
Ali kembali duduk di samping Erika, Ali melirik sekeliling yang ternyata sudah hampir tidak ada orang lagi, Ali mengambil kesempatan untuk bicara dengan Erika.
"mama mau ngomong sama kamu" bisik Ali
"ngomong apa?" Erika juga berbisik
"ya ngobrol aja, aku telponin ya"
"telpon aja ya?"
"video call"
"kalau gitu nanti deh aku belum mandi, aku mau sholat ashar juga"
"ya udah nih kamu bawa, nanti kalau kamu udah selesai kamu bisa telpon sendiri" Ali memberikan ponselnya kepada Erika.
"enggak nanti aja kalau aku udah siap aku bilang kamu, lagian nggak enak juga bawa hp kamu"
"nggak enak kenapa? kan punya nya pacar sendiri"
"ya nggak enak aja"
"bener nih nggak enak, kayaknya kemaren ada yang sampek selfie-selfie deh"
"kok kamu tahu padahal udah aku hapus" Erika terlihat malu karena tingkahnya di ketahui oleh Ali
"tahu dong, mulai sekarang apa pun yang aku punya kamu juga berhak untuk memilikinya, jadi sekarang ini kamu bawa nanti kamu telpon mama sendiri ya"
"iya..."
Erika membereskan piring sisa makanannya dan juga piring Ali yang ternyata juga masih disana, Erika membawa ponsel Ali di sakunya dan meninggalkan Ali yang masih duduk, mereka memang sengaja tidak bersamaan karena takut akan ada yang tahu hubungan mereka.
Ali beneran nggak seburuk yang aku kira, terlepas dari sikapnya kepada orang lain yang selalu saja sewot, dia adalah laki-laki yang menjaga janjinya dan juga menghormati keputusan yang aku buat, semoga dia bisa baik juga kepada semua orang aamiin... (Erika)
Ali membantu Rendi dan Iqbal menata perlengkapan untuk acara api unggun malam nanti.
Hari sudah beranjak senja, semua orang sudah akan melakukan sholat jamaah maghrib. Yang menjadi imam malam ini adalah bapak kepala sekolah yang baru saja datang.
__ADS_1
Erika yang ketinggalan sholat maghrib berjamaah melakukan sholat maghrib sendiri di tenda khusus, setelah selesai sholat Erika melakukan wirid, tiba-tiba ponsel Ali berdering.
Erika mengambil ponsel Ali yang berada di saku baju pramuka milik Erika.
*astaghfirullah mamanya Ali telpon, aduh gimana nih, mana aku masih* **belum siap-siap** *lagi*, *nggak papa deh aku angkat aja* (Erika)
Erika akhirnya mengangkat panggilan video call masih dengan menggunakan mukenah.
"assalamualaikum tante..."
Erika tertunduk mendengar Reni yang memanggilnya "calon mantu"
"iya tante hp nya pak Ali ada sama saya, oh iya kata pak Ali tante mau ngobrol sama saya?"
"*kok panggilnya pak Ali? kan calon suami*"
__ADS_1
"tante bercanda aja"
"*nggak bercanda, itu doa, tante pengen loh punya mantu kayak Erika, oh iya jepit rambut yang pernah tante kasih ke kamu masih kamu simpan*?"
"masih tante, ini Erika pake"
"*itu jepit favorit tante, dan nggak tahu kenapa waktu itu tante pengen banget kasih itu ke kamu buat kenang-kenangan dan semoga nantinya bisa jadi mantu tante*"
"aamiin"
Erika keceplosan mengaminkan perkataan Reni yang mendoakan dia menjadi mantunya.
Erika menutup mulutnya malu.
"*aaargghh aamiin... ya allah aamiin*"
Teriak Reni kegirangan mendengar Erika yang juga mengaminkan perkataannya.
*astaghfirullah... aku keceplosan* (Erika)
__ADS_1
Tawa Reni tak henti-hentinya bergema di antara pembicaraan Erika dan Reni, Erika yang benar-benar malu sampai tidak mampu bicara apa-apa karena saking bingungnya mau ngomong apa.