
"alhamdulillah dapat lampu ijo nih kayaknya" Ali
"abah kasih ijin, jauh nggak?"
"enggak paling sejam dari sini"
Mobil yang sudah berjalan meskipun merayap mulai meninggalkan lokasi kemacetan. Mobil Ali berbelok ke kiri menuju arah kota.
Ponsel Ali berdering dan terlihat Rendi terpampang nyata di luar ponsel Ali
"saudara kembar kamu nih" Erika menyodorkan ponsel Ali ke wajah Ali
"ape? " Ali mulai berbicara
"assalamualaikum! " Erika melotot
"lu bawa adek gua kemana?" Rendi
"Ketemu calon mertua"
"Ngaco lu"
"Beneran"
"Terus gua mesti bilang apa nih ke pak kyai nanti kalau beliau tanya"
"Don't worry bro... Gua udah ijin sama calon mertua gua"
Erika hanya bisa senyum-senyum sendiri mendengar semua percakapan dua teman yang serasa bersaudara itu.
"Beneran lu?"
"Iye lu bawel amat sih, udah ya gua lagi nyetir nih"
"Ya udah ati-ati lu jagain adek gua tuh"
"Iya bawel"
Erika menarik ponsel Ali mengarah pada mulutnya.
"Assalamualaikum..."
__ADS_1
"Waalaikumsalam"
Bip
"Kok kamu yang salam?" Ali
"Dari pada nanti kamu nggak salam"
"Hehe"
"Nanti kalau ada pom bensin kita berhenti bentar ya aku mau ganti baju bersih"
"Kamu bawa?"
"Kayaknya masih ada, eh astaghfirullah aku lupa kan udah aku pake tadi pas di klinik"
"Ya udah nggak apa-apa pake ini juga nggak papa kok"
"Tapi kan ini udah dari tadi aku makeknya, malah habis kehujanan lagi"
"Ya udah kita beli di jalan nanti"
"Uang aku nggak cukup"
"Belajar apa?"
"Belajar menafkahi kamu"
Erika hanya tersenyum membuang pandangannya keluar jendela.
Ali melaju di tengah langit yang masih sedikit gerimis, mobil memasuki sebuah boutique khusus baju gamis.
"Beneran nih?" Erika
"Iya...udah kamu turun sekarang pilih semua yang kamu butuhkan buat ketemu mama papa ku "
"Ya nggak gitu aku pengen kelihatan bersih dan rapi aja"
"Iya sayang... Ayo"
Mereka berdua sama-sama turun dari mobil dan masuk ke dalam boutique. Erika sangat sungka jika harus memilih sendiri apa yang akan dia kenakan nanti.
__ADS_1
"kamu pilih apa aja yang menurut kamu bagus"
"kamu aja deh yang pilih aku bingung"
"ok, kamu duduk manis disitu biarkan calon suami mu ini yang memilih "
Erik berjalan ke sebuah sofa dan duduk disana.
Seorang penjaga toko menghampiri Ali yang sedang memilah baju-baju gamis yang tergantung di hadapanbya.
"mau cari apa pak? bisa saya bantu? "
"saya mau cari gamis buat istri saya tuh yang duduk di sana"
"oh boleh sebelah sini pak biar saya bantu "
Ali mengikuti kemana penjaga toko itu berjalan, penjaga toko itu mengambil sebuah baju gamis lengkap dengan hijab syar'i berwarna peach dan menyerahkannya kepada Ali.
"yang ini pak.? "
"enggak mb ini modelnya tua banget, tuh mb lihat istri saya masih muda gitu"
ngapain sih Ali nunjuk-nunjuk ke arah aku segala (Erika)
"ok pak maaf, mari saya tunjukan lagi "
Gadis penjaga toko itu mengambil sebuah one set polos berwarna mocca dan memberikannya kepada Ali.
"kayaknya ini cocok buat istri bapak"
"iya mb bentar ya saya suruh dia coba"
Ali sedikit berlari menuju Erika dan menyerah kan setelan baju itu untuk di coba, Erika menurut dan masuk ruang ganti kemudian mengganti pakaiannya.
Erika keluar ruang ganti seraya berkomentar.
"pas banget di badan aku"
"calon suami kamu yang pilih nggak akan salah"
"aku mau padukan ini sama pasmina hitam boleh? "
__ADS_1
"apa pun yang kamu mau"