Alika Cinta Tak Terduga

Alika Cinta Tak Terduga
Bab 6


__ADS_3

"Alika..!" Arga menatap Alika dengan wajah antusiasnya kini ia pun berjalan menghampiri sang kekasih yang sangat begitu ia rindukan.


"Alika aku hampir gila karena mencarimu kenapa kau tidak mengangkat panggilan dariku? dan apa ini gaun pengantin apakah kau akan membuat kejutan untukku?" Arga memeluk tubuh kekasihnya dengan sangat erat.


Namun Alika hanya diam mematung tak menjawab atau pun membalas pelukan kekasihnya.


Pukk...


Edgar menepuk pundak adiknya perlahan. "Lepaskan kakak iparmu." Ucap Edgar dengan suara dinginnya.


"Kak, kau bercanda dia kekasihku Alika bukankah aku sudah pernah menceritakannya padamu." Jawab Arga yang kini menautkan jari-jarinya pada sang kekasih.


"Apa arti semua ini? kakak, apakah pak Edgar kakak nya Arga, owhh.. Ya ampun apa arti semua ini? kenapa semuanya terlihat sangat rumit sekali, lalu bagai mana caranya aku menjelaskan semua ini pada Arga." Batin Alika bermonolog. Kini ia pun mulai mendengarkan percakapan di antara kedua saudara itu.


"Sayang, kenapa kau hanya diam saja ayo sapa adik iparmu dan katakan padanya bahwa kau istriku." Edgar menarik pinggang Alika dan sedikit mencengkram nya.


"Alika jelaskan padaku apa arti semua ini?" Arga mulai terlihat cemas dan bimbang karena ucapan sang kakak.


"Katakan saja sayang." Edgar semakin mengeratkan cengkraman nya di pinggang Alika agar gadis itu segera membuka mulutnya dan membuat Arga membecinya.


"Apa yang harus aku katakan padanya, pak Edgar kenapa dia tidak mengatakan bahwa dirinya adalah kakak Arga." Alika terus bermonolog ia benar-benar sangat bingung harus melakukan apa saat ini.


Alika sangat mencintai Arga ia tidak ingin melihat mantan kekasihnya merasa sedih namun ia pun tak bisa terus terdiam membisu, terlebih saat Edgar terus mencengkram pinggangnya agar ia mengatakan status hubungan mereka saat ini.


"Alika,"


"Dia benar, aku sudah menikah dengannya. Maaf Arga." Ucap Alika lirih


"Kau berbohong Alika! tatap aku dan katakan apa yang sedang kau sembunyikan." Arga melonggarkan dasinya yang terasa sangat mencekik nya saat ini.


"Itulah kenyataannya Arga. Aku mencintai pak Edgar dan kami berhubungan sebelum aku mengenal dirimu." Bohong Alika.

__ADS_1


"Tidak mungkin!" Arga menggelengkan kepalanya ia tahu saat ini kekasihnya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, terlihat dari gerak-gerik Alika yang terus mencoba untuk menghindari nya.


"Alika cepat katakan yang sejujurnya padaku?"


Alika membuang menarik nafasnya secara perlahan dan mulai menatap Arga.


"Maaf, tapi inilahlah kenyataannya." Ucap Alika yang berusaha untuk tidak menangis di hadapan Arga.


Arga sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat saat ini, rasa marah dan kecewa pun mulai menyelimuti hatinya.


"Kamu pengkhianat Alika! kamu sudah menipuku aku aku pikir kau berbeda dari para gadis yang mendekatiku tapi ternyata, kau tidak lebih murahan dari mereka. " Sentak Arga yang semakin merasa panas saat melihat beberapa tanda cinta di leher jenjang Alika.


"Maaf Arga." Alika menahan tangisnya saat mendengar pria yang sangat ia cintai membentak nya dengan sangat kejam.


"Alika aku pikir kau gadis baik dan lugu tapi ternyata kau, berani sekali kau mengkhianatiaku kau benar-benar tak seperti yang aku duga." Dengan penuh kekecewaan Arga pun keluar meninggalkan Alika yang kini menangis terisak.


"Maaf Arga, aku sungguh benar-benar minta maaf padamu." Ucap Alika lirih di sela idak tangisnya.


"Tunggu saja Arga aku akan membongkar kecurangan nya padamu, dan kau akan sangat berterima kasih padaku karena hal ini." Gumam Edgar dengan senyuman menyeringai.


***


Arga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh ia pun terus berteriak meluapkan kekecewaan dalam hatinya.


"Kenapa Alika! kenapa harus kakakku! kau sudah bahkan tega membodohi aku selama ini, apa kurangnya aku padamu selama ini sehingga kamu tega melakukan hal sekejam ini padaku."


"Alika, aku benar-benar sangat tidak menyangka kau akan melakukan hal ini padaku!" Arga mempercepat laju mobilnya.


Kini ia pun memarkirkan mobilnya di sebuah club malam dan melampiaskan kemarahan dalam hatinya pada minuman, ia berharap jika ia bisa melupakan rasa sakitnya karena merasa telah di bohongi dan di khianati oleh kekasihnya.


Arga terus minum tanpa henti berharap semua yang terjadi saat ini hanyalah sebuah mimpi buruk untuknya.

__ADS_1


Arga terus bergumam dan berbicara tak jelas karena kesadaran nya sudah hampir menghilang membuatnya kini terlihat seperti orang yang kehilangan arah.


"Alika, Alika." Arga terus menyebutkan nama sang kekasih yang sudah mengkhianati cintanya dengan menggoyangkan gelas berisi wine di tangannya.


"Tuan muda! tuan muda sadarlah!" David menghampiri Arga yang sudah terlihat sangat mabuk.


"Owhh.. Baby akhirnya kau datang juga." Arga menangkup kedua pipi David dan sedikit memainkan nya seperti yang selalu ia lakukan pada Alika.


"Kau tidak mungkin meninggalkan aku kan, bukankah kau pernah mengatakan bahwa kau sangat mencintaiku? tapi, kenapa kau menduakan cintaku dan lebih memilih kakakku apakah Karena dia lebih hebat dariku?" Arga mulai terisak dengan tangan yang masih berada di pipi David.


"Tuan muda mari aku antrean kau pulang." Ajak David yang kini mulai membantu Arga berjalan meninggalkan tempat itu.


"Aku sangat kasihan sekali padanya, entah apakah yang di lakukan tuan Edgar itu sudah benar atau tidak karena aku melihat bukan hanya satu hati yang tersakiti disini." Kini David pun membukakan pintu mobil dan membantu Arga masuk ke dalamnya.


Sedangkan Arga hanya menuruti semua yang David lakukan karena kini ia benar-benar sudah kehilangan kesadaran dan terus mengoceh tidak jelas, bahkan Arga pun terkadang menangis dan tertawa tak jelas membuat David yang sedang mengemudikan mobilnya hanya menggelengkan kepalanya perlahan.


"Alika oh Alika sayangku." Arga memeluk tubuhnya sendiri.


"Tuan muda kita sudah sampai, ayo ikut aku." Ucap David yang mulai menuntun Arga untuk keluar dari mobil.


Namun tanpa di duga Arga menariknya dan memberikan cium lembut di bibir David.


David terbelalak dan langsung menjauhkan dirinya dari Arga ia benar-benar merasa sangat mual dan berlari membiarkan Arga yang kini terus berbicara tidak jelas.


***


Alika memeluk kedua lututnya dan menyembunyikan wajahnya yang sudah terlihat bengkak karena terlalu lama menangis.


"Aku sangat berharap ini hanyalah sebuah mimpi esok aku akan bangun dan menjalani hidupku seperti biasanya."


"Arga kenapa kau juga menyembunyikan hal ini dariku, tiga tahun kita bersama tapi aku baru mengetahui tentang kebenaranmu dan siapa dirimu hari ini. Kau seorang tuan muda dan aku," Alika tersenyum miris dan menggelengkan kepalanya. Air matanya pun kini luruh kembali tak kuat menahan kesedihan dan sesak yang ia rasakan di hatinya saat ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2