Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 51


__ADS_3

Flasback


Martha yang baru saja kembali dari kantor Alika untuk memesan gaun pengantin impiannya, kini berniat untuk menghampiri Edgar pria yang menjadi obsesinya selama dua tahun terakhir.


Martha sangat tertarik pada Edgar saat pandangan pertama mereka bertemu, ia meminta sang ayah untuk menikahkan nya dengan sang pujaan hati, namun penolakan Edgar membuat Martha hilang akal terlebih saat Edgar mengatakan jika ia sudah memiliki istri dan sedang menunggunya kembali.


Namun Martha tak menyerah begitu saja ia terus mendekati Edgar dan akan melakukan apapun agar bisa mendapatkannya. Berbagai macam ancaman terlontar dari bibir seksinya, hal itu membuat Edgar sangat takut dan mau tak mau ia pun berpura-pura menuruti keinginan gadis itu


"Akan pergi kemana dia? mengapa dia terlihat sangat begitu panik dan terburu-buru sekali?" Berbagai macam pertanyaan pun mulai muncul di dalam benak Martha saat melihat Edgar Anggasta, pria yang menjadi obsesinya pergi meninggalkan kantor Anggasta grup.


Dengan cepat Martha pun membuntuti mobil Edgar di belakangnya. "Kenapa dia datang ke tempat ini? apakah dia akan memberikan kejutan untukku meminta sebuah rancangan terbaik pada desainer muda itu?" Perasaan bahagia pun mulai menyelimuti hatinya perlahan ia pun mengikuti langkah Edgar masuk ke kantor Al2R.


Dengan sedikit mengendap-endap Martha pun mencari keberadaan Edgar, namun ia tak melihat siapapun selain David dan Sabrina yang tengah bertengkar.


Martha menunggu kedua manusia itu lengah agar David tak mengetahui keberadaan nya disana.


Setelah David membawa Sabrina pergi kini Martha pun bersiap untuk mencari keberadaan Edgar kembali. Namun kini langkah kakinya terhenti saat mendengar suara Edgar tengah membujuk seseorang dengan begitu lembut dan mesra.


Hal yang tidak pernah Edgar lakukan padanya selama ini. "Berani sekali dia mengkhianati aku!" Martha mencari celah untuk melihat siapa wanita yang bersama prianya.


"Owh jadi desainer itu istrinya, jadi dia menyembunyikan semuanya dariku? cihhh.. kau pikir dengan berbuat curang padaku seperti ini istrimu akan lolos begitu saja dariku?! tidak akan pernah!!" Dengan sorot mata jahat kini Martha pun menghubungi seseorang untuk membantunya.


"Setelah ini kau akan bersujud memohon di bawah kakiku Edgar." Martha tersenyum smirk dan membuka pintu ruangan itu dengan cukup kasar dan bertepuk tangan dengan penuh gaya.


Flasback End


Edgar merasa sangat terkejut melihat kedatangan Martha secara tak terduga membuatnya semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri, hal itu membuat api kemarahan dan kecemburuan dalam Martha semakin berkobar.


Matanya seakan ingin melompat meninggalkan tempatnya saat melihat tangan Edgar terus melingkar sempurna di pinggang Alika.


"Edgar Anggasta lepaskan tanganmu darinya!" Pekik Martha dengan raut wajah tak suka.


"Kenapa? dia suamiku dan apa hak mu melarang kami." Dengan penuh keberanian Alika menatap tajam pada wanita yang berdiri di hadapannya.


Rasa cinta yang begitu besar, kecemburuan dan takut akan kehilangan membuat Alika bersiap untuk mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya.

__ADS_1


Alika semakin mengeratkan pelukannya bahkan kini ia pun menempelkan wajah cantiknya di dada bidang sang suami. Hal itu membuat Edgar merasa sangat senang karena istrinya mulai membangun tembok pertahanan untuk melawan Martha.


Martha tersenyum sinis. "Cihhh kau sangat bangga sekali ya, lalu bagai mana dengan anak-anak kalian?!" Ucap Martha yang memperlihatkan gambar di ponselnya.


"Rain Raina!" Alika berteriak histeris saat melihat gambar yang sedang di ikat dengan mulut tertutup lakban hitam.


"Kau dasar perempuan iblis! dimana kau sembunyikan anakku." Teriak Alika penuh kemarahan.


Kini ia pun berjalan menghampiri Martha dan menunjukan sikap bar-barnya yang selama ini ia sembunyikan.


"Astaga apa yang kau lakukan! Edgar jika kau tidak mencegah istrimu maka aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan mereka berdua!" Ancam Martha.


Namun Edgar hanya diam dan menatap tak percaya pada istrinya.


"Kau pikir aku takut sekarang ikut aku ke kantor polisi." Ucap Alika yang menarik rambut panjang Martha menuntunnya keluar dari dalam ruangan.


"Lepaskan rambutku." Pekik Martha kesakitan.


"Lepaskan?! mudah sekali kau bilang bahkan aku bisa membuat wajah cantikmu berubah menjadi buruk rupa. Sedikit saja kau membuat goresan luka di tubuh mereka, maka bersiaplah untuk kehilangan wajahmu ini dan setelahnya kariermu akan hancur dan kau akan,"


"Kau pikir aku bodoh! sekarang bawa anak-anakku ke tempat ini barulah aku akan melepaskanmu. Tapi sebelum itu bersabarlah untuk menahan sakit ini, karena sekarang hidupmu tergantung pada mereka yang akan membawa kedua anakku."


Seperti seorang psikopat wanita yang haus akan membunuh seseorang Alika mengancam Martha.


"Al ada apa ini?" Sabrina dan Maria pun datang menghampirinya.


"Sabrina kau masih ingat kakak?" Alika memberikan sebuah kode yang mudah di pahami oleh sahabatnya.


Sabrina menganggukan kepalanya mengerti dengan apa yang di inginkan Alika. Sedangkan Edgar menyusup pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari keberadaan kedua anaknya karena ia tahu bahwa Martha tak selemah yang terlihat saat ini.


"Sebenarnya aku tidak yakin dengan permintaanmu tapi aku berharap kau akan baik-baik saja sampai aku kembali nanti." Gumam Edgar yang kini mengingat kembali saat Alika memintanya pergi.


Flasback


"Pergilah cari anak-anak kita bawa mereka dengan selamat, biarkan aku yang mengurus wanita gila ini." Bisik Alika di samping telinga suaminya.

__ADS_1


"Tapi sayang bagaimana jika terjadi sesuatu padamu?"


"Kau tenang saja suamiku, aku bukan istri yang lemah, pergilah!!"


"Ambil ini, gelang ini akan menunjukkan dimana keberadaan mereka saat ini."


Alika memberikan gelangnya dan mulai mengalihkan perhatian Martha agar Edgar bisa segera pergi meninggalkan tempat itu.


Flasback End


"Kenapa mereka lama sekali? aku sudah mulai merasa sangat kesal sekarang." Ucap Alika yang kini menekan tengkuk Martha.


Martha tersenyum sinis saat ia berhasil meraih belati yang ia sembunyikan di balik dressnya.


Kini posisi pun berbalik pada Alika yang menjadi tawanan Martha.


"Nona." Teriak Maria histeris membuat sabrina pun berbalik menatap ke arah sahabatnya.


"Simpan ponsel kalian jika tidak aku akan menekan belati ini dan membuatnya." Martha membuat garis dilehernya mengancam Sabrina.


"Ba-baiklah." Sabrina meletakan ponselnya menuruti perintah Martha.


Alika menggelengkan kepalanya berharap jika Sabrina tidak menuruti perintah Martha. Karena panik Sabrina pun menghubungi David berharap jika David datang menyelamatkan mereka.


"Angkat bodoh! kenapa kau tidak mengangkatnya." Sabrina menatap geram pada layar ponselnya.


Martha yang merasa curiga pada gerak gerik Sabrina pun langsung melihat ke arah ponsel milik Sabrina yang berda di atas lantai.


"Cihhh.. Rupanya kau meminta bantuan kekasihmu." Martha langsung menginjak layar ponsel Sabrina dan menendang nya begitu saja.


"Ini akibat dari perbuatan mu padaku." Martha menggoreskan belatinya di leher Alika.


"Nona Alika..."


"Alika!!..." Teriak Sabrina dan Maria histeris melihat cairan kental kini mengalir memberikan warna yang pekat di kemeja putih Alika.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2