
"mbak Reni mantunya mau jadi MC lagi? "
"enggak-enggak hari ini dia full duduk sama saya dan keluarga nggak ada MC MC an lagi"
"mama.... " Erika menyentuh lengan calon mertuanya itu
"gapapa kok mah kalau Erika memang di butuhkan "
"enggak sayang sudah ada MC nya sendiri hari ini saatnya kamu duduk manis menikmati acara di sini "
"ya udah deh iya mah" Erika mengalah karena nggak mungkin membantah Reni saat ini.
Acara demi acara telah selesai di selenggarakan, lebih lelah hanya duduk dari pada menjadi MC.
Jam menunjukkan pukul tiga sore, Erika pamit ke toilet dan ingin menunaikan ibadah sholat ashar.
"gini aja sayang kita gantian yah, kamu sama Alisyah sama mama sholat duluan habis itu baru aku sama papa" Ali
"iya mas"
Mereka bertiga meninggalkan aula kemudian di antarkan oleh pelayan hotel menuju kamar yang di sediakan pihak keluarga.
Setelah hampir empat puluh lima menitan akhirnya mereka kembali ke aula dan bergantian Heru dan Ali yang mengerjakan sholat ashar.
"hai jeng Reni... " Reni menoleh ke sumber suara yang ternyata sudah duduk di sebelahnya
__ADS_1
"eh... jeng Jessy gimana kabarnya jeng? " mereka cipika-cipiki
"baik jeng Reni oh iya ini Alisyah? "
"iya jeng Jessy "
"sudah besar ya sekarang sekarang berhijab? "
Alisyah menyalami dan mencium punggung tangan wanita yang bernama Jessy itu
"alhamdulillah iya jeng Jessy"
"terus yang ini siapa? " Jessy menunjuk ke arah Erika
"saya Erika tante" Erika menyalami Jessy dan juga mencium punggung tangan Jessy
"calonnya Ali? nggak salah jeng Reni? "
"salah? apa yang salah? "
"jeng Reni kan orang terpandang masa calon mantunya B aja gitu kayaknya, sekolah di mana kamu? dari kampung mana? "
Belum sempat Erika menjawab pertanyaan atau yang lebih tepatnya interogasi itu Reni sudah berdiri dan menenteng lengan wanita itu.
"hey nyonya Jessy jangan pernah anda memandang rendah calon menantu saya ya, dia adalah seorang ustadzah lulusan luar negeri dan mempunyai kesopanan yang anda tidak punya" teriak Reni lantang hingga para tamu banyak yang tersita perhatiannya dan fokus ke arah Reni
__ADS_1
Erika berdiri juga memutari meja menuju ke arah Reni dan menenangkan calon mertuanya itu.
"kok jeng Reni nyolot saya cuma tanya dia sekolah dimana dan dari kampung mana? wajar kan saya tanya seperti itu? "
"lalu kata-kata yang keluar dari mulutmu sebelum itu apa? kamu bilang calon mantuku B aja atau apa tadi? "
"mah udah mah malu di lihatin banyak orang" Erika
"biarin sayang biarin semua orang denger, dulu dia jodoh-jodohin Ali sama anaknya dan untung mama nolak karena ternyata anaknya sudah hamil duluan dengan orang lain lalu dia dengan sengaja ingin membuat Ali yang harus bertanggung jawab No nggak akan pernah terjadi"
"mama cukup mah udah mah" Erika menarik Reni agar menjauh dari wanita itu
"jaga mulutmu Reni, aku yakin calon mantumu ini hanya orang kampung yang low class agar bisa kamu suruh-suruh seperti pembantu nantinya "
plak!
Reni menampar wanita itu dengan keras, Erika hanya menganga terkejut atas kelakuan Reni
"astaghfirullah mama udah"
"kamu berani menampar saya ha? "
Dan wanita itu balik menyerang Reni dan mereka berdua akhirnya saling menjambak, Alisyah ikut turun tangan menjambak wanita itu.
"dasar wanita tua jahat, mulutmu itu harusnya di sumpal dengan tisu agar tidak seenaknya mengkritik orang lain" teriak Alisyah
__ADS_1
.....