
Ali mengambil kertas di ulurkan Erika padanya, Ali membacanya kemudian memberi masukan kepada Erika.
"wah kayaknya seru juga kalau di bikin game kayak gini yah" Erika
"pasti dong, biar tiap tahun nggak monoton gitu-gitu doang kita sebagai generasi muda juga harus kreatif dalam memberikan ide-ide segar"
"kamu bener banget jadi meskipun setiap tahun para murid berganti tapi kita sebagai pembina tidak akan merasa bosan saat menyampaikan materi yang memang sama saja setiap tahunnya"
"nah itu tahu, oh iya kalau yang ini kita harus kasih game yang lebih menantang dan kekinian"
"contohnya?"
"emmm gimana kalau kita bikin game pernyataan cinta? pasti banyak yang ikut dan juga pasti banyak yang penasaran"
"emangnya boleh kayak gitu?" Erika
"ya kita coba aja"
"iya deh biar nanti aku ngobrol sama pak Roy soal ini"
"nanti aku temenin kamu biar dia nggak genit sama kamu"
"terserah deh"
Ali dan Erika benar-benar serius ketika membahas tentang kegiatan perkemahan untuk besok, mereka sampai tidak sadar kalau beberapa guru sudah datang dan duduk bersama mereka.
"serius banget sih bahas apaan?" Rendi
__ADS_1
"eh loh kok udah pada balik semua?" Erika
"tuh kan saking seriusnya sampai nggak tahu kalau ada yang datang, bahas apaan sih?" Rendi
"kepo lu, kita bahas masa depan" Ali
"bener dik?" Rendi
"enggak kak ini loh kita bahas untuk jelajah besok, pak Ali kasih ide-ide bagus buat game besok"
"tuh kan, emang nggak ada guna nanya sama lu pasti jawabannya ngaco"
"salah sendiri lu kepo"
"udah-udah siapa yang mau kopi nih" Linda datang membawa kopi dalam teko dan beberapa gelas plastik di atas nampan.
"lu apa aja juga cocok asal bisa di makan"
"pak Ali nggak boleh gitu ah nggak baik" Erika ngomel karena Ali yang memang bawaannya selalu saja sewot kalau sedang di ganggu kebersamaannya dengan Erika
"dengerin tuh ning Nashwa bilang apa? nggak boleh marah-marah" Iqbal
"seneng kan lu di belain dasar buntelan"
"pak Ali" Erika melotot ke arah Ali yang malah mengejek Iqbal yang memang bertubuh gempal.
"iya iya"
__ADS_1
Linda menuang kopi di gelas-gelas plastik itu dan memberikannya ke semua guru yang ada di tenda induk, karena jarak terlalu jauh Linda meminta Erika untuk memberikan gelas kepada Ali yang duduknya memang lebih dekat dengan Erika dari pada dengan Linda.
"nih " Erika mengulurkan gelas kopi dengan nampannya sekalian karena takut tersentuh oleh Ali
"aku nggak ngopi sayang" bisik Ali
"kenapa?" Erika juga ikutan berbisik
"kembung" Ali menepuk perutnya
"oh..."
Erika membawa kembali kopi yang seharusnya untuk Ali, dari arah lain datanglah Roy dengan Edo kemudian langsung bergabung dengan para guru itu, Roy segera duduk di antara Erika dan Ali, Roy mengambil kopi yang masih berada di nampan di tangan Erika.
"tahu aja bu Erika kalau saya suka kopi" Roy hampir menyeruput kopi di tangannya sebelum seseorang mengambil paksa kopi itu
"maaf pak Roy ini kopi buat saya" Ali
"tapi kan..."
"ini pak Roy masih ada kok" Linda memberikan kopi lain yang di ambilkan dari teko
"makasih bu Linda"
"sama-sama pak Roy, bu Er ayo bantu saya di belakang" Linda menarik tangan Erika agar mengikutinya dan terhindar dari Roy dan Ali.
bu Linda sepertinya berada di pihak gua, gua bisa minta dia buat jagain Erika biar nggak di godain terus sama si Roy itu (Ali)
__ADS_1