
"oh itu... Ali selalu panggil Erika sayang"
"kalau Erika? " Reni
"emmm Erika... "
"Erika biasanya panggilnya "Mas" iya kan sayang? " Ali menyelamatkan Erika yang memang sebenarnya tidak punya panggilan sayang untuk Ali
"iya mah"
"sweet banget deh, eh kita selfie yuk mama kan pengen punya kenangan di setiap momen "
"ayo mah" Ali
Mereka duduk berjejer dengan formasi Reni di tengah-tengah antara Ali dan Erika.
Beberapa foto sudah di ambil tapi Reni masih saja belum puas.
"mama mau foto kliatan berdua ya"
"tapi... "
"beberapa doang kok sayang... " Reni meyakinkan Erika agar mau menuruti keinginannya.
Ali dan Erika duduk berjejer tapi tetap berjarak.
"udah mah? "
"udah sayang, eh papa kamu jam segini kenapa belum pulang ya Al mama jadi khawatir deh"
"coba Ali telepon ya mah"
"iya "
__ADS_1
Ali menghubungi papanya tapi tidak ada satupun panggilan yang di jawab.
"nggak di angkat mah"
"loh mama jadi khawatir nih aduh nggak biasanya papa kamu kayak gini"
Di tengah kepanikan tiba-tiba ponsel Ali berbunyi.
"assalamualaikum Ali kamu dimana? "
"Ali di rumah pah sama Erika ini"
"waduh pantes pak kyai bilang kalau kamu dan Erika ke rumah, tadi papa sempat bingung sama omongan pak kyai yang nanyain kamu dan Erika ternyata di rumah toh"
"emangnya papa di mana sekarang? "
"papa lagi di pondok kebetulan ada proyek di dekat pondok ini sekalian mampir kirain kamunya udah pulang dari kemah eh malah langsung pulang ke rumah"
"waduh terus gimana ini pah mana Ali ajak Erika lagi ke rumah tadi Ali udah janji sama pak kyai mau antar Erika pulang malam ini juga"
"ya ide Bagus itu pah"
Ali menunggu beberapa saat kemudian daei seberang terdengar lagi suara papahnya yang kembali berbicara.
"gimana pah? "
"alhamdulillah boleh nak tapi ini pak kyai mau ngobrol sama kamu katanya"
"sama Ali pah? "
"*iya ini"
"assalamualaikum*... "
__ADS_1
"waalaikum pak kyai"
"nak sebenarnya bapak ini sedikit banyak sudah paham tentang kedekatan kamu dengan Nashwa putriku, tapi satu hal yang harus kamu ingat wanita itu harus di jaga se sukanya kamu dengan anakku itu kamu harus tetap bisa menghormati apa yang menjadi keputusan ku nantinya ya, semoga kalian berjodoh jika memang Allah menghendaki "
"aamiin"
Erika dan Reni yang tidak mendengar percakapan Ali terheran-heran karena melihat wajah Ali yang nampak sumringah secara tiba-tiba.
Ali menutup sambungan telepon setelah menjawab salam dari seberang.
"ada apa sih? seneng banget? " Reni
"nggak apa-apa mah, oh iya papa sekarang lagi ada di pondok mah terus pulangnya masih lama jadi Erika bisa nginep disini "
"beneran? aaargh... seneng banget deh " Reni memeluk Erika dengan senangnya.
"tapi abah? " Erika
"papa udah ijinin ke pak kyai dan pak kyai setuju"
Erika terdiam mengingat abahnya yang sudah dia rindukan.
abah, nggak biasanya kayak gini, ada apa ya? (Erika)
"ya udah sekarang kan udah malam kita semua tidur ya, Erika tidur di kamar Ali ya? "
"terus Ali eh maksudnya mas Ali tidur dimana mah? " Erika
"aku di kamar tamu aja" Ali
"mama aku boleh pinjam mukenah? mukenah Erika ada di tas kemah takutnya nggak suci lagi"
"ok sayang mama ambilin ya nanti mama antar ke kamar Ali, Al kamu antar Erika ke kamar kamu gih kasihan udah malem"
__ADS_1
"iya mah"