Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 79


__ADS_3

Edgar tersenyum penuh haru bahkan kini ia pun mulai meneteskan air mata bahagianya menatap malaikat kecil yang baru saja di lahirkan oleh istri tercintanya.


"Dia sangat kecil dan menggemaskan." Gumam Edgar yang kini mengecup kaki mungil putra kecilnya.


Kini Edgar pun menatap istrinya penuh cinta dan mengacu puncak kepala istrinya dengan penuh kasih sayang. "Terima kasih sayang, kau sudah melahirkan malaikat-malaikat kecil untukku, kau mengubah duniaku yang suram dan menohok menjadi lebih berwarna dengan kehadiranmu dan mereka disisiku."


Alika tersenyum menatap suaminya dengan lekat hingga kedua netra mereka pun saling bertemu, kemudian Alika pun menggenggam erat tangan suaminya dan mengusap air mata Edgar dengan penuh kelembutan.


"Terima kasih juga karena kamu mereka ada dan mengubah status ku menjadi seorang ibu menjadikan aku wanita yang paling sempurna di dunia ini."


Alika menyatukan keningnya dengan sang suami mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya menatap ketiga malaikat kecil mereka.


"Kak lihatlah dia sangat menggemaskan sama sepertiku." Seru Raina dengan wajah cerianya.


"Tidak, dia sangat tampan sepertiku karena dia seorang laki-laki sama sepertiku." Jawab Rain membuat Raina tak terima dan mulai mengerucutkan bibirnya.


"Kakak, apakah setelah kita punya adik baru dia akan menggantikan posisiku menjadi adik kesayanganmu?" Tanya Raina dengan tatapan sendu dan mulai berkaca-kaca.


"Konyol!" Rain menonyor kepala adiknya dengan gemas.


"Sampai kapanpun kau tetap adik kesayangku yang sangat konyol dan menggemaskan." Ucap Rain sambil mengacak rambut adiknya.


Kakak misalnya Taman rambutku." kesal Raina sambil berkacak pinggang di hadapan kakaknya. Sedangkan Edgar dan Alika tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat interaksi twins R.


~Aku bisa hidup tanpa harta dan tahta namun aku tidak bisa hidup tanpa mereka berada di sampingku, karena mereka adalah sebagian dari hidupku, nyawaku dan kesadaran jiwaku.~


~Mereka yang membuat aku merasa sempurna dan merekalah jembatan untuk untuk kuat merasa kuat menghadapi segala masalah dan rintangan dalam hidup. Mereka juga bagaikan tali yang Mempererat hubungan di antara kami.~


~Hubungan yang hampir kandas karena kini kembali terjalin. Kedua pasangan aneh ini pun kembali dengan memperkuat tercinta di antara kamu dengan kehadiran Putra ketiga kami~

__ADS_1


Alika tersenyum menutup buku diary nya saat melihat ada seseorang yang datang membuka pintu ruangannya.


"Ed?"


"Sayang maaf aku sedikit terlambat karena Rain dan Raina mogok untuk pulang." Keluh Edgar yang kini berjalan menghampirinya.


"Dimana kakek? sejak tadi aku tidak melihatnya?" Alika kembali bertanya membuat Edgar pun terlihat kebingungan.


"Kenapa kamu diam saja?"


"A-aku belum melihat kakek, mungkin dia dan Arga sedang melakukan pekerjaan mereka." Jawab Edgar sekenanya.


"Aku harap kakek baik-baik saja, karena aku melihat beberapa hari yang lalu dia sedang minum obat tapi aku tidak tahu dia minum obat apa?"


"Obat?" Edgar sedikit menaikan sebelah alisnya menatap bingung ke arah istrinyaistrinya.


"Pergilah, aku baik-baik saja kamu jangan terlalu mengkhawatirkan kami disini." Ucap Alika mengizinkan suaminya pergi karena ia pun merasa sangat begitu khawatir dengan keadaan keluarga tertua keluarga Anggasta, karena hanya kakek Wirasena lah yang tersisa.


"Aku harap semuanya baik-baik saja." Gumam Alika lirih.


Namun tak berselang lama Edgar keluar dari ruangan kini kakek Wirasena datang bersama Arga dan juga Maria membuat Alika merasa sedikit kebingungan melihatnya.


"Kek, apa kakek baik-baik saja?" Tanya Alika dengan wajah cemasnya.


"Tentu saja, lihatlah kakek sangat segar sekali hari ini pertama kakek mendapatkan cicit yang tampan dan kedua kakek mendapatkan menantu yang pandai." Tunjuknya pada Maria yang kini menundukan wajahnya tak berani menatap ke arah Alika.


"Maksud kakek?" Alika nampak kebingungan dengan ucapan yang di lontarkan sang kekak padanya.


"Begini,"

__ADS_1


"Tunggu sebentar kek, aku akan menghubungi Edgar terlebih dahulu." Ucap Alika yang kini menatap ke arah adik iparnya dan juga asisten pribadinya secara bergantian.


Setelah menunggu beberapa saat kini Edgar pun kembali ke dalam ruangan dan langsung menghampiri sang istri.


"Kakek bisa menceritakan semuanya sekarang karena kami semua ada disini." Ucap Alika yang langsung membuat Maria gelagapan.


Kini kakek Wirasena pun langsung menceritakan semua yang terjadi di antara mereka beberapa jam dengan. Alika Dan Edgar sedikit terkejut karena mereka tidak tahu jika Arga dan Maria sudah melaksanakan sebuah pernikahan.


"Kakek, apa kakek pikir pernikahan itu sebuah lelucon?" Tanya Edgar tak habis pikir dengan keputusan yang diambil sang kakek.


"Kenapa kau tidak senang dengan berita pernikahan ini kak, aku mencintainya dan bukankah kau juga memaksanya menikah denganmu karena kamu sangat mencintainya lalu apa bedanya kita!" Jawab Arga dengan wajah cueknya.


"Arga keterlaluan kamu!" Emosi Edgar mulai bergemuruh namun dengan cepat Alika menghentikan langkahnya yang akan menghampiri Arga.


"Kontrol emosimu ini rumah sakit, anak kita juga sedang tidur. Apa yang di katakan juga tidak salah kita nikah memang bukan karena dasar cinta tapi kamu melihatnya kan ada cinta di antara kita, biarkan mereka hidup bersama dan aku yakin Maria juga adalah wanita dan pasangan yang baik untuk adikmu aku tidak keberatan jika asistenku sendiri adalah adik iparku." Ucap Alika membuat Maria sedikit terharu mendengar penuturannya.


"Tapi sayang dia,"


"Percaya saja hati tidak akan pernah lupa dia ke mana dia akan kembali dan di mana rumah yang memiliki kenyamanan dalam hidup, bukan hanya kata cinta yang tidak harus memiliki tapi memiliki tanpa cinta itu bisa terjadi. Menikah tanpa cinta pernah aku rasakan, kebencian juga pernah aku rasakan padamu tapi cinta tidak pernah salah cinta tetap pulang kembali dan berlabuh di hatimu."


"Maria kemarilah, sekarang kamu adalah adikku aku harap kita menjadi bisa menjadi menantu yang baik untuk keluarga Anggasta. Aku tidak tahu bagaimana kalian bisa menikah tapi aku yakin jika cinta tidak akan pernah salah. Jangan merasa tidak enak hati padaku karena aku juga sama sepertimu, jangan takut untuk bertanya anggap aja aku seperti kakakmu sendiri seperti yang aku selalu aku katakan padamu disaat kita bertemu dulu." Alika tersenyum tulus menatap wajah adik ipar barunya.


"Terima kasih nona kamu sangat baik, jika tidak ada dirimu entah jadi apakah aku saat ini."


"Lupakan saja masa lalu hiduplah bahagia dengan Arga, dia adalah pria ang baik kamu tidak akan menyesal hidup dengannya. Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian." Alika memeluk tubuh Maria dengan sangat erat.


"Kebahagiaan adalah hasil dari sebuah kesabaran, cinta keluarga dan pasangan adalah hal yang paling dibanggakan oleh seorang wanita. Namun berbeda denganku pernikahan adalah sebuah formalitas agar aku bisa membalas semua rasa sakit dan kecewaku. Aku tidak akan membiarkan orang yang sudah menyakitiku hidup bahagia di atas penderitaanju dan di atas hak milikku, aku Marla tidak akan membiarkan hidup orang yang sudah menghancurkanku tetap tenang dan bahagia. Karma tetap berlaku tunggu saja pembalasanku aku akan menjatuhkan orang-orang yang sudah jatuhkanku." Gumam Maria membatin menatap penuh dendam yang begitu membara.


~Tamat~

__ADS_1


__ADS_2