
Hari ini Salsa telah menyetujui proses ta'aruf yang di atur oleh abah dengan mas Aab yang juga santri abah di pondok pesantren. Salsa sangat senang karena mas Aab adalah laki-laki yang memang di sukanya sejak dulu, mas Aab adalah seorang anak saudagar kaya di sebuah desa yang juga masih di daerah jawa timur, ayah dari mas Aab adalah teman masa kuliah abah, ayah mas Aab awalnya ingin menjodohkan mas Aab dengan mbak Nia (Edenia) kakakku tapi setelah ta'aruf mbak Nia dan mas Aab mereka sama-sama tidak sreg dan juga sama-sama tidak menemukan jawaban saat melakukan sholat istikharah.
Abah lalu mengenalkan Salsa kepada ayah mas Aab ternyata ayah mas Aab suka dengan Salsa yang memang sudah di anggap anak sendiri oleh abah, begitu juga mas Aab, ketika abah menanyakan tentang ta'aruf dengan Salsa mas Aab sangat antusias dan langsung mengiyakan.
Nanti setelah 12 minggu jika memang mereka berjodoh maka abah akan menikahkan Salsa dengan mas Aab, keluarga dari Salsa yang mungkin masih hidup tidak ada yang tahu keberadaannya maka nanti ketika Salsa menikah akan menggunakan hakim sebagai wali nikah dari Salsa.
Hari ini ayah mas Aab juga hadir di rumah abah untuk membicarakan tentang ta'aruf itu, aku dan Salsa juga di bantu santri-santri senior pun memasak menu spesial untuk tamu spesial hari ini.
"bagaimana Ron apakah Salsa mau ta'aruf dengan Abdilah? "
(nama asli mas Aab adalah Ikhwan Abdilah dan semua orang memanggilnya Aab dari Abdilah)
"dia putriku juga Lim dan dia pasti manut apa yang aku katakan"
manut\=nurut
"loh bukan begitu Ron aku tidak mau jika anak itu merasa terpaksa"
" ha ha ha aku mengenal putri-putriku sejak mereka kecil Salim, dan juga pasti ada alasan tertentu ketika aku meminta Aab ber ta'aruf dengan Salsa "
__ADS_1
"memangnya apa alasannya?"
"karena Salsa memang sejak dulu sudah suka dengan anakmu itu Lim "
"alhamdulillah kalau begitu Ghufron, aku sangat lega mendengarnya"
"hayo...abah sama pakde Salim ghibah ya...?"
aku sengaja menggoda abah dan ayahnya mas Aab yang sedang membicarakan Salsa, aku mengantarkan minuman dan makanan kecil untuk beliau berdua
"kok ghibah gimana to nduk abah ini merundingkan masa depan saudarimu loh dengan anaknya pakde Salim"
"Ron kalau boleh jujur ya dari semua putri-putrimu itu aku sangat gemas dengan yang satu ini" sambil menunjuk ke arahku
"loh kenapa toh pakde...?"
"karena kamu adalah yang paling kritis diantara kakak dan adikmu, kamu yang paling cerewet juga dari mereka dan juga yang paling kendel"
kendel\=pemberani
__ADS_1
"ya ben mboten sama semua to pakde sama saudari-saudariku nggeh to bah"
"ya biar nggak sama semua to pakde sama saudari-saudariku iya kan bah"
"ha ha ha persis ibumu kamu itu nduk "
"he he he kan putrinya lho pakde"
"oh iya gimana ndak ada kepingin mau ngajar di kota nduk?"
"ndak pakde disini saja bantuin abah"
"iya Nashwa karena memang diantara semua anak Ghufron kamulah yang paling sama dengan ibumu dan abah mu ini pasti nurut sama kamu "
"tidak seperti itu Salim, aku menuruti semua anak-anakku selagi itu baik dan tidak menyimpang dari ajaran agama kita"
"benar itu pakde, Nashwa ke belakang dulu nggeh"
aku undur diri dari hadapan abah dan pakde Salim.
__ADS_1