
Maria dan Sabrina datang dan menghampiri twins R menanyakan keberadaan sahabatnya, karena sebelumnya Raina menghubungi Maria untuk meminta tolong mencari keberadaan sang bunda yang tidak ada di rumahnya.
"Bunda baik-baik saja aunty dia ada di rumah sakit bersama ayahku." Ucap Raina membuat kedua gadis itu kini bernafas lega saat mendengarnya.
"Maria sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang." Ajak Sabrina yang langsung di angguki Maria.
Namun kini Arga menghentikan langkah keduanya yang kini kembali berbalik menatap ke arahnya.
Arga membuka jaket kulit yang ia kenakan dan memberikannya pada Maria. "Apa kau akan menggoda semua pria yang ada di sana dengan pakaian seperti ini." Tanya Arga dengan wajah dinginnya.
"Apa maksudmu?" Maria tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Arga saat ini, kemudian ia pun manik mata indahnya pun memindai dirinya sendiri.
Maria terbelalak dan langsung memakai jaket yang di berikan Arga dan langsung berlari masuk ke dalam mobil karena merasa sangat malu.
"Sok romantis sekali kamu." Sabrina memutar bola matanya malas lalu mengikuti langkah Maria masuk kedalam mobil.
Namun Sabrina menghentikan langkah kakinya saat seseorang mencegah tangannya. "Lepaskan tuan Anggasta! jika tidak, aku akan melakukan sesuatu yang tidak bisa kamu bayangkan." Sabrina memberikan peringatan.
"Lakukan saja, apapun yang kamu inginkan istriku." David menekan kata-kata terakhirnya.
"Kau lagi," Sabrina menepis tangan suaminya namun David lebih cepat melingkarkan tangannya di pinggang Sabrina.
"Pulanglah kau istriku tidak baik seorang istri tidur di rumah orang lain sedangkan suaminya duduk menunggu di rumah dengan perasaan cemas dan khawatir."
"Cihh... Aku bahkan tidak sudi hidup dengan penipu sepertimu." Ketus Sabrina.
"Bukankah itu adil dalam perang dan cinta." David mengangkat tubuh wanita yang sudah beberapa hari ini sah menjadi istri masuk ke dalam mobilnya.
Arga mengernyitkan dahinya, matanya terus menatap penuh tanya pada David dan sahabat dari mantan kekasihnya pergi meninggalkan halaman mansion begitu saja. "Apakah mereka memiliki hubungan?"
__ADS_1
Sedangkan Maria mendengus kesal karena saat ini ia harus pergi sendiri tanpa Sabrina. Maria sudah tahu hubungan David dan Sabrina karena hal itu ia tak ingin melakukan apapun untuk mencegah David membawa Sabrina.
Ya, Sabrina dan David menikah di hadapan kedua orang tua mereka pada malam dimana David mengatakan jika mereka pernah melakukan hubungan layaknya suami istri.
Awalnya ibu Sabrina tidak menyetujui David menikahi putrinya, namun ia lebih takut jika suatu hari Sabrina hamil sebelum melakukan pernikahan maka itu akan menjadi aib dan sulit untuk mendapatkan jodoh untuk putrinya.
Pada akhirnya ibu Sabrina memberikan keputusannya untuk menikahkan mereka malam itu juga seperti yang sudah di sanggupi oleh David sebelumnya.
Flasback
Ibu Sabrina menghela nafasnya perlahan kini ia menatap ke arah putrinya dengan penuh kekecewaan. "Ibu tidak menyangka kau akan melakukan hal ini Sabrina, ibu pikir kamu bisa menjaga kehormatan mu sebagai seorang wanita tapi," Ibu tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya lagi.
"Vino siapkan semuanya malam ini juga." Titah sang ibu, keputusannya sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat pagi meskipun Sabrina terus merengek tak ingin menikah dengan David.
Vino sebagai seorang kakak pun sedikit kecewa dengan perlakuan sang adik yang begitu berani mempertaruhkan kehormatannya pada pria asing, namun ia tak ingin memojokkan Sabrina karena dalam hal ini tidak hanya Sabrina tapi David pun sama bersalah nya.
"Ahhh.. Bajingan!! ini semua karena kamu aku sangat membencimu David Mirza." Teriak Sabrina meluapkan kemarahan nya.
"Ahhh aku tidak mau menikah dengan pria menyebalkan sepertimu."
"Sabrina apapun dan bagaimana pun alasanmu aku akan tetap menikahimu, itu sudah keputusanku dan artinya sudah final."
"Apa kau pikir aku sama seperti bisnis yang bisa kau dapatkan dengan mudah? oh tidak! jangan berharap banyak pada hubungan ini. Aku akan menikah denganmu tapi kau tidak akan pernah bisa melakukan apapun karena aku akan membongkar kecurangan mu padaku nanti." Ucap Sabrina memberikan sebuah ancaman peringatan pada David.
"Kau manis sekali, baiklah enam bulan. Jika aku tidak bisa mendapatkan semua yang ada pada dirimu maka aku akan menceraikanmu saat itu juga tapi jika sebaliknya jangan berharap lagi kau bisa lepas dariku."
"Hey! apa kau sedang mengancamku?" Sabrina melirik tajam ke arah David.
"Tidak, ini adalah sebuah perjanjian dan kesepakatan kita. Bagaimana apa kau tertarik?" David menaik turunkan sebelah alisnya pada Sabrina.
__ADS_1
Sabrina tak menggubris ucapan David saat ini, ia lebih memilih pergi dan memikirkan tawaran David.
***
"Saya terima nikah dan kawinnya Sabrina Salsabilla dengan emas kawin tersebut di bayar tunai." Dengan satu kali tarikan nafas Sabrina kini sudah menjadi istri sah David Mirza.
"Tiga hari lagi kita akan membuat acara resepsi pernikahan kita agar dunia tahu jika kau istriku." Ucap David sedikit berbisik pada Sabrina.
"Tidak perlu! aku bahkan tidak ingin siapapun tahu jika aku sudah menikah dengamu." Ketus Sabrina dengan wajah lelahnya acuhnya.
"Jangan bersikap seperti itu pada suamimu ini, atau aku akan melakukan apapun yang tidak akan pernah kau duga sebelumnya."
Sabrina memutar bola matanya malas. "Aku tidak takut dengan ancaman mu karena aku tidak akan membiarkan apapun yang kamu harapkan terjadi."
"Oke baiklah sayangku kita lihat saja nanti." David tersenyum penuh arti.
"Apapun yang sudah menjadi keputusanku maka itulah yang akan terjadi, karena aku tidak akan membiarkan apapun yang kamu lakukan berhasil dengan sempurna sesuai keinginanmu." Gumam David membatin.
Rasa cinta dan kecemburuan yang begitu besar membuat David melakukan segalanya demi mendapatkan cinta dari sang pujaan hati.
Flasback End.
Di dalam mobil. Sepasang pengantin baru itu kini terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun, bahkan kini sikap Sabrina lebih dingin dari yang sebelumnya.
David mulai memutar otak untuk melakukan sesuatu agar membuat Sabrina kembali mencintainya, mengingat masa lalunya hampir mirip dengan kisah cinta bosnya.
Namun jika di bandingkan dengan dirinya kisah cinta Edgar lebih rumit karena masih ada bayangan mantan dalam kehidupan pernikahan mereka.
"Bagaimana caranya menaklukkan singa betina ini? apakah aku harus menanyakan hal ini pada tuan muda, karena dia sudah berhasil kembali menaklukkan hati istrinya dan mengubah status istri kontrak menjadi istri sah. Lalu bagai mana dengan diriku? dalam enam bulan aku harus bisa membuatnya tak ingin berpisah dariku jika tidak semuanya akan berakhir sampi di sana saja." David menghela nafas perlahan dan mulai menyusun rencana terbaik untuk menaklukkan hati istrinya.
__ADS_1
Sabrina melirik sekilas pada David yang terlihat sangat kebingungan. "Apa yang sedang pria licik itu pikirkan? aku yakin dia pasti sedang merencanakan sesuatu lagi. Oh tidak semudah itu tuan licik aku tidak akan membiarkan rencanamu berhasil begitu saja." Sabrina tersenyum sinis melirik ke arah lain.
Bersambung...