Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 39


__ADS_3

Alika terus menatap manik elang Edgar untuk mencari kebohongan disana, namun sayangnya Alika tak menemukan kebohongan itu. Ia hanya melihat cinta yang begitu besar untuknya dan sebuah ketulusan yang membuatnya merasa yakin untuk kembali lagi pada Edgar.


"Terimakasih." Alika memeluk dan menyembunyikan wajah cantiknya didada bidang sang suami.


"Aku juga mencintaimu Edgar, sangat mencintaimu. Aku mohon jangan pernah sakiti aku lagi, karena hati ini tak akan kuat untuk menahan sakit yang ke dua kalinya." Ucap Alika yang semakin mengeratkan pelukannya untuk mencurahkan segala rasa yang ada di dalam hatinya.


"Percayalah padaku, aku hanya akan memberikan kebahagiaan padamu." Janji Edgar pada sang istri.


Edgar membelai wajah istrinya dengan penuh kelembutan, sedangkan Alika memejamkan matanya menikmati sentuhan yang di berikan sang suami padanya.


Edgar tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya kembali kadalam kamar. Edgar membaringkan tubuh istrinya secara perlahan kemudian ia pun menatap manik mata istrinya untuk meminta izin.


Alika hanya mengganguk sebagai jawaban, ia pasrah dan akan menerima semua keinginan Edgar malam ini.


Edgar tersenyum simpul dan mulai mencari titik kelemahan istrinya. Karena Alika sudah tak memakai sehelai benang pun sejak di kamar mandi membuat Edgar semakin mempermudah pekerjaannya.


Kini malam kedua mereka pun terjadi. Alika menggeram saat benda tumpul memaksa masuk. Ini memang bukan yang pertama kalinya bagi Alika namun ia masih merasakan sakit yang kuat biasa.


Edgar menghentikan aktivitasnya sejenak dan mulai memberikan kecupan di titik sensitif sang istri untuk mengalihkan rasa sakitnya. Kini ia pun mulai melakukan gerakan perlahan dan mulai menikmati keindahan surga dunia bersama istri tercintanya.


Malam yang panjang kini telah berlalu. Mentari pagi telah menunjukan sinarnya. Edgar menyangga kepalanya menatap wajah cantik natural sang istri yang masih tertidur pulas.


Perlahan ia pun mulai mengusap wajah Alika dengan penuh kelembutan kemudian ia pun memberikan kecupan lembut di bibir istrinya.


Alika yang merasa sedikit terganggu kini ia pun terbangun dan sedikit terkejut saat melihat wajah suaminya sangat begitu dekat dengannya.


"A-apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Alika yang kini menutupi wajahnya dengan selimut. Ia sungguh merasa malu saat ini namun Edgar dengan cepat nenyingkirkan selimut itu dari wajah istrinya.


"Kenapa kau masih saja malu padahal kita sudah melakukannya, bahkan aku sudah melihat semua yang ada di dalam dirimu." Dengan gemas Edgar mencuil hidung mancung istrinya.


Kini tatapan meraka pun saling terkunci merasakan hasrat dan gelora yang menggebu-gebu. "Aku ingin, bolehkah?" Tanya Edgar dengan suara seksinya.


"Tidak, aku masih sangat lelah seluruh tubuhku rasanya sakit sekali."

__ADS_1


"Aku akan memijitnya." Ucap Edgar memberikan sebuah tawaran.


"Tidak, jangan hari ini." Alika mendorong tubuh suaminya agar menjauh darinya. Alika pun mencoba untuk kabur dari kungkungan Edgar namun hanya dua langkah beranjak dari ranjang, Alika menjerit saat merasakan sakit di bagian intinya.


"Sayang!" Pekik Edgar dengan dengan wajah cemasnya ia menghampiri sang istri.


"Huhu.. Ini semua karena ulahmu kau benar-benar tidak bisa membuatku berjalan tapi kau masih saja menginginkan nya." Keluh Alika yang mulai menangis menahan sakit.


Edgar memperlihatkan barisan gigi putihnya dan mulai menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf sayang aku terlalu bersemangat untuk itu, lagi pula bukan aku saja tapi semalam kau juga sangat agresif sekali dan itu sangat luar biasa aku sangat menyukainya." Kekeh Edgar sedikit menggoda istrinya.


"Ishhh... Dasar menyebalkan!" Alika merasa sangat malu dan berusaha untuk berjalan ke kamar mandi meskipun ia sedikit kesulitan.


Namun dengan cepat Edgar mengangkat tubuh istrinya dan masuk ke kamar mandi.


"Edgar turunkan aku. Aku bisa melakukannya sendiri."


"Kenapa? aku hanya mau mandi dan untuk menghemat waktu kita bisa melakukannya bersama bukan?" Edgar mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Alika.


"Edgar bukankah kau mengatakan jika kita akan mandi saja?" Alika terkejut saat benda tumpul itu masuk kembali ke tempatnya.


Edgar tersenyum tanpa rasa berdosa sedikit pun sudah mengelabui istrinya. "Maaf sayang, tapi itu salahmu karena kau terus menggodaku sejak tadi, jadi aku harus bagaimana tidak mungkin kan aku bermain sendiri?" Ucap Edgar memberi alasan.


"Ahh... Kau menyebalkan! kau sudah menipuku." Kesal Alika.


Sedangkan Edgar hanya tertawa kecil dan melanjutkan aktivitasnya. Janji yang hanya akan melakukan mandi saja ternyata tidak terbukti bahkan mereka tak melakukannya sekali.


***


Setelah dua jam berlalu kini keduanya sudah berada di kantor masing-masing sedangkan twins R sudah berangkat ke sekolah sebelum kedua orang tuanya keluar dari dalam kamar.


Di dalam ruangan CEO perusahaan Anggasta grup Edgar terus tersenyum dan memutar kursi kerjanya membayangkan wajah istrinya yang di teluk kesal padanya.


"Ahh dia sangat menggemaskan." Guman Edgar lirih dengan senyuman yang tak pernah pudar menghiasi wajah tampannya.

__ADS_1


David yang melihat senyuman tuan majikannya merasa merinding. Ini baru pertama kalinya bagi David melihat senyuman Edgar yang terasa begitu mengerikan baginya.


"Sepertinya hari ini tuan muda sedang sangat senang itu artinya aku bisa pulang lebih cepat." Gumam David lirih.


"Vid apakah apakah hari ini ada meeting? jika ada batalkan semua meeting hari ini karena aku akan pergi menemui istriku." Ucap Edgar sambil merapihkan bajunya bersiap untuk pergi.


"Baik tuan muda."


"Bagus kalau begitu aku akan pergi sekarang juga." Ucap Edgar yang berjalan keluar dari ruangan nya dengan senyuman mengembang.


Semua para staf dan karyawan kini menatap aneh ke arah bosnya mereka merasa sangat aneh namun mereka juga merasa kagum dengan ketampanan Edgar saat sedang tersenyum.


Kini para staf dan karyawan pun mulai berbisik untuk menggosipkan bosnya. Hal itu terdengar langsung sampai di telinga Edgar yang kini mulai menatap ke sekelilingnya dan kembali mengubah ekspresinya seperti biasa.


"Apa kalian akan terus menatapku seperti itu? cepat kembali bekerja!" Sentak Edgar membuat semua staf dan karyawan itu mulai menghentikan aktivitas menggosipnya.


"David!" Teriak Edgar memanggil asisten pribadinya.


"Ya tuan muda." David berlari tergopoh-gopoh menghampiri Edgar dengan wajah penuh tanya.


"Aishh.. Ada apa ini mengapa ekspresinya bisa berubah secepat angin berhembus." Gumam David lirih.


"Ada apa tuan muda?"


"Aku ingin semua pekerjaan mereka di periksa dan jika aku menemukan kesalahan sedikit pun maka aku tidak akan segan untuk memecatnya dari perusahaanku, karena aku hanya akan mengerjakan orang yang benar-benar bekerja bukan hanya menggosip dan berbicara omong kosong." Ucap Edgar memberikan perintah sekaligus peringatan untuk seluruh karyawan nya.


"Baik tuan muda."


Setelah mengatakan hal itu kini Edgar pun kembali melanjutkan perjalanannya untuk menemui sang istri. Sedangkan David mulai mengerjakan seperti yang di perintahkan oleh tuan majikannya.


"Damn! ini semua karena kecerobohan mereka sekarang aku terjebak di dalam ruangan ini. Jika aku terus seperti ini maka kemungkinan aku akan menjadi jomblo abadi." Kini David mengambil ponselnya dan membatalkan acara kencan buta yang sudah ia rencanakan sebelumnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2