Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 73


__ADS_3

"Kenapa kau mengikutiku? Apakah kau tidak punya pekerjaan lain selain membuntutiku?." Ketus Maria.


"Cihhh... percaya diri sekali kamu! Kamu pikir aku membuntutimu.'' jawab Arga dengan santainya duduk di samping kemudi Maria.


Maria memutar bola matanya malas menatap pria yang berada di sampingnya itu. "Lalu kenapa kau duduk di mobilku? dengar aku bukan sopirmu jadi turunlah dan cari saja tumpangan lain." Usir Maria.


" kalau aku tidak mau bagaimana? ayo cepat jalan aku harus segera menghadiri meeting hari ini dan kamu harus mengantarkannya tepat waktu jika tidak aku akan menghukummu karena membuat aku rugi."


"Oh my god kamu pikir kamu siapa seenaknya menyuruhku! sekarang cepat keluar aku tidak mau mengantarmu kemanapun. Karena aku bukan sopirmu." Usir Maria lagi.


"Oh jadi kamu lupa Kejadian beberapa hari lalu kau hampir saja membuat aku mati karena tertimpa tubuhmu yang berat itu bahkan kamu juga sudah melecehkan ku, jadi kamu harus menerima hukumannya dariku jika tidak maka aku akan menuntutmu sampai ke jalur hukum." Ucap Arga memberikan sebuah ancaman kepada Maria.


Maria tersenyum melirik ke arah pria yang ada di sampingnya, sedangkan Arga merasa bangga dia yakin bahwa Maria akan memohon padanya untuk tidak melakukan hal itu bahkan Arga pun yakin bahwa Maria akan menuruti semua keinginannya.


"Jadi tuan Arga Apa kau sedang mengancamku?" tanya Maria dengan nada manjanya lalu menarik dasi milik Arga dengan sangat kasar.


wajah yang terlihat manis itu kini berubah menjadi garang seketika membuat Arga pun sedikit ketakutan saat melihat ekspresi wajah Maria.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu apa yang akan kau lakukan jangan bilang kau akan melecehkanku lagi?" Arga sedikit memundurkan tubuhnya membuat Maria tersenyum bangga karena sudah mengalahkan Arga, namun tanpa diduga kini Arga mendorong tubuh Maria dan mengungkungnya.


wajah mereka kini sangat dekat dan hanya berjalan lima centi saja, bahkan hembusan nafas Arga pun menyapu wajah Maria.


Jantung keduanya pun berdetak dengan kacang merasakan getaran-getaran aneh di dalam hati mereka masing-masing, namun dengan cepat Maria mendorong tubuh Arga dan menamparnya karena sudah bersikap kurang ajar padanya.


Plak...

__ADS_1


Suara tamparan itu bergema memenuhi mobil dan tampak terlihat jelas bekas tangan Maria di wajah tampan Arga.


"Kenapa kau menamparku kau tahu kan ini adalah kekerasan aku bisa saja melaporkanmu ke pihak berwajib dengan beberapa kasusmu padaku, pertama kamu melakukan pelecehan padaku dan sekarang kamu melakukan kekerasan padaku." Arga mengelus bekas tamparan Maria di pipinya.


"Maaf. aku mengaku salah karena sudah berbuat kasar padamu tapi untuk pelecehan itu tidak benar aku hanya ingin menolongmu saja waktu itu, jika kamu mau melaporkanku silahkan saja aku akan menunggunya." Maria langsung turun dari mobil dengan mata yang mulai memerah dan suara tercekat menahan tangis.


"Hei kamu mau ke mana? tunggu aku! ckk... kenapa dia yang menangis padahal di sini aku yang tersakiti perempuan memang aneh." Keluh Arga yang juga keluar mengejar Maria.


***


Maria menangis terisak di sebuah bangku taman, kemudian seseorang memberinya sebuah sapu tangan dan duduk di sampingnya.


"kamu tidak perlu menangis aku bahkan tidak melakukan apapun padamu. Baiklah aku akan mencabut kata-kataku tadi tapi aku mohon kamu jangan menangis seperti ini." Pinta Arga.


Arga sedikit terkejut dia ingin berusaha menenangkan Maria namun ia tidak berani menyentuh gadis itu dan tangannya hanya mengapung di udara.


"Kenapa setelah bertahun-tahun aku kembali melihat dia melihat pria itu dia yang sudah membuat hidup terlunta-lunta, pria yang sudah membuat aku diusir dari keluargaku dicap sebagai perempuan bernasib buruk dan membawa sial bahkan aku menjadi aib bagi keluargaku sendiri."


Maria menangis sejadi-jadinya membuat Arga kebingungan Iya tak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan gadis itu. Bahkan ia merasa bersalah karena sudah mengancam gadis itu sebelumnya.


Namun yang sebenarnya terjadi Maria melihat sosok pria yang sudah membuat dirinya hancur tak tersisa saat setelah ia menampar Arga. Saat itulah Maria mulai teringat kembali pada masa lalunya hingga ia tak kuat menahan rasa sesak di dalam hatinya dan lebih memilih untuk keluar meninggalkan Arga.


"Sudah jangan menangis, sekaranh ikut aku kamu tenang saja aku janji tidak akan melakukan apapun padamu.'' Ajak Arga yang kini membawa Maria pergi meninggalkan tempat itu.


Maria yang sedang kacau hanya menurut saja apa yang dikatakan Arga saat ini ia tak peduli Kemana pria itu akan membawanya pergi. karena ia yakin Arga adalah pria yang baik dan bisa memegang teguh janjinya.

__ADS_1


Arga mengemudikan mobil Maria dan pergi meninggalkan tempat itu pembelah jalanan yang cukup ramai, namun Maria hanya diam dan tak mengatakan hal apapun pada Arga.


Sekilas Arga melihat ke arah Maria yang masih terdiam dengan wajah penuh kesedihan. Terlihat jelas di matanya bahwa Maria menyimpan rasa sakit yang begitu dalam namun ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu.


"Sebenarnya jika di lihat-lihat aku merasa dia seperti bukan dari kalangan orang biasa bahkan aku melihat wajahnya seperti tidak asing lagi di ingatanku, tapi kapan aku melihatnya dan di mana?" Berbagai macam pertanyaan pun mulai muncul di dalam benak Arga saat ini.


"Kita sudah sampai." Ucap Arga menyadarkan Maria dari lamunan panjangnya.


Maria hanya mengangguk menyiapkan kata-kata Arga ke dia pun keluar dari dalam mobilnya namun kini langkahnya terhenti saat melihat pantulan wajahnya di cermin.


Maria terbelalak lalu kembali masuk ke dalam mobil membuat harga sedikit mengangkat alisnya menatap aneh ke arah gadis itu.


"Sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat aneh seperti itu? Apakah dia sedang menyembunyikan sesuatu ataukah dia, tidak itu tidak mungkin itu hanya perasaanku saja." Arga membatin.


Dengan sabar ini Arga pun menunggu gadis itu keluar dari dalam mobil dan setelah beberapa menit berlalu, kini Maria pun keluar dari mobil setelah selesai memperbaiki riasan wajahnya.


Maria tersenyum ke arah Arga. "Maaf membuatmu menunggu terlalu lama tapi seperti inilah seorang gadis, aku tidak terlalu percaya diri jadi kemanapun aku pergi aku akan mementingkan riasan wajahku. Sepertinya aku harus pulang sekarang karena aku masih memiliki pekerjaan lain yang belum aku selesaikan. Terima kasih anda sudah mencoba menenangkan dab menghibur saya, kalau begitu saya permisi." Mari membungkukan tubuhnya dengan sangat sopan membuat Arga tercengang saat melihatnya.


"Dia yang pemarah, kenapa tiba-tiba menjadi sangat manis dan sopan seperti itu padaku? ada apa dengannya apakah kepalanya terbentur?" Arga menyipitkan matanya menatap Maria penuh selidik.


"Ya pergi saja." Jawab Arga acuh membuat Maria langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.


"Aku yakin dia sedang menyembunyikan sesuatu sudah terlihat jelas aku melihat wajahnya tidak seperti itu dan setelah beberapa saat mengapa wajahnya bisa berubah lagi? aku harus mencari tahu siapa dia sebenarnya dan apa maksud dan tujuannya menyembunyikan wajah itu." Batin Arga menatap nanar pada mobil yang sudah terlihat sangat jauh meninggalkan dirinya disana.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2