
Erika dan Rendi berjalan bersama-sama menuju ke pos tujuh yang sedikit jauh.
"dik" Rendi
"hem"
"Ali nurut sama kamu lo dik"
"nurut gimana?"
"tadi waktu kamu bilang mau sama kakak aja dia langsung diem, padahal biasanya dia paling susah diatur "
"dia lagi nggak mau debat aja kali kak"
"ndak dik, kakak tahu betul sifat Ali, sebelumnya dia sangat gentol ingin kabur dari pondok kita tapi kayaknya sekarang ndak lagi"
"emang iya kak?"
"iya dik, awalnya dia mau jadi guru karena dia kira jadi guru itu ada gajinya dan rencananya gajinya akan di pakai untuk biaya kabur"
"astaghfirullah segitunya kak?"
__ADS_1
"iya dik mangkanya kakak ini heran kok bisa sekarang dia jadi begitu anteng di pondok eh ndak tahunya pacaran sama kamu"
"kak jangan keras-keras nanti ada yang denger"
"iya-iya maaf, eh iya dik kakak mau tanya gimana bisa kamu pacaran? bukannya pak kyai melarang kita semua pacaran"
"itu dia kak" wajah Erika berubah lesu, Erika menarik nafasnya kemudian melanjutkan pembicaraannya.
kalau aku cerita sejujurnya bahwa aku terpaksa pacaran sama Ali ke kak Rendi pasti Ali sangat malu dan bukan tidak mungkin bahwa nantinya Ali akan berfikir untuk kabur dari pondok lagi (Erika)
"itu dia apa dik?" Rendi
"kakak tolong ya jangan sampai abah tahu soal ini, aku juga nggak tahu gimana bisa aku pacaran sama pak Ali, tapi beneran kak aku sama sekali nggak pernah sentuhan skin to skin sama pak Ali, sekalipun nggak pernah"
dor !
(hayo loh mau jawab apa kalau ditanya suka nggak sama Ali?) \=> author yang kepo 😁
"nggak tahu ah kak, udah udah nggak mau bahas itu, kak Rendi beneran janji sama aku yah nggak boleh ada yang tahu apalagi abah"
"insyaallah iya dik"
__ADS_1
mungkin anak ini memang beneran suka sama Ali tapi dia sedang bingung aja sama perasaannya, sudahlah aku hanya akan membantu dia menyembunyikan hal ini dari orang lain sisanya terserah mereka (Rendi)
Di tempat lain...
Linda sedang mencoba mengorek informasi tentang kedekatan Ali dan Erika.
"beneran pak Ali sama bu Er ndak pacaran?"
"proses bu Linda"
"tapi kok kayaknya saya sudah mencium bau-bau pacaran diantara kalian berdua?"
"doain aja bu Linda semoga kami jodoh"
"aamiin pak Ali, soalnya saya baru kali ini melihat bu Er itu mau dekat laki-laki, pak Ali tahu sendiri to ada pak Roy yang mati-matian mendekati bu Er tapi sama sekali ndak ada respon dari bu Er sedangkan dengan pak Ali ini kayaknya beda, saya ini sudah lama kenal bu Er jadi saya sedikit banyak hafal lah sama sifat bu Er"
gua akui kedekatan kalian berdua memang valid, bu Linda dengan mudahnya menebak apa yang terjadi antara Erika dan gua, gua kan udah janji sama Erika nggak akan bilang ke siapa pun, kalau bu Linda sebagai sahabatnya Erika saja nggak di kasih tahu sama Erika harusnya gua juga bisa jaga rahasia ini, setidaknya gua menepati janji yang udah gua buat dengan Erika (Ali)
"itu perasaan bu Linda aja, sampai sekarang saya masih mengejar Erika bu..."
"kalau pak Ali butuh mak comblang saya siap loh buat bantuin"
__ADS_1
"beres bu Linda, yang terpenting bagi saya sekarang adalah bu Linda bantu saya untuk menjaga Erika biar nggak di ganggu sama pak Roy"
"siap 86 pak Ali" Linda dengan semangat memgangakat tangannya seperti sedang memberi hormat.