
Dika meninggalkan Linda yang masih berdiri di koridor sekolah.
enak aja mau gagalin usaha aku buat deketin pak Ali sama bu Erika, dasar bocah (Linda)
Linda kembali ke ruangan Erika dengan lagak tergesah-gesahnya.
"bu Er maaf nih, masa si Dika minta saya buat kasih ini ke pak Ali padahal kan saya lagi sibuk, tolong bu Er kasih sendiri ya permisi" setelah bicara panjang lebar dan tanpa menunggu jawaban dari Erika, Linda sudah pergi dari pandangan Erika.
"ya allah kotak ini lagi, mana jam makan siang udah mau habis lagi, aku harus cari pak Ali sendiri dan memberikan kotak makan siang ini"
Erika mencari keberadaan pak Ali di beberapa ruangan tapi tidak menemukannya, sampai akhirnya Erika berada di depan studio musik dan mendengar seseorang bernyanyi dengan diiringi gitar, perlahan Erika membuka pintunya dan melihat Ali duduk dengan mata terpejam memainkan gitar serta bernyanyi. Sesaat Erika terpanah melihat Ali yang memang ganteng juga kepiawaiannya memainkan gitar.
Puas mengagumi makhluk adam di depannya, Erika kemudian tersadar.
"astaghfirullah... Erika kamu apa-apaan sih" gumam Erika
Ali menghentikan tangannya bermain gitar saat melihat Erika berdiri di pintu.
"kalau mau masuk, masuk aja nggak usah ngintip awas mata kamu bintitan"
"siapa yang ngintip, nih aku bawain kotak makan siang kamu" Erika mengulurkan tangannya masuk sedangkan dirinya masih saja di tengah-tengah pintu.
Ali berdiri menghampiri Erika di pintu kemudian menarik kotak makan itu yang juga otomatis membuat Erika juga ikut tertarik ke dalam ruangan itu, dengan cekatan Ali menutup pintunya dari dalam.
"astaghfirullah... kamu ini mau apa?"
Erika terpojok bersandar di pintu dengan Ali di depannya, Ali menaruh sebelah tangannya bersandar di pintu tepat di samping wajah Erika.
__ADS_1
"kamu pacar aku ok" Ali
Erika hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya agar mata mereka tidak bertemu.
"apa yang pak Ali lakukan, biarkan saya pergi"
"kamu itu pacar aku jangan panggil pak, harus panggil sayang atau apa gitu yang romantis"
"maaf pak saya nggak pacaran, lagian insiden tentang kotak makan siang yang tempo hari kan sudah saya klarifikasi"
dia ini lucu sekali, sudah se dekat ini masih nggak mau lihat wajah aku (Ali)
"ok kalau emang kamu maunya resmi hari ini aku tembak kamu, Erika Nashwa kamu mau kan jadi pacarku?"
"maaf pak Ali saya nggak pacaran"
"kalau kamu nggak mau jawab iya aku akan lakuin sesuatu ke kamu"
Ali mendekatkan wajahnya ke wajah Erika
"pak Ali mau apa?" teriak Erika
"aku akan cium kamu kalau kamu nggak mau jadi pacar aku"
"astaghfirullah jangan pak itu dosa"
"kalau gitu kamu harus jadi pacar aku dong"
__ADS_1
"sama aja pak Ali pacaran juga nggak boleh"
"terus mau nya apa? nikah? "
"ya nggak juga"
"ribet ah pokoknya kamu harus mau jadi pacarku"
"apa pak Ali janji akan lepasin saya kalau saya jawab iya?"
"iya"
"ok tapi saya punya beberapa syarat"
"apa?"
"pacaran ini hanya sebuah status, saya nggak mau ada perlakuan saling menyentuh apalagi skin to skin dan juga kita nggak akan berhubungan intens layaknya orang pacaran dan lagi saya nggak mau pak Ali selalu bilang ke semua orang kalau saya ini pacar bapak"
"ok nggak masalah, saya juga punya syarat"
"kenapa jadi pak Ali kasih syarat juga? kesannya kayak saya yang mau pak Ali jadi pacar saya"
"biar adil lah, syaratnya kamu nggak boleh panggil saya pak lagi ok"
"cuma itu?"
"iya"
__ADS_1
"ok deal"
"deal"