Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 77


__ADS_3

Acara malam itu pun di mulai para tamu undangan juga sudah hadir berdatangan memenuhi aula mansion Anggasta.


Suasana pun tampak semakin romantis dengan lagu yang dibawakan oleh pembawa acara untuk membius para tamu, agar mereka juga ikut terlarut dalam kebahagiaan malam ini.


Edgar tersenyum manis menatap istri cantiknya kini ia pun sengaja menautkan jari jemarinya pada sang istri.


"Sayang, bagaimana apakah kau suka dengan semua ini. Ini juga pesta pernikahan kita anggap saja begitu, maaf jika aku terlambat melakukan hal ini untukmu. Tapi percayalah walaupun aku terlambat dalam melakukan segala hal untuk membahagiakanmu tapi aku kalau aku tidak akan pernah terlambat untuk menjadi ayah dan suami yang baik untuk keluarga kecil kita dan memperbaiki semuanya."


Mendengar kata-kata yang diucapkan suaminya membuat Alika tersenyum manis ke arahnya. "Kamu sudah mencoba yang terbaik untuk kami, terima kasih kamu adalah Ayah yang terbaik untuk twins R dan kamu juga suami yang baik untukku, kamu selalu menjagaku dan selalu sabar dengan segala ucapan dan keras kepalaku."


Kini kebahagiaan pun terpancar dari raut wajah sepasang suami istri itu, begitupun dengan pengantin baru yang tertunda selama beberapa bulan terakhir.


Namun berbeda dengan pasangan yang berada di pojokan ruangan pesta itu, keduanya tampak saling acuh dan mulai mengibarkan bendera peperangan di antara keduanya.


Maria tidak suka dengan sikap Arga yang seakan ingin mengatur kehidupannya, bahkan ia pun menolak untuk melakukan apapun yang diinginkan Arga meskipun pria itu mengancamnya akan membongkar identitas aslinya pada keluaganya.

__ADS_1


Bahkan Maria kembali mengancam Arga dengan hal yang tidak ia duga-duga sebelumnya hingga kini keduanya pun mulai memberikan sebuah jarak.


Arga terdiam dan mulai memikirkan sesuatu untuk menaklukkan hati Maria. "Oke baiklah nona percaya diri kalau itu mau, aku sangat menyukai sebuah tantangan. Bagaimanapun caranya akan aku pastikan aku akan mendapatkan dirimu. Mungkin kau pikir aku akan langsung menyerah begitu saja tapi kamu tidak tahu siapa diriku. Aku pastikan kau akan menyesal karena sudah membuat aku kesal dan menolak niat baikku." Arga tersenyum menyeringai.


"Oh dia pikir aku sangat mudah untuk dia kalahkan, tidak semudah itu ferguso! aku adalah Mariana bukan Marla si gadis bodoh yang mudah tertipu. Jadi apapun yang aku lakukan aku bisa melakukannya dengan sangat licik." Gumam Maria dengan senyuman sinisnya.


Kini Maria pun melirik sekilas kepada Arga yang juga. Maria memutar bola mata malas kemudian Ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan pria itu.


****


Edgar menuntun Alika yang tengah hamil besar dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada istrinya dan calon bayi mereka, sedangkan David dan Sabrina menuntun Rain dan Raina di belakangnya diikuti oleh kakek Wirasena dan Arga.


"Selamat malam para semua tamu undangan, saya Edgar Anggasta berdiri disini untuk memperkenalkan keluarga kecilku." Edgar menggengam tangan lembut sang istri dan mengacungkannya.


"Dia adalah nyonya Edgar Anggasta dan ini adalah kedua anak kami. Kami pernah mmelakukan pernikahan tujuh tahun yang lalu, hanya saja kami memiliki sebuah alasan untuk tidak mengumumkan pernikahan itu pada media. Ucap Edgar dengan hembusan nafas lega.

__ADS_1


Alika hanya tersenyum simpul, ia merasa sangat senang dan tenang saat suaminya benar-benar memperkenalkan dirinya ke media.


" Terkadang aku merasa sangat kesel karena telah mengenalnya namun, kini aku merasa bahagia karena mengenalnya karena dia aku merasakan bahagianya menjadi seorang ibu dan karena dia juga aku merasa keindahannya menjadi seorang yang sangat begitu dicintai. Aku hanya berharap bahwa hubungan ini bisa terjalin sempurna dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut." Gumam Alika membatin.


Alika merasa sangat bahagia dengan apa yang susah di lakukan oleh suaminya, hingga kini ia pun yakin bahwa Edgar benar-benar sangat mencintainya dan ia pun yakin Edgar tidak akan mengurangi atau menipu cintanya.


Akan ada saatnya kita bahagia, akan ada saatnya pula kita terluka. Cinta memang penuh misteri yang tidak tahu bagaimana awal dan akhir yang akan kita dapatkan. Cinta yang kudapat dari mu adalah hal yang luar biasa yang pernah aku dapatkan seumur hidupku. Aku memang pernah terluka karena cintamu tapi, karena cintamu pula kau membuatku bahagia membuat aku tak ingin berpisah jauh darimu. Aku Alika Maheswari sangat begitu mencintaimu Edgar Anggasta. Aku sangat berterima terima kasih padamu karena sudah menghadirkan malaikat kecil yang sangat manis dan menggemaskan di dalam hidupku.


Alika terus tersenyum memancarkan kebahagiaan yang tak terkira dalam hidupnya. Namun senyuman yang terpancar di wajahnya perlahan memudar saat rasa sakit kini mulai kembali menyerangnya.


Wajah memerah dan keringat dingin pun mulai membasahi keningnya menahan rasa sakit yang teramat sangat di tubuhnya.


"Aku mohon jangan sekarang." Alika meremas gaunnya untuk menahan rasa sakit yang datang menyerangnya, namun Alika tetap bersikap biasa saja dan tidak menunjukan reaksi apapun karena ia tidak ingin merusak kebahagiaan orang-orang yang disayanginya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2