Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 61


__ADS_3

"Kenapa kau kembali?" Tanya Arga setelah sekian lama terdiam.


"Kenapa?" Maria tersenyum samar.


"Aku tidak di ajarkan membalas semua perlakuan buruk seseorang dengan keburukan." Jawab Maria membuat Arga menautkan alianya.


"Aku minta maaf soal tadi," Arga melirik ke arah Maria yang tengah pokus mengendarai mobilnya.


Maria tersenyum kaku sekilas menatap ke arah Arga yang terlihat begitu tulus meminta maaf kepadanya. "Kau tidak perlu meminta maaf, karena semua itu benar adanya. Sudah sampai." Maria menghentikan laju mobilnya tepat di depan perusahaan Anggasta grup.


"Aku,"


"Tuan kita sudah sampai di kantormu, silahkan kau pergi agar aku juga bisa segera pergi." Ucap Maria tanpa melirik ke arah pria yang ada di sampingnya.


"Terima kasih." Arga keluar dari mobil Maria dan kini matanya terus tertuju pada mobil Maria yang melesat semakin menjauh dari pandangannya.


"Apa aku sangat keterlaluan mengatakan hal itu padanya, kenapa dari raut wajahnya dia tampak sangat begitu sedih dan tertekan." Arga menarik nafasnya secara perlahan dan menghembuskannya.


Kini ia pun bergegas masuk kedalam kantor Anggasta grup dan langsunh di sambut para karyawan nya.


***


Di kamar yang sudah terlihat berantakan dengan pakaian yang berserakan di lantai, Alika tertidur pulas di bawah selimut sedangkan Edgar tak berhenti memandangnya.


Edgar menahan tubuhnya dengan satu tangan sedangkan tangan lain tengah asyik mengusap, mengelus wajah cantik istrinya.


"Kau sangat cantik dan menggoda bagaimana mungkin aku tidak semakin tertarik padamu." Gumam Edgar yang kini mulai melabuhkan kecupan singkat di kening dan bibir sang istri.


"Hmmm.... Edgar hentikan jangan menggangguku." Gumam Alika lirih dengan sedikit mende-sah membuat Edgar kembali bersemangat untuk kembali melakukan aksinya.


"Edgar hentikan, aku sudah sangat kelaparan sejak tadi aku belum memakan apapun." Alika menepuk-nepuk dada bidang suaminya dengan tenaga yang tersisa.


"Edgar Anggasta sepertinya kau ingin membunuhku ya?" Alika membuka matanya membuat manik mata mereka kini saling terpaut satu sama lain.


"Hanya sebentar saja, Pleace..." Mohon Edgar dengan wajah mupengnya.


Dengan perlahan tapi pasti kini ia pun kembali melakukan hal yang membuat istrinya merasa terbang melayang.

__ADS_1


Suara lengguhan Alika pun kembali terdengar membuat Edgar semakin bersemangat untuk terus melakukannya lagi dan lagi, hingga keduanya lupa waktu dan kembali tertidur setelah merasa lelah.


Edgar memberikan kecupan sayang di kening sang istri dan tersenyum puas saat melihat istrinya kembali tertidur. "Aku hanya berharap semoga kau cepat mengandung anakku kembali, agar aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi ayah. Aku sangat menyesal saat itu aku tidak tahu jika kau sedang mengandung anakku, aku sudah melewatkan masa-masa emas itu tapi aku berjanji saat kau kembali hamil apapun keinginanmu akan aku penuhi. Terima kasih sudah menjadi istri dan ibu dari anak-anakku." Edgar mendaratkan kembali kecupan sayangnya di kening sang istri.


Namun kini kecupan itu lebih lama dari biasanya. Setelah merasa puas kini ia pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan diri, setelah itu ia pun meminta pelayan mansion untuk menyiapkan beberapa makanan untuk istrinya.


"Ayah kami pulang!" Seru Rain dan Raina secara bersamaan.


"Hay boy, girls kemarilah." Edgar membawa kedua anaknya kedalam gendongannya. Edgar mengecup pipi anak-anaknya secara bergantian.


"Kalian berdua terlihat sangat lelah sekali, sebaiknya kalian beristirahatlah."


"Baik ayah, lalu dimana bunda?" Tanya Rain yang mulai mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang bunda.


"Bunda sedang beristirahat, kalian berdua boleh menemuinya nanti, okey!"


"Okey.." Jawab Rain dan Raina yang kini mengacungkan kedua jempolnya masing-masing.


"Anak pintar!" Edgar tersenyum mengacak rambut putranya.


Kini ia pun kembali berjalan ke arah kamarnya mencari keberadaan sang istri yang sudah tidak ada di ranjangnya.


Brakk..


Pintu kamar mandi terbuka membuat Alika yang tengah asyik berendam pun terkejut dan membuka matanya melirik ke arah sumber suara.


"Haaahhh.. Syukulah sayang kau tidak apa-apa, aku merasa sangat begitu khawatir dan ketakutan saat menunggumu yang tak kunjung kembali." Ucap Edgar panjang lebar menjelaskan pada sang istri.


Alika memutar bola matanya malas, kini ia pun kembali melanjutkan aktivitasnya berendam untuk merilekskan tubuhnya dengan mata tertutup.


"Sayang..."


"Edgar tolong jangan ganggu aku untuk kali ini tubuhku rasanya sakit semua dan ini karena ulahmu."


"Ahhhh...." Alika menjerit karena terkejut saat Edgar mengangkat tubuhnya.


"Edgar apa yang kau lakukan! jangan bilang kau akan,"

__ADS_1


Cup..


Edgar mencium pipi istrinya dengan singkat. "Berendam terlalu lama tidak baik untuk kesehatan, sekarang pakai ini dan ayo kita makan aku sudah sangat lapar sekali."


"Ckk... Kau ini, baiklah!" Alika menerimanya handuk dari suaminya dan berjalan menuju ruang ganti.


Begitu pun dengan Edgar yang mengganti pakaian nya yang sudah basah, keduanya tidak melakukan apapun lagi karena Edgar merasa sangat kasihan melihat tubuh lelah istrinya.


Setelah selesai mengganti pakaian kini keduanya pun mulai makan untuk mengisi tenaganya yang hilang. Alika makan sangat banyak sedangkan Edgar hanya menatap istrinya dengan wajah tak percaya.


"Kenapa kau tidak memakannya? jika tidak mau biar aku yang akan memakannya, jangan membuang makanan itu tidak baik." Ucap Alika dengan mulut penuh dengan makanan.


"Makan saja, aku sudah sangat kenyang melihatmu makan seperti ini." Jawab Edgar yang kini menyangga kedua pipinya menatap wajah sang istri.


Kini Edgar berdiri dan meraih handuk yang membungkus rambut basah istrinya, kemudian ia pun mulai mengeringkan rambut panjang istrinya dengan hair dryer.


Akika merasa sangat senang dengan perlakuan manis suaminya, kini ia pun mulai tersenyum. Keraguan cinta yang ada di dalam hatinya sedikit demi sedikit mulai terkikis dengan perlakuan manis Edgar padanya.


"Sekarang aku mulai merasa yakin untuk mencintaimu kembali aku berharap semua keputusanku kali ini tidak salah." Gumam Alika membatin.


"Kau sangat cantik." Ucap Edgar menyadarkan Alika dari lamunan panjangnya.


"Aku, aku.. " Alika mulai merasa gugup saat tatapan matanya kini bertemu dengan tatapan mata elang Edgar.


"Kenapa kau masih malu-malu? aku bahkan sudah tahu dirimu luar dalamnya." Edgar menaik turunkan sebelah alisnya sedikit menggoda Alika.


"Jangan terus menggodaku," Alika mendorong tubuh suaminya agar sedikit menjauh darinya.


Tokk... Tokk.. Tokk


Suara ketukan pintu membuat kedua sejoli itu sedikit terkejut karenanya. "Tuan muda, tuan David datang menemui anda."


"Aku akan segera datang." Jawab Edgar yang langsung berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya.


Alika menatap punggung suaminya yang sudah menghilang di balik pintu, kemudian ia mengambil sesuatu di balik bantalnya.


"Maaf Edgar bukan aku tak percaya padamu tapi untuk memiliki anak kembali sepertinya aku belum siap." Alika menelan pil kontrasepsi untuk menunda kehamilannya, kemudian ia pun kembali menyimpan strip pil tersebut agar Edgar tak mengetahuinya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2