
"ibu mau saya ganti mukenah yang lain?"
"kalau ada boleh lah yang nggak bau keringet gini"
"sebentar ya saya ambilkan"
__ADS_1
aku mengambil mukenah dari tangan istri pak Heru dan kembali ke kamar mengambil mukenah ku dari lemari, aku mencium mukenah yang tadi dibilang bau keringat padahal sama sekali nggak ada bau yang sama seperti apa yang dibilang istrinya pak Heru.
"dasar orang kaya... mau sholat aja ribet banget"
aku kembali ke musholah dengan membawa mukenah yang baru dari lemari.
"ini bu"
istri pak Heru kembali mencium mukenah yang aku berikan.
"lumayanlah dari pada yang tadi"
"agak di percepat ya bu soalnya waktu sholat udah mau habis"
"iya sebentar ini nyangkut di jepit rambut aku, bisa tolongin nggak?"
aku berjalan ke arah istri pak Heru dan membenarkan mukenah yang menyangkut di jepit rambut super mewah yang di pakai istri pak Heru.
"jepit ibu bagus ya"
"iya dong, ini tuh mahal loh tapi kalau kamu suka ini boleh loh buat kamu"
"Nashwa kan pake hijab bu nggak akan ke pake nanti"
"iya ya"
"sudah bu ayo sholat"
"kamu ini ribet nya minta ampun Reni mau sholat juga dari tadi ada aja yang di grecokin"
__ADS_1
"sudah lo bu ini ayo nak Nashwa kita mulai sholatnya"