Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 76


__ADS_3

"Nona, apa anda baik-baik saja apa perlu saya panggilkan dokter?" Tanya Maria dengan wajah cemasnya.


"Jangan khawatir aku baik-baik saja ini hanya keram biasa sekarang sudah lebih baik." Jawab Alika membuat semua orang yang ada di sana pun bernafas lega.


"Al, kamu yakin jika kamu baik-baik saja?" Timpal Sabrina yang masih merasa sangat cemas, ia sangat takut jika Edgar akan murka karena membuat Alika sedikit bekerja keras di hari bahagianya.


"Kamu jangan khawatir aku baik-baik saja sebaiknya kamu bersiap-siaplah karena acaranya akan segera dimulai.'' Jawab Alika menenangkan hati sahabatnya.


"Ini adalah hari bahagiamu jadi jangan memikirkan apapun dan jangan membuat otakmu bekerja keras, ini hal biasa sering terjadi padaku akhir-akhir ini. Bukankah itu juga pernah aku alami sebelumnya saat aku mengandung Rain dan Raina." Ujar Alika kembali.


Sabrina menghela nafas lega. "Kalau begitu tapi jika kau merasakan sesuatu jangan merahasiakannya dariku, katakan saja apa yang kamu rasakan agar aku bisa bergerak cepat untuk membantumu."


Alika hanya tersenyum dan menganggukan kepala lalu memeluk sahabatnya dengan sangat erat, sedangkan Maria diam-diam keluar ruangan saat melihat bayangan seseorang yang sangat begitu ia kenal.


"Hai tunggu. Mengapa kamu terus mengikutiku kemanapun aku pergi Sebenarnya apa maumu bukan kalau sudah bilang padamu untuk tidak menggangguku!" serem Maria menghentikan langkah kaki pria yang berdiri dan tersenyum manis padanya.


"Ishh... senyuman macam apa itu mengerikan sekali.'' Gumam Maria dalam hati.


"Jangan tersenyum seperti itu padaku! sekarang katakan Kenapa kau mengikutiku?" Tanya Maria dengan nada ketusnya.


"Aku, mengikutimu?" Tunjuk Arga pada dirinya sendiri sedangkan Maria hanya menganggukan kepalanya.


"Cihh.. Percaya diri sekali kamu!" Sanggah Arga dengan wajah yang sangat begitu menyebalkan di mata Maria.


"Iya, kamu mengikuti ku kan jawab saja dengan jujur karena aku yakin kamu pasti sedang merencanakan sesuatu untukku! kalau tidak, lalu untuk apa kamu di sini?" Maria menyipitkan matanya menatap penuh selidik.


Arga sedikit tergugup melihat lirikan mata gadis yang ada di hadapannya namun ia pun kembali menetralkan suaranya. "Kamu salah paham nona, aku di sini karena aku dari pihak mempelai pria dan aku tidak punya waktu untuk membuntutimu jadi berhentilah menuduhku dengan hal yang tidak-tidak." Ucap Arga dengan nada tegasnya.

__ADS_1


Namun Maria tidak percaya begitu saja dengan ucapan pria yang ada di hadapan. "Apakah kau yakin datang sebagai pihak dari mempelai pria?''


"Tentu saja. Apakah kamu pikir aku ini seorang pembohong." Ucap Arga dengan gaya coolnya.


Namun Maria masih tidak menunjukkan wajah tak percaya apalagi saat melihat pakaian yang dikenakan oleh Arga saat ini, tidak mencerminkan dirinya jika dia sudah siap menjadi pengiring untuk mempelai pria.


"Dengan pakaian seperti ini?" Tanya Maria dengan alis sedikit terangkat.


"Iya,tentu saja. Apa ada masalah? baiklah jika kamu pikir ini tidak cocok untukku maka aku akan segera menggantinya dengan sangat cepat dan tunggu aku sebentar di sini. Ingat jangan kemana-mana." Seru Arga yang kini berlari meninggalkan Maria.


"Dasar pria tidak waras! aku terkadang bingung dengan apa yang ada di kepalanya saat ini." Guman Maria yang kini mulai menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa menunggu sampai Arga kembali.


Namun ia terkejut saat pria yang ia hindari itu datang muncul tiba-tiba mengejutkan dirinya.


Maria menjerit karena sangat terkejut bahkan ia pun hampir terjatuh jika Arga tidak dengan cepat meraihnya.


Sedangkan Maria hanya memutar bola matanya malas, ia sangat heran dan merasa sedikit aneh melihat tingkah pria di hadapannya.


"Sebenarnya dia itu kenapa? apakah dia salah minum obat atau mungkin kerasukan jin? aku heran kenapa dia tiba-tiba berubah semanis ini. Bukankah sebelumnya dia selalu bersikap arogan dan sombong kepadaku?" Berbagai macam pertanyaan pun mulai muncul di kepala Maria.


"Ataukah karena dia sudah tahu siapa diriku jadi dia akan memanfaatkan hal ini untuk keuntungan diri sendiri? sebaiknya aku harus berhati-hati kepada pria itu karena mungkin saja dia memiliki maksud lain kepadaku." Gumam Maria membatin.


"Kenapa kau hanya diam saja? apakah kamu mulai terpesona menatap ketampananku ini jadi nona Marla. Apakah kamu sudah menerima permintaanku beberapa waktu yang lalu?"


Maria mendengus kesal menatap pria tampan yang ada di hadapannya. "Sudah aku katakan padamu, aku tidak mau memiliki hubungan apapun dengan pria sepertimu jadi jangan menggangguku, karena apapun yang kamu inginkan itu tidak akan terjadi." Tegas Maria dengan nada penuh penekanan.


"Oh begitu baiklah jika itu mau mu, jadi bagaimana jika video ini sampai tersebar dan diketahui oleh keluarga aslimu apakah kau akan masih diam saja?"

__ADS_1


"Apakah kau mengancamku?"


"Tidak, aku hanya.."


"Ikut aku!" Maria menarik tangan Arga pergi meninggalkan tempat itu.


"Sepertinya anda akan memiliki cucu menantu baru dalam waktu dekat ini." Bisik David pada kakek Wirasena.


Kakek Wirasena hanya tersenyum samar. "Aku rasa itu lebih baik, lagi pula gadis itu terlihat sangat baik dan ramah aku yakin ada akan cepat melupakan masa lalunya dan membiarkan Edgar hidup dengan tenang dengan keluarga kecilnya."


Kakek wirasena menghela nafasnya perlahan. Kini pun menepuk bahu David. "Melupakan rasa cinta pada orang yang kita cintai itu sulit, tapi aku yakin seseorang bisa melupakan nya saat dia menemukan seorang pengganti yang bisa membuatnya kembali jatuh cinta, dan aku yakin gadis itu sudah mulai mencuri hati cucuku." Ucap kakek Wirasena.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Edgar yang baru saja bergabung di antara kedua pria itu.


"Tidak ada apa-apa kami hanya sedang membicarakan adikmu."


"Kenapa dengan Arga apa dia membuat masalah atau,"


"Edgar tenanglah adikmu baik-baik saja kau tidak perlu khawatir sekarang lihatlah disana." Tunjuk kakek Wirasena mulai mengalihkan perhatiannya pada para wanita yang kini berjalan menuruni tangga.


Ucapan kakek Wirasena pun sontak membuat Edgar dan David kini melirik ke arah yang di tunjuknya.


Edgar tersenyum penuh kebahagiaan melihat istri dan kedua anaknya datang bak ratu dalam dongeng begitu pun dengan David yang terlihat sangat begitu terpesona melihat kecantikan istrinya.


"Dia sangat cantik dan menggoda, aku bahkan sangat tidak sabar untuk melahapnya." Gumam David sedikit terkekeh geli kini pikirannya pun mulai membayangkan bagaimana ia melakukan malam pertamanya dengan Sabrina.


Sedangkan Sabrina mengernyitkan dahinya menatap penuh tanya ke arah David. "Apa yang sedang pria itu pikirkan?"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2